Cuaca Dingin Melanda Yogyakarta, Apa Dampaknya bagi Kesehatan Paru?
Oleh:Susilawati.S.K.M
Beberapa pekan terakhir, masyarakat Daerah Istimewa Yogyakarta merasakan udara malam hingga pagi yang jauh lebih dingin dibanding biasanya. Kondisi ini merupakan fenomena bediding, yaitu udara dingin yang umum terjadi pada musim kemarau akibat angin muson timur dari Australia yang membawa massa udara lebih dingin dan kering ke Pulau Jawa. Tahun 2026, fenomena ini terasa lebih nyata karena dipengaruhi kondisi musim kemarau yang lebih kering.
Meskipun udara dingin tidak secara langsung menyebabkan penyakit paru, kondisi ini dapat memengaruhi saluran napas dan memperburuk gejala pada orang yang sudah memiliki gangguan pernapasan, seperti asma, Penyakit Paru Obstruktif Kronik (PPOK), bronkitis kronis, maupun alergi saluran napas.
Mengapa Cuaca Dingin Berpengaruh pada Paru?
Saat menghirup udara yang dingin dan kering, saluran napas akan berusaha menghangatkan serta melembapkan udara sebelum mencapai paru-paru. Proses ini dapat menyebabkan penyempitan saluran napas pada sebagian orang sehingga muncul keluhan seperti:
- Batuk yang semakin sering.
- Napas terasa sesak.
- Dada terasa berat atau nyeri.
- Mengi (bunyi “ngik-ngik” saat bernapas).
- Produksi dahak meningkat.
Selain itu, udara yang lebih kering dapat membuat lapisan pelindung saluran napas menjadi kurang optimal sehingga lebih mudah teriritasi oleh debu, asap rokok, maupun polusi.
Siapa yang Perlu Lebih Waspada?
Beberapa kelompok memiliki risiko lebih tinggi mengalami gangguan pernapasan saat cuaca dingin, antara lain:
- Penderita asma.
Udara dingin merupakan salah satu pemicu kekambuhan asma.
Gejala yang sering muncul antara lain:
- Batuk malam hari.
- Sesak saat bangun pagi.
- Napas berbunyi mengi.
- Penderita PPOK
Pada pasien PPOK, cuaca dingin dapat memperberat sesak napas dan membuat aktivitas sehari-hari menjadi lebih berat.
- Pasien dengan riwayat tuberkulosis (TB) yang masih memiliki gangguan fungsi paru.
- Lansia dan Anak-anak
Sistem pertahanan saluran napas pada lansia dan anak-anak belum seoptimal orang dewasa sehat, sehingga lebih mudah mengalami gangguan pernapasan.
- Perokok aktif maupun pasif.
Paparan asap rokok ditambah udara dingin dapat meningkatkan iritasi saluran napas dan mempercepat penurunan fungsi paru.
- Orang dengan daya tahan tubuh yang menurun.
Pada kelompok tersebut, perubahan suhu yang mendadak dapat memicu kekambuhan penyakit sehingga memerlukan penanganan lebih cepat.
Apakah Cuaca Dingin Menyebabkan ISPA?
Perlu dipahami bahwa udara dingin bukan penyebab langsung infeksi saluran pernapasan (ISPA). Penyebab ISPA adalah virus atau bakteri. Namun, cuaca dingin dapat membuat daya tahan saluran napas menurun dan membuat seseorang lebih rentan mengalami infeksi, terutama bila disertai paparan debu, polusi, atau kontak dengan orang yang sedang sakit.
Oleh karena itu, menjaga kebersihan tangan, menggunakan masker saat sakit, dan menghindari kontak dekat dengan penderita ISPA tetap sangat penting.
Tips Menjaga Kesehatan Paru Saat Cuaca Dingin
Agar paru tetap sehat selama fenomena bediding, lakukan beberapa langkah berikut:
- Gunakan pakaian hangat, terutama saat malam dan pagi hari.
- Tetap minum air putih yang cukup meskipun tidak merasa haus.
- Gunakan masker ketika berada di lingkungan berdebu atau berpolusi.
- Hindari asap rokok dan paparan rokok elektrik.
- Tetap berolahraga secara rutin dengan intensitas yang sesuai kondisi tubuh.
- Konsumsi makanan bergizi dan cukup istirahat untuk menjaga daya tahan tubuh.
- Bagi penderita asma atau PPOK, gunakan obat sesuai anjuran dokter dan jangan menghentikan terapi tanpa konsultasi.
Kapan Harus Segera Memeriksakan Diri?
Segera datang ke fasilitas kesehatan apabila mengalami:
- Sesak napas yang semakin berat.
- Batuk disertai dahak berwarna kuning kehijauan atau berdarah.
- Demam tinggi yang tidak membaik.
- Nyeri dada saat bernapas.
- Keluhan batuk lebih dari dua minggu, terutama bila disertai penurunan berat badan atau keringat malam.
Pemeriksaan sejak dini membantu dokter menentukan penyebab keluhan dan memberikan penanganan yang tepat sebelum kondisi menjadi lebih berat.
Kesimpulan
Fenomena bediding di Yogyakarta memang bukan penyebab langsung penyakit paru, tetapi dapat memperberat keluhan pada penderita asma, PPOK, maupun gangguan pernapasan lainnya. Menjaga tubuh tetap hangat, menghindari asap rokok, serta segera memeriksakan diri bila muncul gejala yang mengganggu merupakan langkah penting untuk mempertahankan paru yang sehat di tengah cuaca dingin.
RS Paru Respira Yogyakarta mengimbau masyarakat untuk lebih peduli terhadap kesehatan paru, terutama selama musim kemarau dan saat suhu udara terasa lebih dingin dari biasanya.
Referensi :
- https://www.detik.com/jogja/berita/d-8571835/fenomena-bediding-di-jogja-sampai-kapan-ini-kata-bmkg?utm_source
- https://www.cdc.gov/asthma/triggers.html?utm_source
- https://www.cdc.gov/asthma/triggers.html?utm_source
- https://www.who.int/health-topics/chronic-respiratory-diseases?utm_source
- https://www.kemkes.go.id?utm_source







Write a Comment