DAMPAK PERUBAHAN IKLIM BAGI KESEHATAN
Oleh: Susilawati.,SKM
Perubahan cuaca yang ekstrim atau bisa disebut juga dengan globalisasi ternyata memiliki pengaruh bagi kesehatan manusia. Umumnya diketahui bahwa perubahan iklim hanya akan berdampak kepada lingkungan dan alam. Ternyata kondisi cuaca yang berubah-ubah secara drastis mampu mempengaruhi kondisi manusia dari segi fisik maupun non fisik.
Tidak ada pencegahan yang bisa dilakukan terhadap perubahan iklim, yang bisa dilakukan manusia adalah kesiapsiagaan agar bisa menjaga kesehatan lebih baik saat perubahan iklim,” dengan menangani atau mengurangi dampak dari perubahan iklim, seperti makan lebih sehat dan menjaga sistem kekebalan tubuh agar terhindar dari berbagai penyakit akibat perubahan iklim.
Berikut beberapa contoh pengaruh perubahan iklim terhadap kesehatan manusia :
- Cuaca Panas Berlebihan Dapat Memicu Penyakit Jantung
Suhu udara yang meningkat secara signifikan dapat mempengaruhi kondisi kesehatan jantung. Dan apabila seseorang mengalami dehidrasi serta terpapar panas yang ekstrim maka dapat berpotensi memicu kerusakan pada otak. Hal tersebut bisa dipastikan juga mempengaruhi perilaku manusia.
- Infeksi Saluran pernafasan akut dan Pneumonia
Infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) adalah penyakit infeksi yang menyerang saluran napas, mulai dari hidung sampai alveoli paru-paru. ISPA yang berkepanjangan dapat berkembang menjadi pneumonia. Peningkatan suhu bumi secara global karena perubahan iklim dapat menyebabkan kebakaran semak dan hutan. Kondisi ini dapat memicu bencana asap dan meningkatkan risiko penyakit ISPA sampai pneumonia.
- Tuberkulosis (TBC)
Tuberkulosis atau TBC adalah penyakit yang disebabkan infeksi bakteri Mycobacterium tuberculosis. Perubahan iklim bisa membuat suhu rendah, kelembapan udara menurun, dan lebih berangin. Kondisi ini secara langsung dan tidak langsung dapat meningkatkan risiko penularan TBC.
- Perubahan iklim yang berdampak pada banjir dan kekeringan sama-sama bisa menyebabkan diare. Kebersihan lingkungan yang menurun dan minimnya ketersediaan air bersih saat banjir membuat orang lebih rentan terkena diare. Sementara itu, kekeringan bisa menyebabkan kelangkaan air bersih dan membuat konsentrasi patogen atau kuman seperti biang diare meningkat.
- Cuaca yang Ekstrem dapat menyebabkan Daya Imun Tubuh Menurun
Selain panas yang ekstrim, cuaca dingin yang berlebihan juga bisa mengakibatkan daya imun tubuh menurun sehingga mudah terserang penyakit. Pada masa pancaroba ini bukan hanya manusia yang tidak bisa selalu keluar rumah, akan tetapi bakteri-bakteri dalam tubuh juga akan terperangkap dan menyebabkan daya imun menurun.
- Alergi
Udara yang lebih hangat karena perubahan iklim juga bisa merangsang penyerbukan bunga. Semakin banyak penyerbukan bunga terjadi, serbuk sari yang menguar ke udara juga semakin meningkat. Kondisi ini bisa jadi penyebab alergi sering kambuh bagi orang yang sebelumnya punya riwayat serbuk sari.
- Demam Berdarah Dengue dan Malaria
Perubahan iklim yang berdampak pada cuaca ekstrim bisa menyebabkan peningkatan intensitas hujan disertai angin kencang dan banjir. Kondisi ini bisa menyebabkan lingkungan jadi tempat ideal untuk nyamuk berkembang biak, termasuk nyamuk penyebab demam berdarah dengue (DBD) dan malaria. Dengan kondisi perubahan iklim ini, wabah penyakit malaria dan DBD semakin banyak.
- Kulit Terbakar Matahari
Perubahan iklim dapat menyebabkan cuaca ekstrim yang sulit ditebak. Peningkatan suhu ekstrem disertai paparan sinar matahari berlebihan tak jarang juga meningkatkan kejadian kulit terbakar ( skin burning )
- Kesehatan Mental
Bahaya perubahan iklim bagi kesehatan manusia yang terakhir dapat mempengaruhi kondisi mental. Perubahan iklim dapat meningkatkan risiko terjadinya cuaca ekstrem dan bencana alam yang terjadi di berbagai daerah di dunia. Frekuensi cuaca ekstrem dan bencana alam yang semakin sering terjadi, tentu akan menimbulkan trauma dan stres bagi korban yang terkena dampak.
Kita dapat melakukan beberapa hal untuk mengatasi perubahan iklim dengan :
- Menanam Pohon
- Melakukan pelestarian Lingkungan
- Mengurangi penggunaan kendaraan bermotor pribadi
- Menerapkan Reduce, Reuse, Recycle
Tangan dapat menjadi tempat virus dan bakteri menempel, sehingga cara ampuh untuk membunuh virus dan bakteri, kita harus rajin mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir.
Asupan gizi penting bagi sistem imun tubuh. Untuk itu penting bagi kita memperhatikan pola asupan makan. Cukupin asupan makan kita dengan makanan bergizi yang mengandung 5 kelompok pangan dalam setiap kita makan. Kelompok tersebut adalah makanan pokok, lauk-pauk, sayuran, buah-buahan dan minuman. Mengonsumsi lebih dari satu jenis untuk setiap kelompok makanan (makanan pokok, lauk pauk, sayuran dan buah-buahan) setiap kali makan akan lebih baik.
Olahraga merupakan salah satu cara sederhana dan mudah tetapi manfaatnya besar. . Latihan fisik selama 30 menit mampu mengaktifkan sel darah putih (lekosit).
Minum air putih yang cukup. Karena dengan tercukupinya kebutuhan air harian kita, maka zat yang tidak diperlukan oleh tubuh akan terbuang, selain itu air putih juga dapat membantu menyingkirkan dahak atau lendir bagi pasien penderita flu.
Tubuh butuh istirahat dalam sehari. Penting bagi kita untuk memiliki cukup waktu tidur. Dilansir dari Jurnal tentang rekomendasi waktu tidur yang dikeluakan oleh National sleep Foundation, Washington DC, USA, rekomendasi waktu tidur perhari untuk anak prasekolah usia 3-5 tahun selama 10-13 jam, anak sekolah usia 6-13 tahun selama 9-11 jam, remaja usia 14-17 tahun selama 8-10 jam, usia 18-25 tahun direkomendasikan tidur selama 7-9 jam, usia dewasa 26-64 tahun selama 7-9 jam, dan usia lansia lebih dari 65 tahun direkomendasikan tidur selama 7-8 jam perhari.







