Berita

Khidmat Peringati Hari Lahir Pancasila, Karyawan RS Paru Respira Teguhkan Semangat Pemersatu dan Perdamaian

​BANTUL – Mengawali bulan Juni dengan semangat kebangsaan, seluruh jajaran manajemen dan karyawan Rumah Sakit Paru Respira melaksanakan upacara bendera memperingati Hari Lahir Pancasila pada 1 Juni. Upacara yang digelar di halaman utama rumah sakit ini diikuti dengan penuh khidmat oleh jajaran direksi, staf medis, paramedis, serta karyawan non-medis yang sedang tidak dalam jam dinas pelayanan langsung.
​Peringatan tahun ini mengusung tema yang sangat kuat, yaitu “Pancasila Pemersatu Bangsa, Fondasi Perdamaian Dunia”. Tema ini menjadi refleksi penting bagi seluruh keluarga besar RS Paru Respira untuk terus merawat persatuan di lingkungan kerja serta menebarkan nilai-nilai kemanusiaan yang menjadi akar perdamaian.
​Pancasila sebagai Kompas Pelayanan Kesehatan
​Bertindak sebagai Pembina Upacara, Direktur RS Paru Respira dalam amanatnya menyampaikan bahwa esensi Pancasila sebagai pemersatu bangsa dan fondasi perdamaian sangat relevan dengan misi kemanusiaan di rumah sakit.
​”Rumah sakit adalah tempat bertemunya berbagai keberagaman, baik dari latar belakang karyawan maupun pasien yang kita layani. Dengan menjadikan Pancasila sebagai fondasi, kita menciptakan lingkungan pelayanan yang harmonis, damai, dan adil tanpa memandang perbedaan. Inilah bentuk nyata kita dalam menjaga persatuan bangsa.”
​Catatan Penting Peringatan Hari Lahir Pancasila di RS Paru Respira:
​Penyemat Pemersatu (Sila Ke-3): Menjaga soliditas dan kolaborasi erat antar-ruangan dan profesi di rumah sakit demi menghadirkan pelayanan kesehatan yang terintegrasi dan prima.
​Fondasi Kemanusiaan dan Perdamaian (Sila Ke-2): Memberikan pelayanan yang inklusif, ramah, dan penuh empati, guna menciptakan rasa aman dan damai bagi setiap pasien dan keluarga yang datang berobat.
​Komitmen Bersama: Menjadikan momentum kesaktian nilai Pancasila untuk menyatukan visi RS Paru Respira dalam menyehatkan masyarakat, khususnya dalam pelayanan kesehatan respirasi.
​Pelayanan Pasien Tetap Berjalan Prima
​Manajemen RS Paru Respira memastikan bahwa pelaksanaan upacara bendera ini sama sekali tidak mengganggu jalannya pelayanan publik. Petugas di area kritikal seperti Instalasi Gawat Darurat (IGD), ruang rawat inap, dan fasilitas intensif tetap bersiaga penuh 24 jam melalui sistem pembagian tugas (shift) yang telah diatur sebelumnya.
​Upacara ditutup dengan doa bersama untuk persatuan bangsa Indonesia, kedamaian dunia, serta kesembuhan bagi seluruh pasien yang sedang menjalani perawatan di RS Paru Respira.
​Selamat Hari Lahir Pancasila 2026. Dari RS Paru Respira untuk Indonesia yang bersatu dan Dunia yang Damai!

Sharing is caring!

Write a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Pekan Olahraga KORPRI (PORPRI) Pemda Daerah Istimewa Yogyakarta 2026

Jumat 24 Juli 2026, Pembukaan Pekan Olahraga KORPRI (PORPRI) Pemda DIY kembali hadir pada tahun 2026 ini. Ajang olahraga …

Peringati Hari Anak Nasional 2026, RS Paru Respira Tegaskan Komitmen Wujudkan Generasi Sehat dan Berkarakter

Bantul, (23/7) Dalam rangka memperingati Hari Anak Nasional (HAN) 2026, Rumah Sakit Paru Respira Yogyakarta kembali mengajak …

Meningkatkan Mutu Pelayanan: Pelatihan Service Excellence RS Paru Respira

Bantu,16Juli2026.Di dunia kesehatan, pelayanan bukan sekadar tugas administratif atau tindakan medis; pelayanan adalah bentuk …

Es Teh Manis Setiap Hari? Segar Sesaat, Dampaknya Bisa Lebih Lama

Oleh : Nur Handayani, S.KM Di tengah cuaca yang semakin panas, segelas es teh manis sering menjadi pilihan utama untuk melepas …

Edukasi Sejak Dini: RS Paru Respira Gelar Penyuluhan Bahaya Rokok dan Vape di MPLS SMP IT LHI

Bantul(14/7)-Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) merupakan momen krusial bagi para siswa baru untuk beradaptasi dengan …

RS Paru Respira Terima Kunjungan UPTD Klinik Utama Lawamena dalam Upaya Memperkuat Kolaborasi Pelayanan Kesehatan

Bantul, (13/7) – RS Paru Respira menerima kunjungan dari UPTD Klinik Utama Lawamena, Bhakti Kesehatan Provinsi Maluku dalam …