Berita

Menyambut Hari Tuberkulosis Sedunia: Tantangan dan Tips Berpuasa bagi Pasien Tuberkulosis selama Bulan Ramadan

Oleh : Shukhalita Swasti Astasari, S.KM

Tuberkulosis berada di peringkat ke-13 sebagai penyebab kematian, sementara termasuk penyakit menular kedua terbanyak setelah COVID-19. Diperkirakan ada sekitar 10,6 juta kasus tuberkulosis (TBC) di seluruh dunia pada tahun 2021. Hari Tuberkulosis Sedunia jatuh pada tanggal 24 Maret tahun ini, yang bersamaan dengan awal bulan suci Ramadan. Bagaimana para pasien TBC menghadapi tantangan berpuasa selama bulan Ramadan?

Berpuasa adalah kewajiban bagi setiap Muslim yang mampu melakukannya, namun ada kelonggaran bagi orang sakit, termasuk penderita tuberkulosis (TBC), yang dapat menggantinya di lain hari. Keputusan untuk berpuasa kembali diserahkan kepada pasien TBC, dengan mempertimbangkan kondisi kesehatannya. Jika efek samping obat membuat puasa tidak memungkinkan, pasien TBC resisten obat dapat tidak berpuasa dan membayar fidyah atau menggantinya di waktu lain. Pasien TBC dapat berpuasa dengan menjaga jadwal minum obat, bahkan dengan memindahkannya ke waktu malam atau sebelum sahur.

Bagi mereka yang dapat berpuasa, hal tersebut dapat meningkatkan imunitas terhadap TBC dengan membunuh kuman penyebabnya, Mycobacterium tuberculosis. Puasa juga menyebabkan perubahan pada pola makan dan kualitas makanan, yang merupakan stressor bagi tubuh dan merangsang respon imun. Respons tubuh selama puasa meliputi perubahan endokrin, sistem saraf, dan sistem imun, yang meningkatkan pertahanan tubuh terhadap infeksi TBC. Melalui puasa, sistem imun merespons secara optimal, menghambat infeksi TBC pada bagian tubuh yang sehat. Selain itu, puasa terbukti meningkatkan metabolisme dan pertahanan tubuh secara keseluruhan.

 

Penderita TBC yang tidak dapat berpuasa karena efek samping obat yang berat, seperti pada pasien TBC resistan obat, diperbolehkan untuk tidak berpuasa terlebih dahulu. Mereka disarankan untuk membayar fidyah atau menggantinya di waktu lain. Orang dengan tuberkulosis boleh berpuasa, asalkan tetap teratur minum obat setiap hari. Jadwal minum obat yang semestinya pagi atau siang dapat dipindahkan ke malam hari.

 

Terdapat beberapa hal yang harus diperhatikan pasien TBC saat berpuasa, diantaranya :

·        Pasien harus tidur cukup minimal 7 jam per hari,

·        Lakukan olahraga rutin minimal 5 hari dalam 1 minggu (sekitar 30 menit per harinya),

·        Hindari rokok dan konsumsi alkohol. Selain alkohol diharamkan bagi umat muslim, alkohol juga dapat berinteraksi dengan obat-obat TBC.

·        Batasi pengonsumsian minuman yang mengandung soda maupun kafein, seperti kopi atau the.

·        Saat sahur, sebaiknya hindari makanan yang berminyak,

·        Perbanyak makanan berserat seperti buah dan sayur, serta minum air putih (1 gelas setelah bangun tidur dan saat sahur).

·        Kemudian saat berbuka, minum air putih (1 gelas saat: berbuka, setelah sholat maghrib, makan malam, sholat isya, sholat tarawih, dan sebelum tidur).

Namun perlu diperhatikan bahwa pengaturan minum air putih ini ditujukan bagi pasien TBC tanpa komorbid (penyakit penyerta). Jika pasien memiliki komorbid selain TBC, misalnya mengalami penyakit jantung, maka perlu ada pengaturan asupan cairan sesuai dengan petunjuk dokter. Pasien juga disarankan untuk mengonsumsi makanan sesuai dengan porsi gizi seimbang, yang terdiri dari 1/3 bagian piring berisi makanan pokok, 1/3 bagian piring berisi sayuran, 1/6 bagian piring berisi buah-buahan, dan 1/6 piring berisi lauk pauk hewani dan nabati.

Kiat pengobatan pasien TB, yaitu:

·        Obat dosis tunggal: diminum secara teratur 1 jam-30 menit sebelum sahur. Obat ini dianjurkan untuk diminum sebelum sahur untuk memaksimalkan kerja obat saat perut kosong.

·        Obat dosis terbagi atau obat lepasan (terdiri dari beberapa jenis obat yang tidak bisa diminum secara bersamaan): diminum secara teratur, ada yang diminum pada saat berbuka puasa, ada yang diminum setelah makan malam, dan sisanya diminum saat setelah sahur.

Jika obat memiliki dosis 2×1,maka dapat dibagi dengan 1 (satu) dosis diminum saat sahur dan 1 (satu) dosis saat berbuka puasa. Sedangkan untuk obat dengan dosis 3×1 atau 4×1, disarankan untuk berkonsultasi dengan dokter guna mempertimbangkan kemungkinan mengubah dosis menjadi 1×1 atau 2×1.

 

Sumber :

·        https://yankes.kemkes.go.id/view_artikel/178/puasa-bagi-penderita-penyakit-tb-paru-

·        https://www.halodoc.com/artikel/puasa-sehat-tingkatkan-imun-pengidap-tbc-begini-cara-kerjanya

·        https://rs.ui.ac.id/umum/berita-artikel/berita/seminar-awam-bicara-sehat-puasa-pada-pasien-tb-aapakah-bisa-mengganggu-pengobatan

·        Syarifah, Fitri. 2023. Yang Harus Diperhatikan Pasien Tuberkulosis Jika Ingin Puasa Ramadhan. https://www.liputan6.com/

Sharing is caring!

Write a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Sukses Tingkatkan Kesiapsiagaan Medis, RS Respira Gelar In-House Training Bantuan Hidup Dasar (IHT BHD)

Yogyakarta, 6 Agustus 2026 — Dalam upaya nyata untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan serta kesiapsiagaan …

Asap Manis, Bahaya Nyata: Membongkar Mitos di BalikVape dan Rokok

Oleh : Nayla Zahra Gusnindy Putri (Mahasiswa PKL DIV Promkes – UNY) Disunting Oleh : Tim PKRS Vape sering digambarkan …

In-House Training (IHT) Bantuan Hidup Dasar (BHD) RS Paru Respira: Tingkatkan Kesiapsiagaan Melalui Teori dan Praktik Klinis

Dalam rangka meningkatkan mutu pelayanan serta keselamatan pasien, Rumah Sakit Paru Respira secara rutin menyelenggarakan …

Orientasi Peserta Didik Baru Universitas Muhammadiyah Surakarta dan Poltekes Kemenkes Surakarta di RS Paru Respira

Senin,03Agustus2026-Memasuki lingkungan klinis yang baru merupakan langkah awal yang krusial bagi setiap peserta didik, baik …

Hari Kanker Paru Sedunia 2026: Wujudkan Kepedulian, Perkuat Langkah Pencegahan dan Deteksi Dini

Setiap tanggal 1 Agustus, dunia memperingati Hari Kanker Paru Sedunia (World Lung Cancer Day) sebagai momentum untuk meningkatkan …

Pelatihan Communication dan Hard Skill bagi Petugas Kebersihan RS Paru Respira: Langkah Nyata Tingkatkan Kualitas Layanan Prima

BANTUL, 29 Juli 2026 – Rumah Sakit Paru (RSP) Respira kembali menunjukkan komitmennya dalam menghadirkan pelayanan …