Berita

Olahraga di Bulan Puasa: Tetap Aktif, Tetap Aman, dan Tetap Bertenaga

Oleh : Nur Handayani, S.KM

Bulan puasa membawa perubahan besar pada pola makan, jam tidur, dan ritme aktivitas harian. Tidak sedikit orang memilih mengurangi bahkan menghentikan olahraga karena khawatir lemas, pusing, atau dehidrasi. Padahal, dengan strategi yang tepat, olahraga tetap bisa dilakukan secara aman dan justru membantu menjaga kebugaran selama Ramadan. Kuncinya bukan berhenti bergerak, tetapi menyesuaikan waktu, jenis, dan intensitas latihan.

               Secara fisiologis, saat berpuasa tubuh akan menggunakan cadangan energi secara bertahap. Setelah beberapa jam tanpa asupan makanan, kadar gula darah menurun dan tubuh mulai memanfaatkan glikogen serta lemak sebagai sumber energi. Dalam kondisi ini, olahraga ringan hingga sedang masih dapat ditoleransi dengan baik oleh individu sehat. Bahkan, aktivitas fisik yang teratur membantu menjaga metabolisme, massa otot, dan kebugaran jantung.

               Waktu olahraga yang tepat saat puasa menjadi pertanyaan yang paling sering muncul. Secara umum, ada tiga waktu yang direkomendasikan. Pertama, 30–60 menit sebelum berbuka puasa. Waktu ini cocok untuk olahraga ringan karena setelah selesai, tubuh dapat segera mengganti cairan dan energi. Kedua, 1–2 jam setelah berbuka puasa, ketika tubuh sudah mendapatkan asupan nutrisi yang cukup. Ini adalah waktu paling ideal untuk latihan dengan intensitas sedang. Ketiga, setelah sahur, namun hanya untuk aktivitas sangat ringan seperti peregangan atau jalan santai, karena risiko dehidrasi di siang hari tetap perlu dipertimbangkan.

               Lalu, olahraga seperti apa yang aman dilakukan? Untuk kebanyakan orang, aktivitas aerobik ringan seperti jalan cepat, bersepeda santai, atau senam low impact sangat dianjurkan. Selain itu, latihan kekuatan dengan beban ringan hingga sedang juga bermanfaat untuk mempertahankan massa otot. Yoga dan pilates menjadi pilihan baik karena membantu fleksibilitas sekaligus relaksasi. Bagi yang sudah terbiasa berlatih intensitas tinggi, latihan tersebut tetap bisa dilakukan, tetapi sebaiknya dipindahkan ke waktu setelah berbuka.

               Durasi olahraga selama puasa sebaiknya dibatasi sekitar 30–45 menit. Intensitas dapat dijaga pada tingkat ringan hingga sedang, ditandai dengan masih bisa berbicara saat berolahraga tanpa terengah-engah berat. Prinsip ini membantu mencegah kelelahan berlebihan serta menjaga keseimbangan cairan tubuh.

               Asupan nutrisi juga sangat menentukan keberhasilan olahraga saat puasa. Saat berbuka, awali dengan air putih dan makanan ringan yang mudah dicerna, kemudian lanjutkan dengan makanan bergizi seimbang yang mengandung karbohidrat kompleks, protein, lemak sehat, serta sayur dan buah. Saat sahur, pilih makanan tinggi serat dan protein agar energi bertahan lebih lama. Kecukupan cairan dari waktu berbuka hingga sahur sangat penting untuk mencegah dehidrasi saat beraktivitas di siang hari.

Beberapa tips aman berolahraga saat puasa antara lain:

  • Hindari olahraga di bawah terik matahari langsung.
  • Gunakan pakaian yang nyaman dan menyerap keringat.
  • Perhatikan tanda bahaya seperti pusing berat, mual, jantung berdebar tidak normal, atau pandangan kabur.
  • Prioritaskan kualitas tidur agar pemulihan tubuh optimal.
  • Jangan memaksakan diri jika tubuh terasa sangat lemah.

               Olahraga saat puasa bukan hanya berdampak pada fisik, tetapi juga kesehatan mental. Aktivitas fisik terbukti membantu meningkatkan suasana hati, mengurangi stres, dan memperbaiki kualitas tidur. Dalam suasana Ramadan yang penuh aktivitas ibadah dan sosial, tubuh yang tetap bugar tentu mendukung produktivitas dan kekhusyukan.

               Meski demikian, individu dengan kondisi medis tertentu seperti diabetes yang tidak terkontrol, penyakit jantung, gangguan tekanan darah, atau riwayat dehidrasi berat sebaiknya berkonsultasi dengan tenaga kesehatan sebelum menyusun program olahraga saat puasa. Penyesuaian khusus mungkin diperlukan agar tetap aman.

               Pada akhirnya, puasa dan olahraga bukan dua hal yang bertentangan. Dengan pengaturan waktu yang tepat, pemilihan jenis olahraga yang sesuai, serta perhatian pada nutrisi dan hidrasi, tubuh tetap bisa aktif dan sehat sepanjang bulan Ramadan. Bergeraklah dengan bijak—bukan nekat—agar manfaat puasa dan olahraga dapat dirasakan secara optimal.

Referensi :

World Health Organization. (2020). Guidelines on Physical Activity and Sedentary Behaviour.

American College of Sports Medicine. (2021). ACSM’s Guidelines for Exercise Testing and Prescription.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Pedoman Gizi Seimbang dan Aktivitas Fisik.

Mayo Clinic. (2022). Exercising While Fasting: Safety and Hydration Considerations.

Sharing is caring!

Write a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

PENTINGNYA MEMBIASAKAN CUCI TANGAN YANG BENAR UNTUK MENJAGA KESEHATAN

Oleh:Nur Handayani, S.KM Mencuci tangan dengan sabun merupakan kebiasaan sederhana yang memiliki manfaat besar bagi kesehatan. …

Memasuki Hari Ketiga Akreditasi: Telusur Lapangan, Simulasi Tanggap Darurat, dan Rekomendasi Peningkatan Mutu

BANTUL, RS Paru Respira — Rangkaian survei akreditasi rumah sakit di RS Paru Respira Yogyakarta memasuki hari ketiga. Pada …

Masuk Hari Kedua Survei Akreditasi, RS Paru Respira Tegaskan Komitmen Tingkatkan Mutu dan Keselamatan Pasien

BANTUL — Rumah Sakit Paru Respira terus berupaya menjaga dan meningkatkan standar tata kelola serta pelayanan kesehatan …

Asap, Polusi Udara, dan Kesehatan Paru: Waspadai Bahaya PM2.5 bagi Pernapasan

Oleh:Susilawati.S.K.M Kualitas udara menjadi salah satu perhatian penting dalam menjaga kesehatan paru. Paparan polusi udara, …

Tingkatkan Keselamatan Lingkungan Kerja, RS Paru Respira Gelar Praktik K3RS 2026

Bantul-(21/8)Rumah Sakit Paru Respira secara konsisten berkomitmen menciptakan lingkungan kerja yang aman, nyaman, dan siap …

RS Paru Respira Gelar IHT K3RS 2026: Tingkatkan Kompetensi Demi Wujudkan Budaya Kerja Aman dan Pelayanan Bermutu

Tingkatkan Mutu Pelayanan dan Keselamatan Kerja, RS Paru Respira Gelar IHT K3RS 2026 Bantul – Keselamatan dan kesehatan …