Berita

Rokok VS Vape, Tren, Risiko, dan Tanggung Jawab kita

YOGYAKARTA , 13 Mei 2026 Menyambut Hari Tanpa Tembakau Sedunia yang diperingati setiap 31 Mei, diskursus mengenai bahaya produk tembakau kembali mengemuka. Melalui narasumber ahli dalam Special Talkshow di Radio Yasika FM bertajuk “Rokok VS Vape: Tren, Risiko, dan Tanggung Jawab Kita”, masyarakat diajak untuk melihat lebih dalam fakta medis dan regulasi di balik tren konsumsi nikotin saat ini.

Dilema Tren: Apakah Vape Benar-Benar Lebih Aman?

Banyak pengguna beralih dari rokok konvensional ke rokok elektrik atau vape dengan asumsi bahwa perangkat tersebut adalah alternatif yang “lebih sehat”. Namun, dr. Wahyuni H. Sp.P, Dokter Spesialis Paru dari RS Paru Respira, memberikan penegasan medis yang kontras dengan persepsi publik tersebut.

“Bukan masalah mana yang lebih ringan, tapi keduanya memberikan dampak beban bagi organ paru. Vape tetap mengandung zat kimia, nikotin, dan perasa yang jika dipanaskan dapat memicu peradangan pada jaringan paru-paru,” ujar dr. Wahyuni.

Perbandingan Risiko: Rokok Konvensional vs. Vape

AspekRokok KonvensionalVape (Rokok Elektrik)
Kandungan UtamaTar, Karbon Monoksida, NikotinCairan Nikotin, Propilen Glikol, Perasa
Dampak ParuPPOK, Kanker Paru, BronkitisEVALI, Iritasi Saluran Napas, Penyakit Jantung
PaparanAsap pembakaran (asap samping berbahaya)Uap kimia (aerosol)

Tanggung Jawab Kolektif dan Payung Hukum

Selain sisi kesehatan, fenomena ini juga menuntut perhatian dari sisi kebijakan publik. Tustiyani, SH, Anggota DPRD DIY, menyoroti pentingnya regulasi yang ketat untuk menekan angka perokok pemula yang kini kian bergeser ke arah vape.

Menurutnya, tanggung jawab menjaga kesehatan lingkungan bukan hanya tugas individu, melainkan juga memerlukan dukungan aturan yang membatasi ruang gerak distribusi produk tembakau di bawah umur.

Poin-poin penting tanggung jawab kita:

  • Edukasi Keluarga: Memutus rantai kebiasaan merokok dari unit terkecil.
  • Kawasan Tanpa Rokok (KTR): Mematuhi area bebas asap untuk melindungi perokok pasif.
  • Kesadaran Diri: Memilih gaya hidup sehat sebagai investasi jangka panjang.

Kesimpulan: Pilihan Tepat untuk Paru Sehat

Pesan utama dalam peringatan Hari Tanpa Tembakau tahun ini adalah kejujuran terhadap diri sendiri. Baik rokok maupun vape, keduanya memiliki potensi merusak kualitas hidup. Paru-paru yang sehat tidak dimulai dari pencarian alternatif tembakau, melainkan dari keputusan untuk berhenti sama sekali.

Mari jadikan momen 31 Mei ini sebagai titik balik untuk lebih bijak menjaga kesehatan diri dan keluarga. Karena pada akhirnya, paru yang sehat dimulai dari pilihan yang tepat.

Sharing is caring!

Write a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Meningkatkan Mutu Pelayanan: Pelatihan Service Excellence RS Paru Respira

Bantu,16Juli2026.Di dunia kesehatan, pelayanan bukan sekadar tugas administratif atau tindakan medis; pelayanan adalah bentuk …

Es Teh Manis Setiap Hari? Segar Sesaat, Dampaknya Bisa Lebih Lama

Oleh : Nur Handayani, S.KM Di tengah cuaca yang semakin panas, segelas es teh manis sering menjadi pilihan utama untuk melepas …

Edukasi Sejak Dini: RS Paru Respira Gelar Penyuluhan Bahaya Rokok dan Vape di MPLS SMP IT LHI

Bantul(14/7)-Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) merupakan momen krusial bagi para siswa baru untuk beradaptasi dengan …

RS Paru Respira Terima Kunjungan UPTD Klinik Utama Lawamena dalam Upaya Memperkuat Kolaborasi Pelayanan Kesehatan

Bantul, (13/7) – RS Paru Respira menerima kunjungan dari UPTD Klinik Utama Lawamena, Bhakti Kesehatan Provinsi Maluku dalam …

RS Paru Respira Sambut Peserta Didik Baru Melalui Kegiatan Orientasi

Bantul – Senin(6/7)Dalam rangka menjaga mutu pelayanan dan keselamatan pasien, RS Paru Respira secara resmi menyelenggarakan …

Peningkatan Mutu dan Keselamatan Pasien melalui Sosialisasi Medication Safety, Teknik Aseptik, dan Peresepan Rasional

Bantul, 27 Juni 2026 – Dalam upaya berkelanjutan untuk memberikan layanan kesehatan yang prima dan aman, Rumah Sakit Paru …