Berita

Olahraga apa yang aman di Masa Pandemic Covid-19 ?

Oleh: Shukhalita Swasti Astasari, S,KM

Pandemi Covid-19 hingga saat ini belum berakhir, ditengah pandemic Covid-19, kita perlu untuk menjaga kesehatan kita. Menurut para ahli, kita harus menjaga kesehatan dan mematuhi protokol kesehatan untuk meminimalisir resiko tertular Covid-19. Salah satu upaya untuk menjaga kesehatan adalah dengan berolahraga. Pentingkah olahraga di kondisi pandemic Covid-19 ini? Ya, olahraga tentu sangat penting. Berolahraga atau melakukan aktivitas fisik membuat tubuh lebih bugar dan sehat sehingga daya tahan tubuh lebih kuat dan dapat mengurangi resiko tertular virus.

Dikutip dari International Journal of Cardiovascular Science, olahraga atau aktivitas fisik, terutama pada intensitas dan durasi sedang, dapat mendukung respon imun dan meningkatkan daya tahan tubuh terhadap penyakit. Sedangkan, olahraga dengan intensitas tinggi dan berkepanjangan tidak disarankan untuk dilakukan karena dapat menyebabkan imunosupresi atau menurunkan imunitas tubuh.

Beberapa hasil penelitian juga menunjukkan bahwa olahraga atau aktivitas fisik dapat mencegah terjadinya gangguan mental yang dialami oleh sebagian orang karena adanya penerapan karantina dan isolasi, maupun jaga jarak (physical dystancing) akibat pandemik Covid-19. Gangguan mental tersebut misalnya depresi, kecemasan, sindrom kelelahan dan stress. Aktivitas fisik / Olahraga menghasilkan endorfin, bahan kimia di otak Kita yang meremajakan pikiran dan tubuh Kita, dan itu dapat membantu meningkatkan semua aspek kesehatan. Selain meningkatkan mood dan meningkatkan kualitas tidur, olahraga juga dapat memperkuat sistem kekebalan tubuh.

Berikut ini jenis olahraga yang terbilang aman dilakukan untuk di rumah selama pandemic COVID-19, yaitu:

  1. Kardio. Jenis olahraga kardio adalah olahraga yang efektif membakar lemak dan membuat tubuh berkeringat. Untungnya olahraga ini bisa dilakukan di rumah sehingga mengurangi risiko kamu terjangkit COVID-19. Jika memiliki treadmill, sepeda statis atau alat kardio lainnya di rumah, maka bisa dimanfaatkan. Namun, jangan khawatir, lompat tali atau skipping juga bisa menjadi alternative
  2. Senam Aerobik. Jika tidak memiliki alat latihan kardio, olahraga satu ini juga menjadi pilihan yang menarik untuk dilakukan selama di rumah. Kita bisa melakukan senam zumba misalnya, dengan mengikuti video tutorial atau bahkan bersama teman-teman di rumah masing-masing lewat video conference. Instruktur olahraga aerobik tetap memberikan gerakan-gerakan yang membuat tubuh berkeringat sehingga tubuh menjadi lebih bugar. Senam aerobik juga mampu meredakan gejala depresi dan gangguan cemas yang dihadapi selama pandemi ini.
  3. Yoga. Olahraga ini mungkin terkesan mudah dan sederhana. Namun, jika dilakukan dengan sungguh-sungguh, olahraga ini juga tergolong efektif membakar lemak dan membuat tubuh berkeringat. Bonusnya lagi, beberapa gerakan yoga dapat membuat kamu lebih tenang dan santai. Sehingga kecemasan yang sering muncul selama pandemi ini bisa berkurang. Beberapa manfaat yoga lainnya adalah menjaga metabolisme tubuh, meningkatkan pernapasan, memperkuat energi serta vitalitas. Kamu bisa melakukannya di rumah dengan mengikuti video tutorial yang banyak tersedia di internet.

Yuk Olahraga, agar badan lebih bugar dan sehat !

Sumber :

https://ijcscardiol.org
https://dinkes.batam.go.id

Sharing is caring!

Write a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Hati-Hati,  Lindungi Anak dan Remaja dari Target Pasar Industri Rokok

Oleh : Nur Handayani, S.KM  Tingginya angka perokok di Indonesia masih menjadi pekerjaan rumah bangsa Indonesia. …

Dampak Perubahan Iklim pada Kesehatan Lansia: Ancaman yang Tak Terlihat

Oleh : Arifah B, SKM Perubahan iklim memiliki dampak yang signifikan terhadap kesehatan, baik secara langsung maupun tidak …

Kembali Fit Setelah Ramadan dan Lebaran

Oleh : Kristiriyandini, SKM Selama sebulan puasa dibulan ramadhan, umat islam mengalami perubahan pola makan dan perubahan …

Tetap Sehat dan Bugar di Bulan Puasa

By : Nur Handayani, S.KM Tidak Terasa, kita sudah akan bertemu kembali dengan bulan Ramadhan. Persiapan apa nih yang sahabat …

Menyambut Hari Tuberkulosis Sedunia: Tantangan dan Tips Berpuasa bagi Pasien Tuberkulosis selama Bulan Ramadan

Oleh : Shukhalita Swasti Astasari, S.KM Tuberkulosis berada di peringkat ke-13 sebagai penyebab kematian, sementara termasuk …