Stres dapat dirasakan siapa saja, kapan saja tanpa mengenal usia, jenis kelamin dan status sosial.
Anda pernah merasa mudah marah, gelisah, frustasi, kesepian, sulit menenangkan pikiran, kerap berpikiran negative atau kecanduan alkohol? Jika demikian, bisa jadi anda mengalami stres dan anda harus segera mengatasi kondisi ini.
Apakah stres itu?
Stres adalah hal normal yang pernah dialami oleh setiap orang. Stres yang normal bisa memberikan dampak positif, misalnya membantu anda bekerja lebih cepat ketika sedang mengejar tenggat waktu.
Hati-hati, kondisi stress bisa berdampak negative jika sering terjadi dan berkepanjangan.
Apakah stres dapat menyebabkan penyakit?
Stres bukan sekedar perasaan. Kondisi stress dapat memicu beberapa reaksi, seperti tekanan darah meningkat, pembuluh darah menyempit, dan anda pun akan bernafas lebih cepat.
Pada saat stres, tubuh melepas hormon kortisol dan adrenalin yang membuat kerja jantung menjadi lebih cepat. Hormon tersebut juga mampu meluapkan energy secara percuma sehingga anda merasa mudah lelah.
Gangguan kesehatan apa saja yang dapat menyerang kita jika mengalami stres berkepanjangan?
Sakit Kepala
Diabetes
Tekanan darah tinggi
Gangguan tidur
Stroke
Obesitas
Asma
Depresi
Penuaan dini
Mudah terinfeksi
Disfungsi seksual
Penyakit jantung
Asam lambung
Penyakit Alzheimer
Jika stres, system kekebalan tubuh seseorang akan menurun, sehingga menjadikan tubuh sulit melawan penyakit. Hasilnya anda akan mudah terkena penyakit dan saat anda sedang menderita penyakit, stress dapat memperparah kondisi anda.
Bagaimana cara mengendalikan stres?
Memendam perasaan terutama perasaan yang mengganggu anda, bisa membuat anda stres. Lebih baik anda mengutarakan semuanya agar anda dapat melepas beban anda.
Utarakan semua yang ada di benak kepada orang yang bersangkutan, orang yang anda percaya atau psikolog. Percayalah, setelah mengeluarkan semua unek-unek itu, perasaan anda pasti jauh lebih baik.
Langkah pertama mengatasi stres adalah dengan Mengetahui apa yang menyebabkan stress. Dalam hal ini kita sendirilah yang dapat mengetahuinya. Setelah itu tulis apa saja pemicu stres tersebut sehingga anda dapat mengantisipasi langkah apa saja yang perlu anda lakukan untuk mencegah atau melawan stres. Jika anda tidak dapat mengidentifikasi dan menemukan jalan keluar, maka dapat berkonsultasi dengan dokter atau psikolog yang berkompeten. Dokter dapat menyarankan untuk melakukan konseling, terapi perilaku kognitif, atau dokter dapat meresepkan obat jika stres menunjukan gejala klinis.
Cara Pencegahan stress
Beristirahat dan tidur yang cukup setiap hari
Meluangkan waktu untuk melakukan hal-hal yang disukai, seperti membaca buku, minum teh hangat, mendengarkan musik atau menonton film
Mengkonsumsi makanan yang sehat, bergizi lengkap dan seimbang
Berolahraga secara rutin minimal selama 30 menit setiap hari
Bersosialisasi dengan orang yang menyenangkan dan memberikan dampak positif
Melakukan meditasi atau teknik relaksasi
Penting untuk di ingat “ Jika anda kesulitan menghadapi stres sendiri, jangan ragu untuk meminta bantuan Dokter atau Psikolog “
Pandemi hingga saat ini belum usai, bahkan telah muncul varian baru lagi dari virus Covid-19 dan jumlah kasus Covid-19 belakangan ini mulai merambat naik. Tentu hal ini jangan menjadikan kita semua lengah. Hari kesehatan Nasional yang tepat jatuh pada hari ini 12 November 2022, menjadikan momen berharga terkait bidang kesehatan. Dengan mengambil tema “ Bangkit Indonesiaku, Sehat Negeriku”, mengingatkan kepada kita bahwa pentingnya kesadaran setiap individu bangsa Indonesia untuk mau bersama menerapkan pola hidup sehat agar dapat bangkit walaupun masa pandemi belum usai sehingga derajat kesehatan masyarakat dapat tercapai dengan baik.
Pola hidup sehat dapat tercermin melalui GERMAS (Gerakan Masyarakat Hidup Sehat). GERMAS adalah sebuah gerakan yang bertujuan untuk memasyarakatkan budaya hidup sehat serta meninggalkan kebiasaan dan perilaku masyarakat yang kurang sehat. Hal yang penting dari GERMAS ini sendiri adalah pembiasaan pola hidup sehat dalam masyarakat guna mencegah berbagai masalah kesehatan yang beresiko dialami oleh masyarakat Indonesia. Setidaknya terdapat 7 langkah penting dalam rangka menjalankan Gerakan Masyarakat Hidup Sehat. Di antaranya :
Melakukan aktifitas fisik
Dalam era digital seperti sekarang ini, mendorong masyarakat menjadi minim bergerak. AKibatnya masyarakat menjadi kurang aktifitas fisik baik dalam bekerja maupun olahraga. Dengan GERMAS ini, masyarakat diajak untuk mau membiasakan diri untuk melakukan aktifitas fisik lakukan minimal 30 menit/hari selama 5 kali seminggu.Tentu pelaksanaan aktifitas fisik disesuaikan dengan kemampuan atau dapat berkonsultasi terlbih dahulu dengan tenaga kesehatan yang berkompeten.
Makan buah dan sayur
Masyarakat Indonesia seringkali porsi makan buah sayurnya belum mencukupi. Apalagi sekarang banyak bermunculan makanan cepat saji yang lebih menarik dari tekstur, tampilan maupun rasanya. Pola makan sehat dapat diterapkan sejak dini oleh keluarga kepada anak-anaknya. Pola makan sehat dapat diterapkan dengan memakai panduan “Isi Piringku”. Isi Piringku menggambarkan porsi makan yang dikonsumsi dalam satu piring yang terdiri dari 50 persen buah dan sayur, dan 50 persen sisanya terdiri dari karbohidrat dan protein.
Tidak merokok
Jumlah perokok aktif di Indonesia semakin meningkat, terutama perokok remaja. Semakin muda umur pertama kali merokok akan menjadikan ketergantungan kuat terhadap rokok. Hal ini dapat menyebabkan beban kesehatan yaitu beban penyakit akibat merokok semakin meningkat. Hal ini akan mempengaruhi derajat kesehatan masyarakat. Untuk itu pentingnya masyarakat menyadari bahwa rokok sangat berbahaya bahi kesehatan dan dapat memiliki prinsip yang kuat untuk tidak merokok.
Tidak mengkonsumsi alkohol
Alkohol sangat berbahaya bagi kesehatan, sehingga tidak ada manfaatnya bila kita mengkonsumsinya.
Melakukan cek kesehatan berkala
Langkah ini memiliki manfaat untuk dapat memudahkan mendeteksi penyakit atau masalah kesehatan lebih dini.
Menjaga kebersihan lingkungan
Menjaga kebersihan lingkungan dalam skala kecil seperti tingkat rumah tangga dapat dilakukan dengan pengelolaan sampah. Langkah lain yang dapat dilakukan adalah menjaga kebersihan guna mengurangi resiko kesehatan seperti mencegah perkembangan vektor penyakit yang ada di lingkungan sekitar. Selain itu perlu kita budayakan 6 langkah cuci tangan dalam kehidupan seharai-hari. Cuci tangan dapat mencegah penularan penyakit seperti : diare, Covid-19, flu burung, infeksi bakteri, ISPA.
Menggunakan jamban
Perubahan perilaku masyarakat tentu tidak saja menjadi tanggungjawab pemerintah, tetapi ini menjadi tanggungjawab kita semua. Kita dapat memulai perilaku hidup sehat dari diri-sendiri. Dengan menerapkan perilaku sehat dari diri-sendiri diharapkan dapat menjadi contoh kepada orang lain untuk mau juga menerapkan perilaku hidup sehat. Perilaku hidup sehat tentu akan berdampak pada derajat kesehatan suatu negara yang mana akan berdampak pada generasi-generasi penerus yang nantinya dapat membangun bangsa ini menjadi bangsa yang sehat, maju dan makmur.
Daftar Pustaka
Kementrian Kesehatan RI. 2022. Buku Panduan Hari Kesehatan Nasional. www.kemkes.go.id Oktober 2022
Kementrian Kesehatan RI. 2018. Isi Piringku Sekali Makan. https://p2ptm.kemkes.go.id tanggal 23 Juli 2018
Promkes Kemkes RI. 2017. GERMAS –Gerakan Masyarakat Hidup Sehat. https://promkes.kemkes.go.id/ tanggal 1 Desember 2017
P2PTM Kemkes RI. 2018. Aktivitas Fisik 150 Menit per minggu agar jantung sehat. https://p2ptm.kemkes.go.id tanggal 27 september 2018.
Medication error merupakan setiap kejadian yang dapat dicegah, yang menyebabkan penggunaan obat tidak tepat (membahayakan pasien), saat pengobatan berada dalam kendali professional perawatan kesehatan, pasien, atau konsumen (NCCMERP). Klasifikasi medication error antara lain prescribing error, dispensing error, medicine preparation error, administration error, monitoring error. Beberapa penyebab terjadinya medication error antara lain kurangnya pelatihan terapeutik, pengetahuan dan pemahaman yang tidak memadai, dan komunikasi yang buruk antara professional perawatan kesehatan dan dengan pasien.
Kejadian medication error dapat mengakibatkan pasien meninggal, cidera, cacat tetap, pemanjangan lama rawat, dan kerugian lain bagi pasien, oleh karena itu perlu dilakukan suatu update atau refresh pengetahuan dan pemahaman tentang medication error bagi tenaga medik, farmasi, keperawatan, dan fisioterapi. Kegiatan tersebut merupakan upaya rumah sakit dalam meningkatkan keselamatan pasien di rumah sakit. Berdasarkan uraian singkat tersebut, maka Pokja PKPO RS Paru Respira bermaksud menyelenggarakan IHT Medication Error agar seluruh petugas yang berwenang dapat memahami keselamatan pasien terkait obat dan meningkatkan kualitas pelayanan.
Rumah Sakit Paru Respira memiliki tenaga medik sejumlah 21 orang, tenaga farmasi sejumlah 17 orang, tenaga keperawatan sejumlah 48 orang, dan tenaga fisioterapi sejumlah 4 orang. Pelayanan obat dilakukan Instalasi Farmasi kepada tenaga professional kesehatan lain untuk selanjutnya diberikan kepada pasien di Instalasi Rawat Inap, instalasi Gawat Darurat, dan Instalasi Rehabilitasi Medik. Selain itu Instalasi Farmasi memberikan pelayanan obat langsung kepada pasien rawat jalan.
Rumah Sakit Paru Respira mengatur tentang medication safety untuk mengarahkan penggunaan obat yang aman serta meminimalkan resiko kesalahan penggunaan obat melalui Pedoman Pelayanan di Instalasi Farmasi. Kejadian medication error dilaporkan oleh tenaga kesehatan yang bertugas kepada tim Keselamatan Pasien Rumah Sakit untuk selanjutnya dilakukan monitoring dan evaluasi dalam rangkan peningkatan mutu dan keselamatan pasien. Upaya deteksi dan pencegahan, serta upaya menurunkan kejadian medication error dilakukan oleh rumah sakit melalui analisis RCA yang melibatkan Instalasi Farmasi. Rumah sakit juga melakukan update dan refresh pemahaman tentang medication error kepada tenaga kesehatan yang berwenang secara berkala.
Berdasar latar belakang tersebut, Rumah Sakit Paru Respira mengadakan IHT medication eror yang dilaksanakan pada tanggal 26 September 2022 di aula RS paru Respira dengan narasumber dr. Diana Septiyanti, Sp.P., FAPSR. Adapun materi yang disampaikan pada kegiatan tersebut adalah:
Materi 1 (Medication Error):
Pengertian medication safety.
Faktor resiko kejadian medication error.
Klasifikasi medication error.
Upaya pencegahan kejadian medication error.
Materi 2 (Manajemen Resiko Pelayanan Obat Rumah Sakit):
Dokumentasi medication error
Pelaporan medication error.
Sistem pencegahan.
Monitoring dan evaluasi medication error.
Perserta IHT tersebut adalah seluruh tenaga medik, farmasi dan keperawatan RS Paru Respira yang bekerja di Instalasi Farmasi, Instalasi Rawat Jalan, Instalasi Rawat Inap, Instalasi Bedah, Instalasi Rehabilitasi Medik dan Instalasi Gawat Darurat. Dengan diadakannya In House Training ini dimaksudkan untuk memberikan pemahaman tentang medication error terhadap petugas baru dan memberikan refresh and up date pengetahuan bagi petugas lama di RS Paru Respira.
Upaya Kesehatan dan Keselamatan Kerja Rumah Sakit (K3RS) merupakan hal yang dipersyaratkan oleh peraturan dan tuntutan ini semakin tinggi karena sumber daya manusia (SDM) rumah sakit, pengunjung/pengantar pasien, pasien dan masyarakat sekitar ingin mendapatkan perlindungan dari gangguan kesehatan dan kecelakaan kerja, baik sebagai dampak proses kegiatan pemberian pelayanan maupun karena kondisi sarana prasarana yang ada di rumah sakit yang tidak memenuhi standar.
Dalam peraturan menteri kesehatan nomor 66 Tahun 2016 tentang Keselamatan dan Kesehatan Kerja di Rumah Sakit, seluruh karyawan rumah sakit harus mendapat pelatihan dan sosialisasi mengenai K3RS, serta simulasi dilakukan minimal 1 tahun sekali.
Rumah Sakit Paru Respira Yogyakarta menyelenggarakan in house training K3RS serta simulasi kebakaran yang dilaksanakan pada tanggal 20, 22, 27, 29 September 2022 diikuti oleh seluruh civitas hospitalia RS Paru Respira.
Kegiatan ini rutin di adakan setiap tahun di Rumah Sakit Paru Respira Yogyakarta dikoordinasi oleh Tim K3RS Rumah Sakit Paru Respira Yogyakarta
Setiap
tanggal 25 September, dunia memperingati hari kesehatan paru. Selama pandemi
Covid 19, pasien yang memiliki penyakit paru khususnya tentu mendapat perhatian
lebih. Sebab, penderita paru Covid-19 lebih berisiko besar mengalami sakit
parah ketika terjangkit virus corona., sehingga tema yang diambil tahun ini
adalah Kesehatan Paru Untuk Semua.
Paru-paru merupakan organ tubuh yang sangat penting dan tidak tergantikan untuk tubuh kita. Oleh karena itu menjaga kesehatan organ yang satu ini merupakan sebuah kewajiban. Kita perlu bersyukur akan nikmat Tuhan terhadap kesehatan paru kita, itulah mengapa penting untuk memprioritaskan kesehatan paru-paru kita.
Terkadang kita menganggap remeh paru-paru kita begitu saja., padahal mereka membuat kita tetap hidup dan sehat. Tubuh kita memiliki sistem pertahanan alami yang dirancang untuk melindungi paru-paru, menjaga kotoran dan kuman. Tetapi ada beberapa hal penting yang dapat kita lakukan untuk mengurangi risiko penyakit paru-paru. Berikut beberapa cara untuk menjaga kesehatan paru-paru Anda.
Jangan Merokok
Merokok adalah penyebab utama dari penyakit paru-paru yang serius seperti kanker paru dan penyakit paru obstruktif kronis. Asap dari rokok berisi lebih dari 400 senyawa kimia berbahaya dan 50 dari senyawa itu diketahui menyebabkan kanker.
Merokok adalah penyebab utama kanker paru-paru dan penyakit paru obstruktif kronik (PPOK), yang meliputi bronkitis kronis dan emfisema. Asap rokok dapat mempersempit saluran udara dan membuat pernapasan menjadi lebih sulit. Ini menyebabkan peradangan kronis, atau pembengkakan di paru-paru, yang dapat menyebabkan bronkitis kronis. Seiring waktu, asap rokok menghancurkan jaringan paru-paru dan dapat memicu perubahan yang tumbuh menjadi kanker. Jika Anda merokok, tidak ada kata terlambat untuk mendapatkan manfaat dari berhenti. Rumah Sakit Paru Respira dapat membantu Anda kapanpun Anda ingin berhenti.
Hindari Asap Rokok
Tahukah Anda bahwa dua per tiga dari asap rokok tidak dihirup oleh perokok, tetapi memasuki udara disekitar perokok. Seseorang yang bukan perokok namun menghirup asap rokok memiliki resiko penyakit yang sama dengan perokok. Berikut adalah beberapa hal yang dapat dilakukan untuk menghindari perokok pasif yaitu dengan melarang perokok untuk merokok di dalam rumah, mobil atau lingkungan kerja. Asap rokok, bahan kimia disekitar kita menyebabkan atau memperburuk penyakit paru-paru. Jadikan rumah dan mobil Anda bebas asap rokok. Hindari berolahraga di luar ruangan pada hari-hari udara yang buruk.
Mencegah Infeksi
Pilek atau infeksi pernapasan lainnya terkadang bisa menjadi sangat serius. Ada beberapa hal yang dapat kita lakukan untuk melindungi diri sendiri:
1. Sering-seringlah mencuci tangan dengan sabun dan air. Diperkirakan tangan dapat menyebarkan 80 persen dari penyakit pernafasan yang menular seperti pilek dan flu. Resiko terinfeksi virus dan bakteri dapat dihindari dengan mencuci tangan setiap sebelum makan, sesudah makan dan sesudah buang air.Pembersih berbasis alkohol adalah pengganti yang baik jika Anda tidak bisa mencuci.
2. Menghindari keramaian ketika musim flu apalagi virus Covid-19 juga masih ada.
3. Pakailah Masker dengan disiplin.
4. Lakukan vaksinasi apabila diperlukan.
5. Jika kita sakit, jangan buat orang disekitar kita ikut tertular, lindungi orang-orang di sekitar kita, termasuk orang yang kita cintai, dengan menjaga jarak, memakai masker. Tetap di rumah dari kantor atau sekolah sampai kita merasa lebih baik.
Menghindari polusi udara dan menjaga kebersihan udara.
Polusi udara didalam ruangan dan luar ruangan dapat menyebabkan masalah kesehatan, terutama bagi seseorang yang memiliki penyakit paru-paru. Polusi udara dapat mengiritasi atau menghancurkan jaringan paru-paru. Bahkan polusi udara pada tingkatan yang rendah dapat menyebabkan masalah bagi kesehatan
Lakukan Pemeriksaan Berkala
Pemeriksaan rutin membantu mencegah penyakit, bahkan ketika kita merasa sehat. Hal ini terutama berlaku untuk penyakit paru-paru, yang terkadang tidak terdeteksi hingga menjadi serius. Konsultasikan jika ada keluhan dan kekhawatiran terkait dengan pernafasan ke petugas kesehatan.
Melakukan Aktivitas Fisik
Melakukan aktifitas fisik secara rutin minimal 30 menit setiap hari
seperti senam aerobik dan berenang dapat menjaga kesehatan paru-paru, menjaga
kestabilan emosi dan membantu mengelola stress.
Tuberkulosis Resistan
Obat (TB-RO) merupakan penyakit yang berdampak pada kesehatan masyarakat,
dengan jumlah kasus yang semakin meningkat sehingga memerlukan upaya
penanggulangan yang komprehensif dari semua pihak. Tatalaksana penanggulangan
TB-RO telah dilaksanakan di Indonesia sejak tahun 2009 dan telah ditetapkan
menjadi bagian dari Program Penanggulangan TB Nasional.
Tuberkulosis
disebabkan oleh kuman Mycobacterium tuberculosis (M.TBC). TB
dapat disembuhkan dengan pengobatan obat anti Tuberkulosis
(OAT) yang tepat. Namun kuman TB dapat
berkembang menjadi resistan atau kebal terhadap OAT, salah satunya dikarenakan
ketidakpatuhan pengobatan. Munculnya resistansi
terhadap OAT telah menjadi masalah
kesehatan masyarakat yang signifikan di sejumlah
negara dan menjadi ancaman dalam
pengendalian TB.
Menderita
TB-RO merupakan suatu kondisi sulit dalam melakukan kehidupan dan
diperlukan kemampuan untuk menghadapi kondisi
tersebut. Jangka waktu pengobatan
yang panjang, efek samping pengobatan yang
ditimbulkan, biaya yang dikeluarkan untuk
pengobatan, stigma, diskriminasi serta perasaan bahwa
penyakitnya tidak akan sembuh
membuat banyak pasien TB RO tidak ingin melanjutkan
proses penyembuhan dan lebih
memilih untuk berhenti (dropped out). Pasien TB RO
rentan mengalami stress dan
menghadapi stigma sosial dan karenanya memiliki suatu
kebutuhan yang mendesak untuk
dilakukan intervensi dalam aspek ini.
RS
Paru Respira bersinergi dengan LSM Siklus Indonesia melaksanakan kegiatan Focus Group Discussion (FGD) untuk
pasien TB-RO yang masih melaksanakan pengobatan rutin. Kegiatan ini merupakan
momen kebersamaan antar pasien dan membangun ikatan antar personal untuk bisa
berbagi apa yang menjadi kendala dalam pengobatan mereka. Diskusi ini menjadi
media untuk belajar dari kasus satu sama lain dan menemukan solusi atas
permasalahannya. Sehingga kesulitan yang dihadapi selama pengobatan dapat
diatasi dan tetap melanjutkan terapi sampai tuntas dan sembuh.
Kami
mendukung kegiatan ini dengan menghadirkan pembicara untuk memberikan informasi
mengenai kesehatan. Pada pertemuan ini diisi oleh tim ahli gizi RS Paru Respira
dengan tema zat gizi makro dan mikro. Bapak Tito Arianto Nugroho, A.Md Gz
menjelaskan pola makan, porsi makan dan kandungan zat gizi makro dan mikro yang
baik untuk mempercepat proses penyembuhan penyakit dan meningkatkan kekebalan
tubuh. Diskusi juga didampingi fasilitator medis lain yang membantu memperdalam
materi tersebut.
Harapannya
dengan FGD rutin ini pasien TB-RO dapat lebih semangat untuk sembuh, rutin
berobat dan kontrol, disiplin minum obat, tetap aktif beraktivitas dan bekerja
dengan semangat dan sehat. Dengan demikian kasus putus berobat dapat berkurang
dan keberhasilan terapi dapat meningkat menuju Indonesia bebas TB tahun 2030.
Rencana Pengembangan Rumah Sakit Paru Respira Di Kalurahan Palbapang, Kapanewon Bantul, Kabupaten Bantul Daerah Istimewa Yogyakarta. Tujuan dari Pengembangan adalah untuk meningkatkan mutu pelayanan kesehatan paru dan Pernapasan bagi masyarakat Daerah Istimewa Yogyakarta.
Berikut Kami lampirkan Surat Pemberitahuan dari Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta
Idul Adha merupakan salah satu hari raya
yang diperingati oleh umat muslim. Hari raya ini identik dengan penyembelihan
hewan kurban. Hewan sapi dan kambing adalah jenis hewan yang paling umum untuk
hewan kurban di Indonesia. Dalam Hari Raya Idul Adha, daging kurban dibagikan
kepada yang berhak termasuk yang berkurban dan keluarganya. Dalam hari raya ini
pula masyarakat berkesempatan makan daging. Sudah menjadi rahasia umum bila ada
anggapan bahwa makan daging kurban identik dengan penyakit darah tinggi dan
kolesterol. Tapi apakah benar daging kambing maupun sapi tidak baik dikonsumsi?
Melihat
dari kandungan gizi, tidak ada yang salah dengan daging sapi maupun kambing. Dalam 100 gram daging kambing mengandung 149
Kkal, 16,6 gr protein, 9,2 gr lemak, 11 mg kalsium dan 1 mg zat besi. Sedangkan
untuk 100 gram daging sapi mengandung 201 Kkal, 18,8gr protein, 14 gr lemak, 11
mg kalsium dan 2,8 mg zat besi. Protein dalam daging tersebut berfungsi
membangun dan memperbaiki jaringan tubuh, memproduksi hormon, enzim, dan zat
kimia lain dalam tubuh, membentuk otot, tulang, kulit, dan darah, serta sumber
tenaga (menghasilkan 4 kalori per 1 gram lemak). Lemak pun berfungsi membantu
penyerapan vitamin yang larut lemak (A, D, E, dan K) dan mineral, sumber energi
(menghasilkan 9 kalori per 1 gram lemak), dan menunjang fungsi otak. Warna merah yang dihasilkan dari daging sapi
dan kambing mengandung banyak zat besi. Zat besi inilah yang memproduksi
hemoglobin yang nantinya akan mengantarkan oksigen dari darah ke seluruh sel
otot. Nah,ternyata daging kambing maupun sapi baik untuk kita konsumsi, hanya
saja ada yang perlu kita ketahui supaya kita aman dan tetap sehat saat
mengkonsumsi daging. Ini tidak terlepas dari berapa banyak yang kita konsumsi,
jenis pemilihan dagingnya, cara mengolah dan cara kita memasak.
Ada
beberapa tips terkait cara pengolahan daging kurban, antara lain :
Pilih
daging daging segar, dagingnya berwarna merah segar dan kenyal, daging tidak
berlendir dan lembek, tidak berbau busuk;
Sebelum
dimasak, cucilah daging hingga bersih;
Masak
daging sampai matang sempurna. Hindari memasak daging setengah matang, karena
dikhawatirkan bila masih setengah matang masih terdapat bakteri ataupun virus
yang menempel pada daging.
Semisal kita mempunyai daging tetapi
tidak ingin segera dimasak, ada cara penyimpanan daging yang perlu diperhatikan
yaitu :
Ketika
mempunyai daging segeralah simpan dalam kulkas. Jika daging tidak ingin
langsung dimasak, jangan dicuci dulu. Masukkan daging ke dalam kantong plastik
atau wadah tertutup rapat. Apabila Anda akan memasak daging tersebut dalam 2-3
hari, simpan dibagian bawah kulkas. Jika berencana menyimpan daging dalam waktu
lama, letakkan daging di dalam freezer. Ketahanan daging mentah saat disimpan
dalam freezer adalah sekitar 3-4 bulan.
Hindari
defrost daging dengan suhu ruangan
Defrost adalah proses mencairkan daging yang
baru saja dikeluarkan dari freezer. Dalam melakukan defrost, sebaiknya
hindari meletakkan daging begitu saja dengan suhu ruangan. Mencairkan daging
beku dapat dilakukan dengan cara memasukkan ke dalam kulkas bawah, air dingin,
atau menggunakan microwave. Dengan begini bakteri tidak akan berkembang biak
didalam daging secara cepat.
Agar
kita aman dan sehat dalam mengkonsumsi daging, ada yang dapat kita lakukan,
antara lain :
Sebaiknya
daging dimasak secara matang sempurna. Daging yang digoreng akan menambah kadar
lemak dari minyak goreng. Sedangkan bila dibakar, akan berisiko menambah zat
karsinogen penyebab kanker;
Sebaiknya
memasak daging dengan cara direbus dan dikonsumsi bersama dengan sayur dan buah
agar seimbang. Pilih karbohidrat yang berserat tinggi;
Pilih
area daging yang kurang berlemak. Sengkel, misalnya. Hindari area perut apalagi
jeroan;
Jika
masak dengan santan, usahakan sekali masak sekali dimakan habis. Jangan
dihangatkan apalagi dimasak kembali;
Makan
daging kambing atau sapi jangan berlebihan dalam waktu singkat;
Usahakan
jangan makan daging selambat-lambatnya 2 jam sebelum tidur;
Kurangi
makan berlemak lain seperti konsumsi coklat dan keju selama sedang mengonsumsi
banyak makan daging;
Sebaiknya
sehabis makan dengan daging kambing atau sapi tidak mengkonsumsi minuman
berkalori tinggi seperti teh manis atau sirup;
Batasi
penggunaan garam dan gula;
Minum
yang cukup 8-10 gelas sehari untuk mencegah sembelit;
Tetap
melakukan olah raga ringan selama masa hari raya Idul Adha.
Dengan
memperhatikan tips di atas semoga kita menjadi paham bagaimana cara yang aman
dan sehat mengkonsumsi daging kurban. Perlu kita ingat bahwa segala sesuatu
yang berlebihan tidak baik. Begitu pula dengan konsumsi daging, sebaiknya kita
dapat mengontrol porsi makan daging. Konsumsi sumber protein hewani sebaiknya
beraneka ragam, tidak hanya bersumber dari daging tetapi dapat bersumber dari
ikan, ayam, dan telur. Dan tentu akan lebih baik bila kita menerapkan “Isi
Piringku”, dimana 1 piring berisi ½
porsi piring makan terdiri dari sayur dan buah-buahan yang beragam jenis dan
warna, ¼ piring makan diisi dengan protein (ikan,ayam,daging, kacang-kacangan
dan lainnya), ¼ piring makan diisi dengan karbohidrat/makanan pokok
(biji-bijian utuh, nasi, gandum, jagung dan lainnya). Jangan lupa konsumsi air
putih yang cukup. Yuk, terapkan pola hidup sehat mulai sekarang.
DAFTAR PUSTAKA
Eka Prawira, Aditya. 2015. 8 Tips Aman dan Nyaman
Menyantap Daging Kurban. https://www.liputan6.com tanggal 23
September 2015
Kementrian Kesehatan RI. 2018. Kandungan lemak dan
kolesterol dalam 100 gr bahan makanan Daging Ayam, Daging Kambing dan Daging
Sapi. http://p2ptm.kemkes.go.id
tanggal 22 Maret 2018
Hari
Keluarga Nasional baru saja kita peringati kemarin tanggal 29 Juni 2022. Tema
pada tahun ini adalah “Ayo Cegah Stunting Agar Keluarga Bebas Stunting”. Stunting
adalah masalah kurang gizi kronis yang ditandai dengan tubuh pendek. Penderita
stunting umumnya rentan terhadap penyakit, memiliki tingkat kecerdasan di bawah
normal serta produktivitas rendah. Di Indonesia angka stunting menurut Hasil
Pemantaun Status Gizi (PSG) 2017 sebesar 29,6%. Sedangkan berdasarkan data
Survei Status Gizi Balita Indonesia (SSGBI) pada tahun 2019, prevelensi
stunting di Indonesia mencapai 27,7%. Artinya, sekitar satu dari empat anak
balita (lebih dari delapan juta anak) di Indonesia mengalami stunting. Hasil
Studi Status Gizi Indonesia (SSGI) tahun 2021, angka stunting turun 3,3% dari
tahun 2019. Tahun 2021 angka stunting menjadi 24,4%. Angka ini menurut Badan
Kesehatan Dunia (WHO) masih dianggap tinggi karena lebih dari 20%.
Stunting disebakan karena kurangnya asupan nutrisi pada
1.000 hari pertama anak. Hitungan 1.000 hari di sini dimulai sejak janin sampai
anak berusia 2 tahun. Penyebab lainnya antara lain karena salah dalam pola
asuh, lingkungan yang buruk seperti rumah yang tidak higienis, sanitasi air
kurang baik, minim air bersih, dan jamban yang kurang layak. Hal-hal tersebutlah yang kemudian berpengaruh
terhadap tumbuh kembang anak. Gejala stunting sendiri antara lain : anak
berbadan lebih pendek untuk anak seusianya, proporsi tubuh cenderung normal
tetapi anak tampak lebih muda/kecil untuk usianya, berat badan rendah untuk
anak seusianya, dan pertumbuhan tulang tertunda. Masalah stunting tidak dapat
kita anggap remeh, karena dampaknya berpengaruh terhadap kesehatan dan kualitas
generasi penerus bangsa ini. Dampak jangka pendek stunting meliputi hambatan
perkembangan, penurunan fungsi kekebalan, penurunan fungsi kognitif, dan
gangguan sistem pembakaran. Sedangkan gejala jangka panjang meliputi obesitas,
penurunan toleransi glukosa, penyakit jantung koroner, hipertensi, dan
osteoporosis.
Melihat dampak yang ditimbulkan oleh stunting, tentu
perlu diambil tindakan pencegahan. Keluarga sebagai unit terkecil dalam
masyarakat mempunyai peran penting didalam
upaya pencegahan stunting. Berdasarkan penelitian “Hubungan Peran
Keluarga Dengan Kejadian Stunting Pada Anak Usia Toddler Di Wilayah Kerja
Puskesmas Jelbuk Kabupaten Jember” mengungkapkan bahwa terrdapat hubungan Peran
Keluarga Dengan Kejadian Stunting Pada Anak Usia Toddler. Keluarga berperan
penting mencegah stunting pada setiap fase kehidupan. Mulai dari janin dalam
kandungan, bayi, balita, remaja, menikah, hamil, dan seterusnya. Untuk itu
penting Langkah awal untuk penguatan keluarga sebagai pilar awal pencegahan
stunting. Upaya pencegahan dapat dilakukan dari awal perencanaan keluarga, Upaya
pencegahan stunting dapat dimulai dari masa sebelum kehamilan. Rencanakan
dengan baik kehamilan yang diinginkan oleh calon orangtua, memastikan gizi ibu
hamil tercukupi, pemberian ASI eksklusif dan Makanan Pendamping ASI (MP-ASI)
yang sesuai dengan gizi seimbang serta pemeriksaan selama kehamilan.
Langkah pencegahan stunting lainnya tidak terlepas dari
pola makan keluarga. Berdasarkan salah satu studi dari Nutrients Journal telah membuktikan
bahwa, kebiasaan makan anak dipengaruhi oleh kebiasaan makan dalam keluarga
terutama orang tua. Ini dikarenakan anak memiliki kecenderungan untuk mengikuti
kebiasaan yang dilakukan orang tuanya. Bahkan, pemilihan makan saat masih
anak-anak bisa terus terbawa sampai anak menjadi dewasa. Penelitian lainnya
oleh Robson et al. juga melaporkan bahwa, pemilihan makan pada anak seperti
frekuensi makan, konsumsi sayur dan buah, serta makanan atau minuman manis
sangat berhubungan dengan konsumsi makanan keluarga. Hal ini menunjukkan peran
keluarga sangat kuat dalam mempengaruhi pola makan anak dan berdampak pada
status gizi anak, termasuk kondisi stunting dan obesitas.
Pola
makan di masyarakat Indonesia beberapa masih belum menjalankan pola makan yang
sehat. Masih ada kecenderungan rendahnya akses dari segi jumlah maupun kualitas
makanan yang sehat. Untuk itu perlu keluarga memahami dan menerapkan “Isi
Piringku”, dimana dalam satu porsi makan, setengah piring diisi oleh sayur dan
buah, setengahnya lagi diisi dengan sumber protein (baik nabati maupun hewani)
dengan proporsi lebih banyak daripada karbohidrat. Penting memperkenalkan ragam
makanan dengan gizi seimbang dan membiasakan untuk menerapkannya dalam
kehidupan sehari-hari. Untuk anak-anak yang dalam masa pertumbuhan, dapat
memperbanyak makanan dengan kandungan protein tinggi selain tetap membiasakan
makan sayur dan buah.
Pola asuh yang benar dan diiringi dengan gaya hidup
sehat juga digadang-gadang dapat mencegah terjadinya stunting dalam keluarga.
Untuk itu, orangtua diharapkan mau memperkaya diri dengan informasi yang benar
tentang pola asuh terkait dengan tumbuh kembang anak sesuai dengan usia dan
aktifitas anak serta tentang kesehatannya. Pola asuh yang baik dapat dengan
menerapkan praktik pemberian ASI eksklusif selama 6 bulan dan kemudian
dilanjutkan ASI kembali hingga 2 tahun dan didampingi oleh makanan pendamping
ASI (MP-ASI). Orangtua juga dapat membekali diri anak-anak dengan kesehatan
reproduksi dan pemenuhan gizi mereka.
Keluarga
juga disarankan untuk menjaga kebersihan tempat tinggal, mencakup sanitasi
lingkungan dan air bersih. Pastikan sumber air layak pakai. Mata air juga
sebaiknya jauh dari tempat pembuangan kotoran atau limbah dengan minimal jarak
10 meter. Lingkungan dan sumber air yang tidak bersih membuat anak rawan
terkena infeksi penyakit. Data WHO menyebutkan bahwa infeksi, seperti diare,
pneumonia, dan cacingan, dapat mempengaruhi pertumbuhan anak. Paparan bakteri
menimbulkan dampak inflamasi, kerusakan sistem pencernaan, dan berkurangnya kemampuan
tubuh anak menyerap nutrisi. Selain itu orangtua juga perlumemberikan edukasi
dan membiasakan tentang kebiasaan hidup bersih dan sehat, contohnya orangtua
dapat mengajarkan anak untuk dapat membiasakan membuang sampah pada tempatnya,
rutin gosok gigi dan rutin cuci tangan dengan sabun dan air yang mengalir.
Kebiasaan tersebut tentunya juga sejalan dengan apa yang dilakukan orangtua
sehingga kebiasaan yang diajarkan ke anak dapat konsisten.
Setiap keluarga tentunya mengharapkan kelak anak-anak
bisa tumbuh sehat dan sukses. Dengan menjadi keluarga keren yang mampu dan
berdaya guna dalam memberikan nutrisi terbaik untuk anak, memberikan pola asuh
yang benar, mengupayakan terciptanya sanitasi lingkungan yang bersih, pemenuhan
air bersih, memperkaya diri dengan informasi pola hidup sehat, serta selalu
berupaya memantau dan menjaga kesehatan anggota keluarganya, tentu dapat
meminimalisir tejadinya resiko stunting pada anak. Anak akan mendapat kesempatan
untuk dapat tumbuh dan berkembang dengan optimal. Sehingga kelak akan muncul
generasi penerus yang berkualitas. Yuk, kita mulai ciptakan keluarga keren dari
sekarang, dan sebarkan hal positif dilingkungan sekitar.
DAFTAR
PUSTAKA
Anisa Maulid, dkk. 2019.
Hubungan Peran Keluarga Dengan Kejadian Stunting Pada Anak Usia Toddler Di
Wilayah Kerja Puskesmas Jelbuk Kabupaten Jember.
repository.unmuhjember.ac.id
Harfika, Aviani. 2022. Peran
Keluarga dalam Cegah Stunting dan Obesitas. https://linisehat.com tanggal
27 Januari 2022
Humas Litbangkes Kementrian
Kesehatan RI. 2021. Buku Saku Hasil Studi Status Gizi Indonesia (SSGI) Tahun
2021. https://www.litbang.kemkes.go.id tanggal 28 Desember 2021
Humas Litbangkes Kementrian
Kesehatan RI. 2021. Angka Stunting Turun di Tahun 2021. https://www.litbang.kemkes.go.id tanggal 28 Desember 2021
Kementrian Sekretariat
Negara RI. 2022. Tahun 2022 Angka Prevalensi Stunting Harus Turun Setidaknya
3%. https://stunting.go.id tanggal 11 Mei 2022
Kementrian Kesehatan RI.
2019. Pencegahan Stunting Pada Anak. https://promkes.kemkes.go.id tanggal 28 Maret 2019
Kementrian Kesehatan RI.
2018. Cegah Stunting dengan Perbaikan Pola Makan, Pola Asuh dan Sanitasi.
http://p2ptm.kemkes.go.id tanggal 10 April 2018
dr. Tri Setiana Kusumadewi, Sp.PD.,Subsp.PMK(K)
Selamat datang di website kami dengan konsep minimalis namun interaktif.Semoga website RS Paru Respira Yogyakarta dapat memberikan kontribusi dalam meningkatkan pelayanan & memberikan informasi secara cepat dan akurat pada masyarakat.