Berita

Tetap Sehat Selama Berpuasa Agar Kebutuhan Nutrisi dan Cairan Tetap Terpenuhi

Oleh : Kristi Riyandini, S.K.M

Selama bulan ramadhan, seluruh umat muslim diharuskan untuk menahan lapar dan dahaga selama lebih dari 12 jam. Jika pengaturan pola makan dan minum kita tidak tepat, tubuh tidak akan terhidrasi dengan baik dan tidak pula terpenuhi kebutuhan vitamin hariannya. Selain itu, kewajiban untuk meningkatkan volume ibadah dan bangun di pertengahan malam untuk santap sahur, membuat pola tidur tidak teratur. Kondisi demikian dapat menyebabkan terganggunya kesehatan seseorang. Sehingga dengan demikian perlu panduan atau tips menjaga kesehatan tubuh selama bulan ramadhan yang harus dipahami dan diterapkan dengan baik.

Panduan Pola Makan Saat Berpuasa

Saat Berbuka

Mulailah berbuka dengan minuman manis secukupnya sehingga cepat memberikan energi untuk tubuh dan membuat tubuh cepat menjadi segar kembali. Gula atau sirup merupakan karbohidrat sederhana yang mudah dicerna, sehingga dalam waktu sekitar 10 menit energi tubuh kita akan meningkat. Saat berbuka ini, kita bisa minum 1-2 gelas air putih agar tubuh segera terhidrasi kembali. Ingat, cukup beberapa teguk air putih dulu, setelah itu bertahap.

Setelah Berbuka

Setelah berbuka dengan minuman manis dan camilan ringan (paling baik adalah kurma atau sup buah dan snack bergizi), maka jangan langsung mengonsumsi makanan porsi (makan besar). Beri jarak agar tubuh siap mencerna makanan kembali. Ibaratnya mesin, perlu pemanasan.

Setelah Tarawih

Setelah tubuh dirasa segar kembali, baru kita mulai mengonsumsi makanan besar, yaitu nasi (atau penggantinya) beserta lauk pauk, sayur dan buah. Terapkan gizi seimbang yaitu makanan terdiri dari sumber karbohidrat, protein, lemak, vitamin dan mineral. Jika malam masih merasa belum kenyang, dapat mengonsumsi snack dan buah secukupnya.

Saat Sahur

Pola makan sama dengan saat malam yaitu nasi (atau penggantinya) beserta lauk pauk, sayur dan buah. Terapkan gizi seimbang yaitu makanan terdiri dari sumber karbohidrat, protein, lemak, vitamin dan mineral.

Panduan Konsumsi Air Putih Saat Puasa

Manfaat minum air putih yang cukup ketika menjalankan ibadah puasa dapat menjaga kesehatan tubuh selama berpuasa diwajibkan untuk menahan haus selama siang hari, Anda sebaiknya mengatur pasokan cairan di dalam tubuh. Tubuh membutuhkan air mineral untuk dikonsumsi sebanyak 1 sampai 2,5 liter atau setara dengan 6-8 gelas setiap harinya. Jika tidak dapat mengatur asupan air saat berpuasa, maka akan merasakan haus ketika berpuasa. Apalagi bila ada masalah lain seperti bibir kering dan pecah-pecah, dan merasa lemas.

Konsumsi air putih yang cukup ketika puasa bukan hanya menghindarkan dari penyakit, tetapi juga membuat puasa berjalan lancar. Maka Anda sebaiknya memenuhi asupan cairan selama berpuasa dengan mengikuti ketentuan minum saat puasa yang tepat.

Saat Puasa kita bisa membagi asupan cairan menjadi delapan waktu yang berbeda untuk memenuhi kebutuhan cairan tubuh, delapan waktu tersebut yakni:

  1. Setelah bangun tidur
  2. Sebelum sahur
  3. Setelah sahur menjelang imsak
  4. Ketika berbuka atau membatalkan puasa
  5. Setelah shalat maghrib
  6. Setelah makan malam
  7. Setelah shalat isya
  8. Setelah shalat tarawih

Dengan menerapkan panduan dan tips diatas, diharapkan mampu menjaga kesehatan selama menjalankan ibadah puasa di bulan Suci Ramadhan. Badan sehat, puasa dan ibadah lainnya lancar.

Sumber :

  1. https://health.kompas.com/read/23C24150000468/aturan-minum-air-putih-saat-puasa-untuk-memenuhi-kebutuhan-cairan?page=all
  2. https://www.ui.ac.id/ini-pola-makan-sehat-ketika-berpuasa/

Sharing is caring!

Write a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Kerentanan Penularan HIV-AIDS Pada Ibu Rumah Tangga

Oleh: Nur Handayani, S.KM HIV, yang merupakan singkatan dari Human Immunodeficiency Virus, adalah virus yang menargetkan …

PIAGAM PENGHARGAAN

PIAGAM PENGHARGAAN PANRB SEBAGAI UNIT PENYELENGGARA PELAYANAN PUBLIK KATEGORI “PELAYANAN PRIMA 2023”

Mengenal Nyamuk Wolbachia: Mitra Tersembunyi dalam Pengendalian Penyakit

Oleh : Arifah Budi Nuryati, SKM Implementasi Wolbachia pertama kali dilakukan di Yogyakarta, Indonesia, oleh World Mosquito …

MPOX ( MonkeyPox atau Cacar Monyet )

Oleh : Susilawati, S.K.M Apa itu MPOX ?             Mpox (sebelumnya …

Yuk Kenali Cerebral Palsy

Oleh: Nur Handayani, S.KM Cerebral palsy (CP) adalah sekelompok kelainan yang memengaruhi kemampuan seseorang untuk bergerak …

JANTUNG SEHAT, HIDUP LEBIH BERSEMANGAT

Oleh : Susilawati, S.K.M Jantung Anda adalah organ tubuh yang sangat amat vital. Artinya, ketika jantung Anda bermasalah, …