Oleh: Arifah Budi Nuryani, SKM
Memasuki tahap lanjut usia atau lansia
dengan sehat merupakan keinginan semua orang. Namun, menjaga kesehatan lansia
bukanlah perkara yang mudah. Banyaknya tantangan yang harus dihadapi mengingat
kondisi tubuh lansia yang sudah sangat rentan terhadap berbagai jenis penyakit.
Seiring bertambahnya usia, tubuh
mengalami banyak perubahan atau proses penuaan (aging), dan perubahan yang dirasakan meliputi
seluruh anggota tubuh. Mulai dari kulit yang cenderung kering dan keriput,
tumbuhnya uban, hingga perubahan di organ bagian dalam. Masalah pemuluh
darah seperti hipertensi maupun masalah jantung lainnya.
Tidak hanya itu, lansia juga rentan
mengalami gangguan keseimbangan yang berakibat lansia berisiko jatuh. Lansia
yang jatuh bisa saja mengalami komplikasi kesehatan, seperti patah tulang,
infeksi, hingga disabilitas (kecacatan).
Berikut ini kiat untuk mengupayakan
agar lansia tetap sehat, dengan cara:
Menjaga Pola Makan Sehat
Lansia sebaiknya membiasakan diri mengonsumsi makanan sehat dengan
pola makan yang sehat dan seimbang untuk menjaga kesehatan, meningkatkan
energi, hingga mencegah berbagai penyakit. Sebaiknya lansia mengonsumsi makanan
dengan rendah asupan lemak jenuh dan tinggi asupan buah, sayuran, ikan yang
kaya akan asam lemak omega-3, gandum, dan produk susu rendah lemak, serta
makanan utuh dan berserat tinggi.
Tak hanya itu, banyak
minum air demi menghindari dehidrasi. Batasi konsumsi teh, kopi, sirup. Akan
lebih baik jika lansia mengonsumsi kacang-kacangan dan produk susu yang rendah
lemak. Penelitian mengatakan bahwa pola makan seperti ini dapat melindungi
lansia dari penyakit jantung, Parkison, Alzheimer,
bahkan kanker.
Tetap Aktif Bergerak
Usahakan tetap aktif beraktivitas
fisik, dengan tetap menyesuaikan jenis dan intensitas aktivitas fisik dengan
kondisi tubuh. Setidaknya 30 menit sehari sebanyak lima hari dalam seminggu atau
sesuaikan dengan kemampuan. Tidak perlu dilakukan sekaligus, tetapi dengan
dibagi menjadi 10 menit di pagi hari dan 20 menit di sore hari.
Aktivitas fisik yang dilakukan
cukup intensitas ringan–sedang, seperti jalan kaki yang bermanfaat untuk
melancarkan aliran darah dan peredaran oksigen ke seluruh tubuh.
Selain itu, aktivitas fisik juga
dapat memperlambat terjadinya gejala demensia alias pikun, mengontrol berat
badan, menjaga ketahanan tulang dan otot, serta meningkatkan kualitas tidur.
Menjaga Berat Badan Tetap Ideal
Obesitas dapat meningkatkan
risiko berbagai penyakit serius. Hal ini juga berlaku untuk orang dengan usia
lanjut, sehingga menjaga berat badan tetap ideal juga bermanfaat untuk
meningkatkan kesehatan lansia.
Orang yang mengalami obesitas berisiko
yang lebih besar terhadap penyakit diabetes tipe 2, tekanan darah tinggi, penyakit jantung, stroke, kanker,
gangguan tidur, hingga osteoarthritis.
Namun memiliki berat badan di
bawah batas normal juga kurang baik. Tubuh yang terlalu kurus pada lansia bisa
menjadi gejala dari suatu penyakit serius atau pertanda bahwa tubuhnya sudah
semakin melemah. Oleh sebab itu, perlu mengatur pola makan untuk menjaga berat badan berada pada angka normal, tidak terlalu gemuk
atau terlalu kurus.
Sebaiknya konsultasikan dengan
dokter untuk mencari tahu pada angka berapa berat lansia tergolong ideal.
Selain itu juga konsultasikan cara mengatur pola makan yang tepat dan aktivitas
yang dapat membantu menurunkan atau meningkatkan berat badan sebagai lansia.
Memastikan Memperoleh Waktu
Istirahat yang Cukup
Susah tidur merupakan salah satu
masalah yang sering terjadi pada lansia dan sering mengeluh sulit tidur serta
mudah terbangun di malam hari. Gangguan tidur seperti insomnia,
mengantuk di siang hari, dan sering terbangun tengah malam. Namun, pertambahan
usia sebenarnya tidak lantas menyebabkan risiko gangguan tidur meningkat. Padahal,
tidur yang berkualitas akan membawa mood baik, sel-sel tubuh beregenerasi,
dan organ tubuh tetap berfungsi dengan optimal.
Oleh karena itu, lansia sangat
dianjurkan untuk memiliki waktu tidur yang cukup. Cobalah untuk melakukan
kebiasaan tidur yang sehat untuk memastikan bahwa lansia memiliki tidur yang
cukup dan berkualitas. Hal ini tentu bertujuan agar kesehatan lansia tetap
terjaga. Terapkan kebiasaan tidur yang baik, seperti lampu kamar tidur dalam
keadaan redup, rutinitas tidur dan bangun di jam yang sama setiap hari, dan
tidak melihat layar televisi atau ponsel sebelum tidur.
Bersosialisasi
dan Bergabung dalam Komunitas
Kaum lansia sering merasa
kesepian karena anak-anaknya yang mulai tinggal terpisah dari mereka. Perasaan inilah
yang dapat memicu timbulnya gejala depresi, yang dapat berakibat buruk bagi
kesehatan.
Untuk mencegah terjadinya hal
tersebut, lansia sebaiknya bergabung dalam komunitas. Banyak peneliti menemukan
bahwa lansia yang terlibat dalam komunitas akan memiliki kualitas hidup lebih
baik, terhindar dari demensia dan penyakit degenerasi (penuaan) lainnya.
Rutin Cek
Kesehatan
Usahakan untuk senantiasa
mengecek kesehatan secara rutin. Bertambahnya usia membuat fungsi organ tubuh
mengalami perubahan. Bahkan, fungsi-fungsi organ vital di tubuh juga akan
mengalami penurunan. Dengan memeriksakan diri secara rutin ke puskesmas atau
rumah sakit dengan dibantu tenaga kesehatan yang profesional, banyak penyakit bias
dicegah dan dideteksi sedini mungkin, sehingga dapat diatasi dengan cepat dan
tepat sebelum terjadi berbagai komplikasi.
Sahabat Paru, meski sudah lanjut
usia, bukan berarti untuk membiarkan penyakit kian berdatangan. Maka itu,
terapkan kiat-kiat menjaga kesehatan lansia seperti yang telah disampaikan di
atas agar Lansia juga mampu menikmati hari-hari tua dengan kondisi yang
optimal, bahagia, dan jauh dari penyakit. Salam Sehat dari Rumah Sakit Paru
Respira!
Referensi:
https://hellosehat.com/lansia/tips-jaga-kesehatan-lansia-usia-60/
https://www.klikdokter.com/info-sehat/read/3633329/cara-tepat-menjaga-kesehatan-lansia