In-House Training (IHT) Bantuan Hidup Dasar (BHD) RS Paru Respira: Tingkatkan Kesiapsiagaan Melalui Teori dan Praktik Klinis
Dalam rangka meningkatkan mutu pelayanan serta keselamatan pasien, Rumah Sakit Paru Respira secara rutin menyelenggarakan kegiatan In-House Training (IHT) Bantuan Hidup Dasar (BHD). Pelatihan komprehensif ini dirancang khusus untuk memperbarui pengetahuan (refreshing knowledge) serta mengasah keterampilan seluruh tenaga kesehatan maupun non-kesehatan di lingkungan rumah sakit dalam menghadapi situasi darurat medis.
Pelatihan yang berlangsung interaktif ini menghadirkan narasumber dan instruktur ahli di bidangnya, yang membawakan materi secara sistematis mulai dari pengenalan awal kedaruratan hingga simulasi penanganan secara langsung.
1. Pemahaman Mendalam Mengenai CPR oleh Agung Rejeki, S.Kep., Ns., M.Kep.
Sesi pertama dalam rangkaian IHT BHD ini dibuka oleh Agung Rejeki, yang memaparkan materi inti mengenai Cardiopulmonary Resuscitation (CPR) atau Bantuan Hidup Dasar.
Dalam pemaparannya, beliau menekankan bahwa kecepatan dan ketepatan tindakan CPR merupakan faktor penentu utama dalam menyelamatkan nyawa pasien yang mengalami henti napas atau henti jantung. Beberapa poin penting yang disampaikan meliputi:
- Prinsip Chain of Survival (Rantai Kelangsungan Hidup) dalam kegawatdaruratan kardiovaskular.
- Langkah-langkah penilaian dini (Assessment) kondisi pasien sebelum melakukan tindakan.
- Teknik kompresi dada (chest compressions) yang efektif, meliputi kedalaman, kecepatan, serta recoil dada yang sempurna guna memastikan aliran darah ke organ vital tetap terjaga.
2. Protap dan Respon Cepat Code Blue oleh dr. Amri Hasan
Materi dilanjutkan dengan topik krusial mengenai manajemen sistem darurat rumah sakit yang dibawakan oleh dr. Amri. Beliau mengupas tuntas pentingnya pengaktifan sistem Code Blue secara cepat dan terkoordinasi.
Dalam paparannya, dr. Amri menjelaskan bahwa Code Blue adalah kode darurat internal yang menandakan adanya pasien yang mengalami henti jantung atau henti napas di area rumah sakit dan memerlukan intervensi tim medis segera. Fokus utama dari materi ini meliputi:
- Alur komunikasi dan pelaporan saat menemukan pasien tidak sadarkan diri.
- Pembagian peran dan tanggung jawab masing-masing anggota Tim Code Blue (mulai dari team leader, pengambil alih kompresi, pemberi ventilasi, hingga pengelola obat dan alat kejut jantung/AED).
- Pentingnya koordinasi antarunit agar pertolongan darurat (response time) dapat dilakukan dalam hitungan menit.
3. Simulasi Klinis Henti Jantung dan Praktik CPR oleh Aris Andri, S.Kep., Ns.
Sebagai puncak dari rangkaian pelatihan IHT BHD, sesi pelatihan praktik dipandu langsung oleh Aris. Pada sesi ini, seluruh peserta diajak untuk mengaplikasikan teori yang telah didapat secara langsung melalui manekin (phantom) pelatihan.
Praktik ini mensimulasikan skenario nyata penanganan pasien henti jantung, yang mencakup:
- Teknik pengecekan nadi karotis dan pernapasan dengan benar.
- Praktik langsung melakukan kompresi dada dan pemberian bantuan napas (rescue breathing) sesuai standar pedoman internasional (American Heart Association / AHA terkini).
- Penggunaan alat Automated External Defibrillator (AED) secara tepat dan aman.
- Evaluasi post-praktik untuk memastikan setiap peserta menguasai teknik yang benar guna meminimalisasi kesalahan saat menghadapi situasi kedaruratan yang sesungguhnya di lapangan.







Write a Comment