Asap Manis, Bahaya Nyata: Membongkar Mitos di BalikVape dan Rokok
Oleh : Nayla Zahra Gusnindy Putri (Mahasiswa PKL DIV Promkes – UNY)
Disunting Oleh : Tim PKRS
Vape sering digambarkan sebagai versi “modern” dan “lebih aman” dari rokok konvensional. Tapi benarkah di balik uap yang beraroma manis, tampilan yang kekinian, dan menarik, serta anggapan bahwa vape lebih aman dibanding rokok konvensional membuat banyak orang beralih. Namun benarkah kedua hal ini berbeda ?
Faktanya, baik rokok konvensional maupun vape sama-sama mengandung zat yang dapat membahayakan tubuh. Meski cara kerjanya berbeda, keduanya tetap dapat meningkatkan risiko gangguan pada paru-paru, jantung, pembuluh darah, hingga organ lainnya. Maka dari itu masyarakat perlu memahami fakta ilmiah mengenai bahaya dari dua produk ini.
Mengenal Vape dan Rokok Konvensional
Vape merupakan perangkat elektronik yang berfungsi memanaskan cairan (e-liquid) hingga menjadi aerosol atau uap yang dihirup pengguna. vape menghasilkan uap (aerosol) dari pemanasan cairan, bukan pembakaran.
Sementara itu, rokok merupakan lintingan atau gulungan tembakau yang digulung / dibungkus dengan kertas, daun, atau kulit jagung, biasanya dihisap seseorang setelah dibakar ujungnya. Rokok konvensional bekerja dengan membakar tembakau. Proses pembakaran ini menghasilkan asap yang mengandung ribuan zat kimia berbahaya.
Mengapa Vape dan Rokok Sama-Sama Berbahaya?
Masih Banyak masyarakat yang terjebak dengan kata “lebih aman” vape dari pada rokok. Padahal paparan jangka panjang terhadap vape maupun rokok membawa risiko nyata bagi hampir seluruh sistem tubuh:
- Kesehatan Paru : EVALI (E-cigarette or Vaping Product Use-Associated Lung Injury), PPOK (Penyakit Paru Obstruktif Kronik), bronkitis kronis, gangguan fungsi paru, Kanker Paru.
- Kesehatan Jantung : PJK (Penyakit Jantung Koroner), Stroke, Hipertensi
- Kesehatan Otak : gangguan perkembangan otak, kecanduan nikotin
- Kesehatan Mulut : Kanker mulut, kanker tenggorokan, penyakit gigi dan gusi
- Kehamilan : Gangguan kehamilan, kelahiran prematur
Kesimpulannya baik rokok maupun vape sama-sama dapat menyebabkan kerusakan serius pada tubuh. Perbedaannya hanya terletak pada seberapa cepat efek tersebut akan muncul.
Kandungan Berbahaya dalam Vape dan Rokok
Rokok dan Vape memilik perbedaan kandungan kimia. Rokok konvensional mengandung lebih dari 7.000 zat kimia berbahaya, sedangkan vape mengandung cairan kimia (e-liquid) yang menghasilkan senyawa toksik saat dipanaskan.
| ROKOK | VAPE |
| Nikotin | Nikotin |
| Tar | Propilen Glikol (PG) |
| Karbon monoksida (CO) | Gliserin Nabati (GN) |
| Amonia | Zat perasa (flavoring) |
| Formaldehida | Formaldehida |
| Benzena | Asetaldehida |
| Arsenik | Akrolein |
| Timbal | Nikel serta kromium |
Meskipun pada vape tidak menghasilkan tar, efek jangka panjang dari zat-zat yang lain tetap memiliki potensi merusak paru-paru dan pembuluh darah.
Jangan Mudah Percaya Mitos tentang Vape
Salah satu anggapan yang masih banyak beredar adalah vape hanya menghasilkan uap air sehingga tidak berbahaya. Padahal aerosol yang dihasilkan vape mengandung berbagai zat kimia yang dapat masuk ke dalam paru-paru dan memberikan efek buruk bagi kesehatan.
Selain itu, banyak orang menganggap vape dapat menjadi cara aman untuk berhenti merokok. Pada kenyataannya, penggunaan vape justru dapat mempertahankan ketergantungan terhadap nikotin, bahkan pada sebagian orang menjadi awal munculnya kecanduan .
Langkah Nyata untuk Berhenti
Menghentikan kebiasaan merokok maupun vape memang membutuhkan waktu dan komitmen yang kuat. Beberapa langkah yang dapat dilakukan antara lain menghindari situasi yang memicu keinginan merokok, mengurangi konsumsi secara bertahap, memperbanyak aktivitas fisik, serta meminta dukungan dari keluarga dan orang terdekat. Dan bila diperlukan, konsultasikan dengan dokter atau tenaga kesehatan untuk mendapatkan terapi berhenti merokok yang sesuai.
Manfaat yang Menanti Setelah Berhenti
Nikotin memiliki efek kecanduan dan susah untuk mendorong orang untuk berhenti merokok. Namun, mengenali manfaat berhenti merokok bisa menjadi motivasi kuat untuk berhenti.
- Daya tahan tubuh meningkat, sehingga mengurangi risiko terkena penyakit
- Raut wajah terlihat lebih muda dan segar
- Potensi stres berkurang
- Gigi terlihat lebih cerah dan bau mulut berkurang
- Hasrat seksual dan kesuburan meningkat
Kesimpulan
Baik rokok konvensional maupun vape sama-sama memiliki risiko terhadap kesehatan. Perbedaan bentuk dan cara penggunaannya tidak membuat salah satunya menjadi pilihan aman. Menghindari rokok dan vape merupakan langkah awal untuk menjaga kesehatan paru-paru, jantung, dan kualitas hidup secara keseluruhan.
Referensi
Alodokter. (n.d.). Lebih bahaya rokok atau vape? Ini fakta di baliknya. https://www.alodokter.com/lebih-bahaya-rokok-atau-vape-dan-fakta-dibaliknya
Ayo Sehat Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (n.d.). Cara berhenti merokok. https://ayosehat.kemkes.go.id/cara-berhenti-merokok
Ayo Sehat Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (n.d.). Masih kecanduan merokok? Simak tips berhenti merokok berikut. https://ayosehat.kemkes.go.id/masih-kecanduan-merokok-simak-tips-berhenti-merokok-berikut
Ayo Sehat Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (n.d.). Mengenal bahaya rokok elektrik (vape). https://ayosehat.kemkes.go.id/mengenal-bahaya-rokok-elektrik-vape
Halodoc. (n.d.). Lebih bahaya mana, rokok atau vape? Cek faktanya. https://www.halodoc.com/artikel/lebih-bahaya-mana-rokok-atau-vape-cek-fakta
Rumah Sakit Paru Respira Yogyakarta. (n.d.). Bahaya rokok elektrik (vape) dan pod. https://rsprespira.jogjaprov.go.id/bahayarokokelektrikvapedanpod/







Write a Comment