Category: Uncategorized

Aromaterapi Lavender Sebagai Salah Satu Intervensi Komplementer Relaksasi

Terapi komplementer adalah terapi tradisional yang diberikan untuk mendukung terapi pengobatan modern (pengobatan medis). Dalam perkembangannya, terapi komplementer akhir-akhir ini menjadi sorotan banyak negara, bahkan di negara-negara maju seperti Amerika, China, dan Taiwan, terapi komplementer menjadi bagian penting dalam pelayanan kesehatan. Changhua Christian Hospital (CCH) adalah salah satu rumah sakit besar dan ternama di Taiwan, adalah salah satu penggagas rumah sakit yang memasukkan terapi komplementer pada layanan kesehatan. Terapi komplementer yang ada di CCH antara lain yoga, terapi musik, terapi seni, aromaterapi, acupuntur, pijat, tai chi, dan herbal China. Untuk pemilihan jenis terapi komplementer disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan pasien. Misalnya pada pasien kanker yang mengalami masalah nyeri dan gangguan tidur, dipilih terapi komplementer aromaterapi dengan menggunakan minyak atsiri (minyak esensial). Penggunaan aromaterapi minyak esensial dapat membantu merelaksasikan tubuh sehingga nyeri berkurang dan kualitas tidur meningkat.

            Minyak esensial adalah minyak yang dihasilkan dari jenis tumbuhan tertentu. Minyak ini berwujud cairan kental yang mudah menguap dan mempunyai aroma yang khas. Manfaat dari minyak esensial beragam, tergantung dari tanaman apa minyak tersebut dihasilkan. Lavender adalah salah satu jenis tanaman esensial yang hasil olahannya dapat digunakan sebagai aromaterapi. Kandungan utama dari bunga lavender adalah linalyl asetat dan linalool. Linalool ini yang mempunyai peran memunculkan efek anti cemas atau relaksan. Adapun hasil olahan dari minyak esensial lavender, selain digunakan untuk aromaterapi, bisa juga digunkan sebagai pengusir nyamuk, antioksidan, perawatan kulit, dan perawatan rambut.

            Aromaterapi lavender biasanya dalam bentuk water diffuser atau dalam bentuk variasi jenis parfum yang lainnya. Penggunaan aromaterapi lavender tidak hanya terbatas pada pasien kanker yang mengalami nyeri dan gangguan tidur. Pasien yang mengalami kecemasan dalam mengahadapi suatu keputusan medis seperti menjelang dilakukannya operasi, cemas karena adanya vonis diagnosa kronis, nyeri post operasi, kebingungan mengambil keputusan, kehilangan fungsi tubuh, dan kecemasan akibat yang lainnya, dapat diberikan intervensi pemberian aromaterapi lavender untuk mendukung terapi medis yang telah diberikan. Penelitian yang dilakukan oleh Annisa tahun 2020 menyatakan bahwa aromaterapi lavender dapat digunakan untuk menurunkan tingkat kecemasan. Senada dengan penelitian tersebut, penelitian yang dilakukan oleh Maharani pada tahun 2021 menyatakan bahwa aromaterapi lavender dapat menurunkan insomnia pada remaja.

            Dengan adanya evidance based yang ada, dan juga telah digunakannya aromaterapi sebagai terapi komplementer di beberapa rumah sakit negara maju seperti di CCH Taiwan, aromaterapi lavender dapat dijadikan salah satu pilihann terapi komplementer pada pasien yang mengalami gangguan kecemasan, nyeri, dan gangguan pola tidur. Selain karena manfaatnya, aromaterapi lavender juga memiliki efek samping yang kecil dan cocok ditanam di iklim tropis seperti di Indonesia.

Pengolahan tanaman lavender pun tergolong mudah. Seperti kebanyakan tanaman atsiri yang lainnya, bahwa ketika akan dipanen, dua minggu sebelumnya tanaman akan dibuat “stress” terlebih dahulu dengan cara tidak dipupuk dan disiram. Dengan adanya kondisi “stress” pada tanaman atsiri, berakibat semakin banyak minyak esensial yang dihasilkan. Kemudian setelah dilakukan panen, bunga lavender masih perlu didiamkan pada ruang kering paling tidak dua hari. Setelah mengering, bunga lavender siap untuk diolah untuk menghasilkan minyak esensial. Salah satu proses mengolah bunga lavender menjadi minyak esensial adalah dengan proses penyulingan (distilasi), adapun jenis penyulingan ada tiga yaitu penyulingan rebus, penyulingan kukus, dan penyulingan uap. Dan dari ketiga jenis penyulingan tersebut, penyulingan kukus lebih banyak dipilih karena kualitas dan kuantitas minyak esensial yang dihasilkan lebih baik. Kemudian minyak esensial lavender hasil pengolahan tersebut dapat digunakan sebagai bahan baku beberapa produk, misalnya water diffuser, parfum, dupa lavender,lotion anti nyamuk, dan bahkan digunakan sebagai campuran bahan makanan.

Nah sekarang sudah tau kan manfaat lavender?? Ya…salah satunya dapat digunakan untuk menunjang kesehatan, sebagai terapi komplementer yaitu aromaterapi lavender yang jika digunakan baik dengan difusser ataupun parfum, dapat menurunkan kecemasan, mengurangi nyeri, dan membuat tidur lebih nyenyak.

Oleh: Agung Rejecky, S.Kep., Ns

Perawat IGD RS Paru Respira DIY/ Pasca Sarjana Magister Keperawatan UMY

Daftar Pustaka

AP, I. P. D. (2013). Lavender Aromateraphy As a Relaxant. E-Jurnal Medika        Udayana, 21-53.

Maharani, A. P. (2021). Aroma Terapi Lavender untuk Mengatasi Insomnia pada   Remaja. Jurnal Penelitian Perawat Profesional, 3(1), 159-164.

Yi – Min, Chen. 2020. Complementary Therapy in Palliative Care,   https://www.youtube.com/watch?v=-_og-epgbzk&t=33s

Sampah Puntung Rokok : Sampah Kecil yang Ternyata….

Jumlah perokok aktif di Indonesia jumlahnya tidak sedikit. Berdasarkan data BPS jumlah perokok aktif dengan usia ≥15 tahun ada sekitar 28,96% dari total jumlah penduduk Indonesia. Rokok tidak saja menimbulkan dampak buruk pada kesehatan, tetapi ternyata juga mengganggu lingkungan. Asap rokok dapat menimbulkan polusi bahkan dapat membahayakan ketika terhirup oleh paru-paru. Kemudian puntung rokok yang selama ini dianggap sepele ternyata juga dapat menimbulkan pencemaran lingkungan. Setiap harinya perokok aktif dapat merokok lebih dari satu batang rokok. Bisa kita bayangkan berapa banyak setiap perokok menghasilkan sampah puntung rokok setiap harinya.

              Berbicara mengenai sampah puntung rokok, menurut Badan Kesehatan Dunia (WHO) ada jutaan perokok yang membuang puntung rokok secara sembarangan. Sering kita lihat sampah puntung rokok dijalan-jalan, selokan, taman dan lain sebagainya. Sampah-sampah ini nantinya lambat laun dapat berujung hingga ke laut. Pada tahun 2019, pernah terjadi belasan penyu di suatu pantai di daerah Bengkulu mati. Belum diketahui secara jelas penyebab pasti matinya belasan penyu. Akan tetapi pada bagian pencernaan penyu banyak ditemukan sampah plastik, karet hingga puntung rokok. Hasil riset yang dilakukan peneliti Universitas Georgia, Jenna Jambeck yang dirilis pada 2015, menunjukkan bahwa Indonesia menjadi negara kedua penyumbang sampah di laut setelah China. Setidaknya, ada 187,2 juta ton sampah dari Indonesia ada di laut. Dari jumlah tersebut sampah puntung rokok menjadi sampah terbanyak yang ditemukan. Penelitian lain yang dilakukan di  Pantai Batu Payung, Desa Sedau,  Kabupaten Bengkayang dan Pantai Pasir Panjang, Desa Karimunting, Kota Singkawang, Provinsi Kalimantan Barat juga menemukan bahwa  jenis sampah terbanyak adalah sampah plastik, yang berupa bungkus makanan, sedotan, dan puntung rokok.(Dian Rahayu Jati, dkk, 2020).

              Dengan adanya hal tersebut, kita dapat melihat bahwa ternyata sampah puntung rokok sudah meresahkan lingkungan. Dan sampah puntung rokok ternyata bukan sampah biasa, melainkan termasuk sampah bahan berbahaya dan beracun (B3). Namun, hal ini tidak sepenuhnya disadari oleh semua orang terutama perokok aktif. Bahkan ada studi dari Keep America Beautiful (KAB) melaporkan bahwa 77% responden survei berpikir bahwa puntung rokok itu bukan sampah. Puntung rokok tidak saja menjadi sampah visual yang menganggu keindahan lingkungan, tapi juga mengancam kehidupan makhluk hidup maupun lingkungan. Puntung rokok terdiri dari ribuan serat selulosa asetat yang merupakan filter pada batang rokok, meskipun dapat terurai secara biologis, membutuhkan waktu bertahun-tahun untuk terurai . Serat selulosa asetat, seperti mikroplastik lainnya, juga merupakan polutan umum yang ditemukan di ekosistem, bahkan terakumulasi di dasar laut dalam.

              Filter rokok bekas juga mengandung ribuan bahan kimia yang dapat membunuh tanaman, serangga, tikus, jamur, dan makhluk hidup lainnya. Bahkan, beberapa bahan kimia dalam filter rokok bekas dikenal sebagai karsinogen, senyawa penyebab kanker.      Kemudian ada penelitian dari Departemen Biologi Anglia Ruskin University pada 2019, menyebutkan bahwa puntung rokok mengurangi tumbuhnya kecambah pada rumput dan semanggi hingga 25 persen. Selain itu, puntung rokok juga mengurangi jumlah biomassa akar semanggi hampir 60 persen. Kemudian, penelitian dari Slaughter, dkk. (2014) menyatakan racun yang terkandung di dalam 1 puntung yang diencerkan dengan 1 liter air cukup untuk membunuh ikan dan biota laut lainnya yang dapat dimasukkan ke dalamnya. Penelitian lain yang hampir serupa juga mengungkap bahwa semakin lama waktu paparan limbah tembakau puntung rokok maka akan semakin menganggu perkembangan embrio ikan yang ada di perairan (Diyah Ayu, 2018).

              Tidak berhenti disitu, mikroplastik yang berasal dari rokok dapat masuk ke tubuh manusia melalui saluran pernapasan dan mengendap di alveolus paru. Selain itu, mikroplastik dapat masuk ke dalam pencernaan manusia. Mikroplastik yang ada di perairan seringkali tertelan oleh biota perairan dimana biota tersebut yang sering dikonsumsi manusia. Tentu ini membahayakan kesehatan manusia. Lebih lanjut, ternyata mikroplastik juga mengganggu siklus hidrologi air. Ketika mikroplastik menguap akan mengikat molekul air, sehingga air menjadi terkontaminasi zat berbahaya.

              Terkait sampah puntung rokok tidak terlepas dari jumlah perokok itu sendiri. Semakin meningkatnya jumlah perokok dan jumlah konsumsi rokok tentu berdampak pada peningkatan sampah puntung rokok. Untuk itu, dalam rangka peringatan Hari Tanpa Tembakau Sedunia yang jatuh pada tanggal 31 Mei, mengajak kita untuk sadar dan memahami tidak saja rokok dan asap rokok yang berbahaya bagi kesehatan, namun sampah puntung rokok pun juga berbahaya bagi lingkungan. Perlu bagi semua orang memahami sampah puntung rokok bukan sampah rumah tangga,melainkan sampah bahan berbahaya dan beracun. Edukasi oleh pihak yang berkompeten tentang hal ini dapat meningkatkan kesadaran masyarakat terutama perokok aktif untuk tidak membuang sampah puntung rokok sembarangan. Edukasi dapat dilakukan melalui kampanye maupun iklan layanan masyarakat. Pemerintah dengan kolaborasi masyarakat dapat menyediakan tempat sampah khusus untuk sampah puntung rokok. Pemerintah juga dapat memberikan sanksi tegas tentang larangan membuang sampah puntung rokok sembarangan bagi masyarakat. Selain itu juga pemerintah dan masyarakat dapat berkolaborasi terkait pemanfaatan limbah puntung rokok untuk mengurangi jumlah sampah yang ada. Bisa kita liat dalam salah satu penelitian dimana pemisahan nikotin dari puntung rokok dapat dimanfaatkan sebagai bahan insektisida. (Amri Aji, dkk, 2015). Penelitian lain juga menyebutkan bahwa limbah puntung rokok filter dapat dimanfaatkan sebagai bahan campuran pembuatan beton ringan berpori. (Agata Iwan Candra, dkk, 2019). Tapi perlu kita ingat, bagaimanapun yang terbaik adalah bagaimana perokok dapat berhenti merokok atau setidaknya mengurangi jumlah perokok dan jumlah konsumsi rokok. Karena pemanfaatan limbah puntung rokokpun tidak akan berguna ketika tingkat konsumsi rokok masih tinggi. Sampah puntung rokok akan tetap menggunung dan semakin tidak terkendali dampaknya bagi kesehatan maupun lingkungan. Yuk kita mulai dari diri sendiri untuk tidak merokok dan menjaga lingkungan kita mulai dari sekarang.

By : Nur Handayani, S.KM

Daftar Pustaka

Agata Iwan Candra, dkk. 2019. Pemanfaatan Limbah Puntung Rokok Filter Sebagai Bahan Campuran Beton Ringan Berporihttps://scholar.google.com

Amri Aji, dkk. 2015. Isolasi Nikotin Dari Puntung Rokok Sebagai Insektisida. Jurnal Teknologi Kimia Unimal 4 : 1 (Mei 2015) 100 – 12

Adinda Permatasari, dkk. 2019. Indonesia Penyumbang Limbah Puntung Rokok Terbesar Kedua di Dunia. https://www.viva.co.id tanggal 25 November 2019

BPS. 2021. Persentase Merokok Pada Penduduk Umur ≥ 15 Tahun Menurut Provinsi (Persen), 2019-2021. https://www.bps.go.id

Dian Rahayu Jati, dkk. 2020. Identifikasi Jenis Dan Jumlah Sampah Laut Di Kabupaten Bengkayang Dan Kota Singkawang (Monitoring Of Marine Litter In Bengkayang District And Singkawang City). Jurnal Teknologi Lingkungan Basah Vol. 8 No. 1

Fatma Fitrianuari Fatima,dkk. 2021. Sampah puntung rokok, si kecil pembawa petaka yang diacuhkan. https://www.ekuatorial.com tanggal 24 Maret 2021

Lenny Isnaeni Sugianto, dkk. 2020. Perancangan Kampanye Sampah Puntung Rokok Di Taman Kota Bandung (Studi Kasus : Alun-Alun Bandung, Alun-Alun Regol Dan Taman Lansia). https://journalkreatif.sttbandung.ac.id/index.php/files/issue/view/2

Lestari, Diyah Ayu. 2018. Pengaruh Paparan Limbah Tembakau Puntung Rokok Dengan Waktu Yang Berbeda Terhadap Perkembanagan Embrio Ikan Zebra (Danio Rerio). http://repository.ub.ac.id/id/eprint/11682

Prisca Triferna Violetta, dkk. 2022. Peneliti: Sampah puntung rokok ikut sebabkan cemaran mikroplastik. https://www.antaranews.com tanggal 27 Mei 2022

Swastika, Amira. 2019. Tak Hanya Sampah Plastik, Puntung Rokok Juga Berbahaya Bagi Lingkungan. https://nationalgeographic.grid.id tanggal 15 Agustus 2019

Waste Management. 2020. Sampah Puntung Rokok: Kecil, Berbahaya, dan Ada Dimana-mana. https://waste4change.com tanggal 23 Oktober 2020

Indeks Kepuasan Masyarakat

Sahabat Paru,

Dalam mewujudkan upaya peningkatan kualitas layanan di RS Paru Respira, pada tahun 2021 ini telah dilaksanakan Survei Kepuasan Masyarakat (SKM) di RS Paru Respira dengan hasil Indeks Kepuasan Masyarakat (IKM) 81,16 dengan Mutu Pelayanan B dan Kinerja Unit Layanan dalam kategori Baik.

SKM dilakukan untuk mengetahui tingkat kepuasan pengguna layanan dan memperoleh umpan balik berupa keluhan, saran atau masukan guna meningkatkan kualitas pelayanan. RS Paru Respira Dinas Kesehatan DIY senantiasa akan terus berinovasi dan meningkatkan kualitas pelayanan

Kami mengucapkan terima kasih kepada semua pihak, terutama pengguna layanan yang telah berpartisipasi dalam Survei Kepuasan Masyarakat ini.

#SKM #rsprespira


TeleRespira

Respiratizen, di masa pandemi dengan kasus memuncak seperti saat ini, yang paling aman adalah periksa via online ( telemedicine) untuk bisa tetap di rumah saja.
Kabar baiknya Rumah Sakit Paru Respira per 5 Juli 2021 membuka layanan periksa online, TeleRespira. Dapat memilih via VideoCall WA atau ZoomMeeting.
Note : Pendaftaran H-1 bisa kontak Whatsapp 083830336210 dengan format DAFTAR TELERESPIRA/NAMA/NO.KTP/UMUR/ALAMAT/TANGGAL KONSULTASI DOKTER.
Dan ingat, jangan lupa berpartisipasi dalam vaksinasi Covid19 sebagai salah satu jalan atasi pandemi ini, serta tetap taat protokol kesehatan setiap saat.
Untuk Respiratizen yang ingin konsultasi Free via chat WhatsApp, bisa akses layanan kami, TANGLET RESPIRA, 08973177779.
Respira, SAHABAT Paru dan Pernapasan Anda

Lima Imbauan Utama Gubernur DIY Soal COVID19

Oleh: Humas Jogjaprov

Yogyakarta (15/03/2020) jogjaprov.go.id – Menanggapi situasi dan kondisi di Daerah Istimewa Yogyakarta terkait Corona Virus Disease (COVID19), Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X mengadakan jumpa pers dengan kalangan media pada Minggu (15/03) siang di Gedhong Pracimosono, Kompleks Kepatihan, Yogyakarta.
Terdapat lima pokok hasil dari tindak lanjut penanggulangan virus COVID19 tersebut yakni:

.
Jumlah Pasien Terindikasi
Berdasarkan data dari Rumah Sakit Rujukan COVID19 di DIY per Minggu (15/03) pukul 11.30 WIB, jumlah pasien terindikasi korona yang sudah diperiksa ada 17 orang. Dari jumlah tersebut, 12 orang dinyatakan negatif, 1 orang dinyatakan positif, dan 4 orang lainnya masih menunggu hasil uji laboratorium pusat.

Tindak Lanjut – Penanggulangan Pasien
Pasien yang dinyatakan positif atau Pasien Dalam Pengawasan (PDP), akan ditindaklanjuti dan dibiayai oleh pusat

  • Pasien yang dinyatakan negatif atau Orang Dalam Pemantauan (ODP), akan ditindaklanjuti dan dibiayai oleh Pemerintah Daerah (Pemda)

Sterilisasi Wilayah

  • Mempertimbangkan referensi dari ahli mikrobiologi dan juga perkembangan situasi terkini yang terjadi di RS Rujukan DIY, status DIY belum dapat dinyatakan sebagai daerah dengan Kejadian Luar Biasa (KLB)
    .
    -Demikian halnya pemberlakuan skema locked down untuk DIY, masih belum dapat dilakukan. Adapun ketentuan ini bersifat dinamis dengan mempertimbangkan perkembangan situasi dan kondisi yang terjadi.
    Kegiatan pariwisata, kunjungan, atau sejenisnya masih berjalan seperti biasanya. Ketentuan ini bersifat dinamis dengan tetap melaukan observasi pada perkembangan situasi dan kondisi faktual. Tentunya dengan tetap mempertimbangkan sektor ekonomi karena sebagian lapisan masyarakat akan terdampak pada penurunan pendapatan.
    .
    Keberlanjutan Proses Belajar Mengajar
  • Bagi Sekolah Menengah Atas/Kejuruan yang akan menjalani Ujian Nasional mulai Senin (16/03), diharapkan untuk tetap melanjutkan ujian nasional di sekolah masing-masing sebagaimana adanya
    .
    -Untuk proses belajar mengajar di tingkat universitas swasta maupun negeri atau di tingkat sekolah yang tidak sedang menjalani ujian nasional, masih perlu pembahasan lebih lanjut dan akan diputuskan pada Senin (16/03) siang. Sultan menjelaskan bahwa sistem belajar online dilakukan, sejatinya lebih baik dilakukan hingga 1 minggu setelah libur lebaran. Hal tersebut menjadi salah satu antisipasi 300,000 mahasiswa yang menuntut ilmu di Yogyakarta pulang ke kampung halaman dan kembali lagi ke Yogyaarta. Tenggat waktu tersebut ditakutkan sebagai waktu yang sama dengan masa inkubasi virus COVID19.
    .
    Antisipasi dan Kegiatan Preventif
    .
    -Seluruh Kabupaten/Kota diimbau untuk dapat menggerakkan masyaraatnya agar senatiaa hidup sehat misalnya selalu menjaga kebersihan tangan dengan menggunakan sabun biasa atau tisu basah, sebab produk pencuci tangan (hand sanitizer) hanya akan menghalau bakteri namun bukan virus.
    .
    -Pemda bersama masyarakat harus saling bahu-membahu untuk menyelamatkan dan menangani yang sakit, serta menjaga yang sehat agar jangan sampai sakit. Masyarakat bukan hanya merupakan objek, namun juga bias berperan sebagai subjek yang turut aktif mencegah penyebaran virus.
    .
    Adapun secara garis besar, Sultan berharap bahwa masyarakat DIY dapat menyikapi pandemik virus ini dengan bijak, tetap waspada, dan tidak berlebihan. Keputusan dan tindak lanjut yang diambil hendaknya tidak membuat kejutan-kejutan pada publik dan memunculkan disinformasi
    .
    Selanjutnya, untuk informasi dan nomor kontak antiipasi virus COVID 19, dapat menghubungi
    (0274) 555585 dan 08112764800.