Berita

Strategi Komprehensif Penanggulangan TBC: RS Paru Respira Perkuat Perubahan Diagnosis, Terapi, hingga Edukasi Pasien

Amarta (15/08/2026) — Sebagai upaya mendukung percepatan eliminasi Tuberkulosis (TBC), Rumah Sakit (RS) Paru Respira menggelar kegiatan sosialisasi mendalam mengenai penatalaksanaan TBC terkini. Acara ini dihadiri oleh tenaga medis, pemerhati kesehatan, serta masyarakat guna menyamakan persepsi dan meningkatkan kualitas layanan penanganan TBC di fasilitas kesehatan.

Penanggulangan TBC memerlukan langkah komprehensif mulai dari akurasi diagnosis, penanganan efek samping obat, edukasi psikososial pasien, hingga tata laksana khusus pada pasien dengan kondisi penyerta seperti HIV.

Sosialisasi ini berfokus pada percepatan penanggulangan TBC dengan mengupas tuntas empat pilar utama penanganan TBC modern, yang meliputi:

  • Perubahan Penegakan Diagnosis dan Terapi TBC Sensitif Obat (SO) & Resisten Obat (RO): Membahas pembaruan standar pemeriksaan agar diagnosis lebih cepat dan akurat serta pemilihan rejimen terapi yang tepat.
  • Manajemen Efek Samping Obat Anti Tuberkulosis (OAT): Memberikan panduan praktis mengenali dan mengatasi berbagai efek samping obat selama masa pengobatan.
  • Edukasi Pasien TB: Strategi komunikasi terapeutik dan pendampingan psikososial untuk memastikan pasien patuh berobat hingga sembuh.
  • Penatalaksanaan TBC pada Koinfeksi HIV: Panduan klinis penanganan pasien yang mengalami TBC sekaligus HIV secara bersamaan guna menekan angka morbiditas dan mortalitas.

Acara ini menghadirkan para pakar klinis dan tenaga kesehatan profesional dari RS Paru Respira yang ahli di bidangnya masing-undang:

  • dr. Ramaniya Kirana, Sp.P — Memaparkan materi mengenai Perubahan Penegakan Diagnosis dan Terapi TBC SO dan TBC RO.
  • dr. Diana Septiyanti, Sp.P — Menjelaskan materi seputar Efek Samping OAT dan Penanganannya.
  • Atikah Rasa Fauzia, S.Kep.Ns — Membawakan sesi penting mengenai Edukasi Pasien TB dari sudut pandang keperawatan.
  • dr. Dian Fitria Kusumawardani, Sp.PD — Mengupas tuntas Penatalaksanaan TBC pada HIV berdasarkan pedoman medis terbaru.

Kegiatan sosialisasi ini dilangsungkan sebagai bagian dari program berkala RS Paru Respira dalam rangka memperkuat jejaring layanan kesehatan paru di wilayah Yogyakarta dan sekitarnya guna mencapai target eliminasi TBC nasional.

Sosialisasi diselenggarakan di RS Paru Respira, sebuah rumah sakit rujukan terkemuka yang berkomitmen penuh dalam pelayanan kesehatan paru dan pernapasan di Daerah Istimewa Yogyakarta.

Penerapan materi dari para narasumber dijabarkan melalui langkah-langkah taktis berikut:

  • Akurasi & Kecepatan Diagnosis (dr. Ramaniya Kirana, Sp.P): Peralihan menuju metode deteksi dini yang lebih sensitif (seperti Tes Cepat Molekuler/TCM) menjadi kunci utama untuk membedakan secara cepat antara TBC Sensitif Obat dan TBC Resisten Obat demi pemilihan terapi yang tepat sasaran.
  • Mitigasi Efek Samping (dr. Diana Septiyanti, Sp.P): Pasien dibekali pemahaman mengenai efek samping ringan hingga berat dari OAT (seperti gangguan lambung atau perubahan warna urine), disertai langkah penanganan medis yang tepat agar pasien tidak panik dan memutuskan menghentikan pengobatan secara sepihak.
  • Pendekatan Edukasi Holistik (Atikah Rasa Fauzia, S.Kep.Ns): Peran perawat sangat vital dalam memberikan dukungan moril, memastikan keteraturan minum obat melalui Pengawas Menelan Obat (PMO), serta memberikan edukasi pencegahan penularan di lingkungan rumah tangga.
  • Integrasi Terapi Koinfeksi (dr. Dian Fitria Kusumawardani, Sp.PD): Penanganan pasien TBC dengan HIV memerlukan sinkronisasi pengobatan Antiretroviral (ARV) dan OAT secara hati-hati untuk meminimalkan risiko interaksi obat serta efek simpang (rebound inflamasi).

Catatan Penting: Keberhasilan penanggulangan TBC tidak hanya bergantung pada kecanggihan medis di rumah sakit, melainkan juga sinergi yang kuat antara tenaga kesehatan, pasien, keluarga, dan lingkungan sosial untuk bersama-sama mewujudkan Indonesia Bebas TBC.

Sharing is caring!

Write a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Asap, Polusi Udara, dan Kesehatan Paru: Waspadai Bahaya PM2.5 bagi Pernapasan

Oleh:Susilawati.S.K.M Kualitas udara menjadi salah satu perhatian penting dalam menjaga kesehatan paru. Paparan polusi udara, …

Tingkatkan Keselamatan Lingkungan Kerja, RS Paru Respira Gelar Praktik K3RS 2026

Bantul-(21/8)Rumah Sakit Paru Respira secara konsisten berkomitmen menciptakan lingkungan kerja yang aman, nyaman, dan siap …

RS Paru Respira Gelar IHT K3RS 2026: Tingkatkan Kompetensi Demi Wujudkan Budaya Kerja Aman dan Pelayanan Bermutu

Tingkatkan Mutu Pelayanan dan Keselamatan Kerja, RS Paru Respira Gelar IHT K3RS 2026 Bantul – Keselamatan dan kesehatan …

MALAS GERAK APAKAH TIDAK SEHAT?

Mari, Mulai Aktif dari Hal-Hal Kecil! Oleh:Nur Handayani, S.KM Pernahkah Anda berniat beristirahat sejenak, tetapi tanpa …

Tips Menjaga Paru-Paru Tetap Sehat di Musim Kemarau

Penulis : Ayesha Amanda Larasati (Mahasiswa PKL – D!V Promkes UNY)Editor : Shukhalita Swasti A.,S.KM Musim kemarau …

Peringati HUT ke-81 RI, RS Paru Respira Gelar Upacara Bendera Khidmat untuk Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur

BANTUL – Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, Rumah Sakit Paru Respira …