Category: <span>Artikel</span>

RS Paru Respira Gelar Orientasi Pegawai dan Mahasiswa Baru: Perkuat Layanan dengan Edukasi PPI

BANTUL – Dalam rangka menjaga kualitas pelayanan kesehatan dan keselamatan pasien, Rumah Sakit Paru (RSP) Respira Yogyakarta menyelenggarakan agenda orientasi bagi pegawai baru dan peserta didik pada Senin, 9 Maret 2026. Acara yang berlangsung di Ruang Amartha Lantai 3 ini menyasar berbagai elemen tenaga kerja, mulai dari CS hingga mahasiswa praktik dari berbagai universitas ternama.

Sebagai institusi pendidikan dan pelayanan, RSP Respira rutin menerima mahasiswa dari berbagai institusi seperti Poltekkes Surakarta, UMS, dan UNISA untuk mengasah kompetensi klinis mereka.

Pilar Utama Orientasi: PPI dan Budaya Cuci Tangan

Salah satu materi krusial dalam orientasi ini adalah Pencegahan dan Pengendalian Infeksi (PPI). Bagi pegawai baru seperti tenaga driver dan cleaning service, serta mahasiswa fisioterapi, memahami PPI adalah kewajiban mutlak untuk memutus rantai penularan penyakit di lingkungan rumah sakit.

Komponen paling sederhana namun berdampak besar dalam PPI adalah tata cara cuci tangan. Sesuai standar WHO yang diterapkan di RSP Respira, seluruh personel wajib memahami 6 langkah cuci tangan:

  1. Ratakan sabun dengan menggosok kedua telapak tangan.
  2. Gosok punggung tangan dan sela-sela jari secara bergantian.
  3. Gosok telapak tangan dan sela-sela jari.
  4. Jari-jari sisi dalam dari kedua tangan saling mengunci.
  5. Gosok ibu jari berputar dalam genggaman tangan kanan dan sebaliknya.
  6. Gosokkan dengan memutar ujung jari-jari di telapak tangan.

Selain itu, peserta orientasi ditekankan untuk mematuhi 5 Momen Cuci Tangan, yaitu: sebelum kontak dengan pasien, sebelum tindakan aseptik, setelah terkena cairan tubuh pasien, setelah kontak dengan pasien, dan setelah kontak dengan lingkungan sekitar pasien.

Olahraga di Bulan Puasa: Tetap Aktif, Tetap Aman, dan Tetap Bertenaga

Oleh : Nur Handayani, S.KM

Bulan puasa membawa perubahan besar pada pola makan, jam tidur, dan ritme aktivitas harian. Tidak sedikit orang memilih mengurangi bahkan menghentikan olahraga karena khawatir lemas, pusing, atau dehidrasi. Padahal, dengan strategi yang tepat, olahraga tetap bisa dilakukan secara aman dan justru membantu menjaga kebugaran selama Ramadan. Kuncinya bukan berhenti bergerak, tetapi menyesuaikan waktu, jenis, dan intensitas latihan.

               Secara fisiologis, saat berpuasa tubuh akan menggunakan cadangan energi secara bertahap. Setelah beberapa jam tanpa asupan makanan, kadar gula darah menurun dan tubuh mulai memanfaatkan glikogen serta lemak sebagai sumber energi. Dalam kondisi ini, olahraga ringan hingga sedang masih dapat ditoleransi dengan baik oleh individu sehat. Bahkan, aktivitas fisik yang teratur membantu menjaga metabolisme, massa otot, dan kebugaran jantung.

               Waktu olahraga yang tepat saat puasa menjadi pertanyaan yang paling sering muncul. Secara umum, ada tiga waktu yang direkomendasikan. Pertama, 30–60 menit sebelum berbuka puasa. Waktu ini cocok untuk olahraga ringan karena setelah selesai, tubuh dapat segera mengganti cairan dan energi. Kedua, 1–2 jam setelah berbuka puasa, ketika tubuh sudah mendapatkan asupan nutrisi yang cukup. Ini adalah waktu paling ideal untuk latihan dengan intensitas sedang. Ketiga, setelah sahur, namun hanya untuk aktivitas sangat ringan seperti peregangan atau jalan santai, karena risiko dehidrasi di siang hari tetap perlu dipertimbangkan.

               Lalu, olahraga seperti apa yang aman dilakukan? Untuk kebanyakan orang, aktivitas aerobik ringan seperti jalan cepat, bersepeda santai, atau senam low impact sangat dianjurkan. Selain itu, latihan kekuatan dengan beban ringan hingga sedang juga bermanfaat untuk mempertahankan massa otot. Yoga dan pilates menjadi pilihan baik karena membantu fleksibilitas sekaligus relaksasi. Bagi yang sudah terbiasa berlatih intensitas tinggi, latihan tersebut tetap bisa dilakukan, tetapi sebaiknya dipindahkan ke waktu setelah berbuka.

               Durasi olahraga selama puasa sebaiknya dibatasi sekitar 30–45 menit. Intensitas dapat dijaga pada tingkat ringan hingga sedang, ditandai dengan masih bisa berbicara saat berolahraga tanpa terengah-engah berat. Prinsip ini membantu mencegah kelelahan berlebihan serta menjaga keseimbangan cairan tubuh.

               Asupan nutrisi juga sangat menentukan keberhasilan olahraga saat puasa. Saat berbuka, awali dengan air putih dan makanan ringan yang mudah dicerna, kemudian lanjutkan dengan makanan bergizi seimbang yang mengandung karbohidrat kompleks, protein, lemak sehat, serta sayur dan buah. Saat sahur, pilih makanan tinggi serat dan protein agar energi bertahan lebih lama. Kecukupan cairan dari waktu berbuka hingga sahur sangat penting untuk mencegah dehidrasi saat beraktivitas di siang hari.

Beberapa tips aman berolahraga saat puasa antara lain:

  • Hindari olahraga di bawah terik matahari langsung.
  • Gunakan pakaian yang nyaman dan menyerap keringat.
  • Perhatikan tanda bahaya seperti pusing berat, mual, jantung berdebar tidak normal, atau pandangan kabur.
  • Prioritaskan kualitas tidur agar pemulihan tubuh optimal.
  • Jangan memaksakan diri jika tubuh terasa sangat lemah.

               Olahraga saat puasa bukan hanya berdampak pada fisik, tetapi juga kesehatan mental. Aktivitas fisik terbukti membantu meningkatkan suasana hati, mengurangi stres, dan memperbaiki kualitas tidur. Dalam suasana Ramadan yang penuh aktivitas ibadah dan sosial, tubuh yang tetap bugar tentu mendukung produktivitas dan kekhusyukan.

               Meski demikian, individu dengan kondisi medis tertentu seperti diabetes yang tidak terkontrol, penyakit jantung, gangguan tekanan darah, atau riwayat dehidrasi berat sebaiknya berkonsultasi dengan tenaga kesehatan sebelum menyusun program olahraga saat puasa. Penyesuaian khusus mungkin diperlukan agar tetap aman.

               Pada akhirnya, puasa dan olahraga bukan dua hal yang bertentangan. Dengan pengaturan waktu yang tepat, pemilihan jenis olahraga yang sesuai, serta perhatian pada nutrisi dan hidrasi, tubuh tetap bisa aktif dan sehat sepanjang bulan Ramadan. Bergeraklah dengan bijak—bukan nekat—agar manfaat puasa dan olahraga dapat dirasakan secara optimal.

Referensi :

World Health Organization. (2020). Guidelines on Physical Activity and Sedentary Behaviour.

American College of Sports Medicine. (2021). ACSM’s Guidelines for Exercise Testing and Prescription.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Pedoman Gizi Seimbang dan Aktivitas Fisik.

Mayo Clinic. (2022). Exercising While Fasting: Safety and Hydration Considerations.

Pemenuhan Sarana dan Prasarana Pengembangan Rumah Sakit Paru Respira

Sabtu, 07 Februari 2026, Rapat Pengemebangan Rumah sakit untuk pemenuhan sarana dan prasarana pengembangan Rumah Sakit Paru Respira diselenggarakan sebagai upaya strategis dalam mendukung peningkatan mutu pelayanan kesehatan serta pengembangan fasilitas rumah sakit secara berkelanjutan. Rapat ini membahas kebutuhan sarana dan prasarana yang diperlukan guna menunjang operasional rumah sakit, peningkatan kapasitas layanan, serta pemenuhan standar pelayanan kesehatan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Dalam rapat tersebut dilakukan evaluasi terhadap kondisi sarana dan prasarana yang telah tersedia, identifikasi kebutuhan pengembangan, serta perencanaan pengadaan fasilitas yang disesuaikan dengan prioritas dan kemampuan sumber daya. Selain itu, dibahas pula sinkronisasi rencana pengembangan dengan visi dan misi Rumah Sakit Paru Respira sebagai pusat pelayanan kesehatan paru yang profesional dan berkualitas.

Melalui rapat ini diharapkan dapat dihasilkan rekomendasi dan langkah tindak lanjut yang terarah dan terukur dalam rangka mendukung pengembangan Rumah Sakit Paru Respira, sehingga mampu memberikan pelayanan yang optimal, aman, dan berorientasi pada kepuasan masyarakat.

STRESS EATING

Oleh : Nur Handayani, SKM

Apa itu stress eating ?

Stress eating adalah keinginan untuk makan saat stres walau sebenarnya tidak lapar. Pada sebagian orang, makan merupakan salah satu cara meredakan stres. Meski kelihatannya tidak berbahaya, stress eating bisa menimbulkan masalah pada kesehatan, apalagi jika sudah menyebabkan obesitas.

Tanda stress eating

  • Merasa ingin makan walau tidak lapar, terutama saat sedang cemas, stres, atau banyak beban pikiran
  • Menginginkan makanan tertentu saat sedang stres, misalnya selalu ingin makan cokelat atau es krim saat sedang merasa tertekan.
  • Merasa ingin makan karena tidak ada hal lain yang bisa dilakukan
  • Merasa bahwa makan bisa membuat perasaan menjadi lebih baik
  • Menginginkan makanan tertentu yang cenderung manis atau pedas.
  • Selalu ingin makan meski tidak merasa lapar.
  • Terlalu malas untuk melakukan hal-hal lain.
  • Memiliki sugesti bahwa makan akan membuat perasaan dan pikiran menjadi lebih baik.

Mengapa junk food memberikan kenyamanan?

Merasa lapar saat stres adalah hal yang wajar, karena tubuh memproduksi lebih banyak kortisol yang juga dikenal sebagai ‘hormon lapar’. Stres juga dapat mengurangi tingkat ‘hormon kebahagiaan’, serotonin dan dopamin, yang dapat menimbulkan keinginan untuk mengonsumsi makanan tinggi gula atau lemak. Ketika mengonsumsi makanan tinggi gula atau lemak, otak Anda melepaskan lebih banyak serotonin dan dopamin, yang meningkatkan suasana hati dan mengurangi kecemasan. Namun, efeknya biasanya hanya berlangsung sebentar karena akar penyebab pemicu stres Anda tidak ditangani dengan baik. Perasaan stres biasanya akan kembali, dan Anda akan terjebak dalam siklus stress eating lagi.

Dampak stress eating

Cara mengatasi stress eating

  1. Ketahui penyebab stress
  2. Manajemen stress
  3. Merujuk ke ahli diet untuk menyusun rencana untuk mengelola kebiasaan makan Anda
  4. Merujuk ke psikolog atau psikiater untuk menilai kesehatan mental untuk menilai kesehatan mental dan masalah stress Anda
  5. Berolahraga
  6. Selalu sediakan makanan sehat
  7. Perbanyak minum air putih

Referensi

Kementrian Kesehatan RI. 2024. Mencegah Stress Eating. https://yankes.kemkes.go.id/ tanggal 28 Oktober 2024

Kementrian Kesehatan RI. 2021. Hindari mengalihkan emosi dengan banyak makan pada saat stres, bosan. https://p2ptm.kemkes.go.id/ tanggal 29 Desember 2021

Tim Medis Siloam Hospital. 2024. Mengenal Stress Eating, Keinginan Makan Berlebih saat Stres. https://www.siloamhospitals.com/ tanggal 22 Agustus 2024

Adrian, dr. Kevin. 2024. Stress Eating, Kecenderungan untuk Makan Berlebihan Saat Stres. https://www.alodokter.com/ tanggal 8 November 2024

Mount Elizabeth. 2019. Makan Berlebihan Karena Stres? Inilah yang Harus Dilakukan. https://www.mountelizabeth.com.sg/ tanggal 25 April 2019

dr. Fadhli Rizal Makarim. 2020. Begini 7 Cara Mudah Mengatasi Stress Eating. https://www.halodoc.com/ tanggal 16 April 2020

Sinergi Bersama Wamenkes RI: Jemput Bola Deteksi TB di Sentolo!

SENTOLO – RS Paru Respira terus menunjukkan komitmennya dalam garda terdepan pemberantasan Tuberkulosis (TBC) di Indonesia. Pada hari Kamis, 29 Januari 2026, RS Paru Respira berkesempatan mendampingi kunjungan kerja Wakil Menteri Kesehatan Republik Indonesia dalam kegiatan Active Case Finding (ACF) yang dilaksanakan di Kelurahan Sentolo.

Kunjungan ini bertujuan untuk memantau langsung efektivitas penemuan kasus TBC secara aktif di tengah masyarakat, sebagai bagian dari strategi nasional akselerasi eliminasi TBC tahun 2030.

Menghadirkan Teknologi di Tengah Masyarakat

Dalam kegiatan ACF kali ini, RS Paru Respira membawa solusi nyata melalui layanan X-Ray Portable. Teknologi mutakhir ini menjadi bintang utama dalam mempermudah akses kesehatan bagi warga Sentolo.

Kenapa X-Ray Portable sangat penting?

  • Aksesibilitas: Masyarakat tidak perlu menempuh perjalanan jauh ke rumah sakit untuk mendapatkan rontgen dada.
  • Kecepatan: Hasil pemindaian dapat diketahui secara cepat, memungkinkan tim medis memberikan tindak lanjut instan.
  • Akurasi: Meskipun bersifat portabel, kualitas citra yang dihasilkan tetap standar medis untuk deteksi dini kelainan pada paru.

Deteksi Dini: Langkah Awal Menuju Kesembuhan

Wakil Menteri Kesehatan RI mengapresiasi kolaborasi aktif RS Paru Respira dalam menjemput bola ke lapangan. Beliau menekankan bahwa TBC hanya bisa dikalahkan jika kita berhasil memutus rantai penularannya melalui deteksi sedini mungkin.

“Deteksi dini adalah kunci. Semakin cepat ditemukan, semakin cepat diobati, dan semakin kecil risiko penularan ke anggota keluarga lainnya. Inilah langkah nyata kita menuju Indonesia Bebas TBC,” ujar pihak RS Paru Respira di sela-sela kegiatan.

Komitmen RS Paru Respira

Sebagai rumah sakit spesialis paru, RS Paru Respira tidak hanya menunggu pasien di klinik, tetapi juga aktif bergerak secara preventif dan promotif. Melalui kegiatan di Kelurahan Sentolo ini, diharapkan kesadaran masyarakat akan kesehatan paru semakin meningkat.

Mari bersama-sama kita dukung gerakan eliminasi TBC. Ingat, TBC bisa disembuhkan dengan pengobatan yang tepat dan tuntas!

Salam Sehat, Sahabat Respira! 🏥✨

Gizi Seimbang sebagai Pondasi Kesehatan Keluarga yang Tak Pernah Usang

Oleh : Arifah BN, S.KM

Pola makan yang sehat bukan hanya tren sesaat. Dari generasi muda yang aktif bergerak hingga orang dewasa dan lansia yang ingin tetap prima, gizi seimbang adalah kunci kehidupan sehat jangka panjang. Bukan sekadar mengisi perut, tetapi memahami apa dan mengapa kita makan sesuatu setiap hari.

Secara sederhana, gizi seimbang berarti tubuh memperoleh semua zat gizi, seperti karbohidrat, protein, lemak sehat, vitamin, mineral, dan serat, dalam jumlah dan proporsi yang tepat setiap hari. Itu juga mencakup minum air yang cukup dan jadwal makan yang teratur.

Mengapa Gizi Seimbang Itu Penting?

  1. Energi untuk Setiap Aktivitas

Bukan cuma tubuh yang bergerak, otak juga butuh bahan bakar. Nutrisi yang seimbang membantu kita menjadi lebih bertenaga, fokus, dan produktif, terutama kalau punya aktivitas padat sepanjang hari.

  • Pertumbuhan dan Perbaikan Tubuh

Protein membantu memperbaiki sel dan jaringan, sementara karbohidrat memberi energi harian. Lemak sehat berperan dalam penyerapan vitamin, dan vitamin serta mineral mendukung berbagai proses penting dalam tubuh.

  • Mengurangi Risiko Penyakit Kronis

Konsumsi nutrisi yang tepat dapat membantu menurunkan risiko penyakit seperti obesitas, diabetes, penyakit jantung, bahkan menjaga kesehatan otak di usia lanjut.

  • Tumbuh Kembang Optimal bagi Anak & Remaja

Anak yang mendapat gizi seimbang memiliki peluang lebih tinggi untuk mencapai tinggi dan berat badan ideal, konsentrasi belajar yang baik, serta daya tahan tubuh lebih kuat terhadap infeksi.

Prinsip Praktis Gizi Seimbang: “Isi Piringku”

Kementerian Kesehatan RI memperkenalkan prinsip sederhana Isi Piringku untuk membantu masyarakat menerapkan gizi seimbang tanpa ribet. Prinsip ini bisa jadi panduan sehari-hari:

½ piring sayuran dan buah,

¼ piring sumber karbohidrat seperti nasi, roti, atau sereal,

¼ piring protein dari lauk hewani atau nabati.

Selain itu, batasi konsumsi gula, garam, dan lemak berlebih, terutama dari makanan cepat saji dan minuman manis.

Gizi Seimbang di Setiap Tahap Kehidupan

  1. Bayi & Balita

Masa awal kehidupan adalah periode paling kritis. Gizi yang baik mendukung pertumbuhan fisik dan perkembangan otak. ASI eksklusif selama 6 bulan dan MPASI bergizi selanjutnya adalah pondasi terbaik di tahap ini.

  • Remaja & Dewasa

Remaja yang aktif membutuhkan kalori dan gizi yang cukup untuk pertumbuhan. Orang dewasa pun perlu gizi seimbang untuk mengatur berat badan, mempertahankan massa otot, dan menjaga stamina sehari-hari.

  • Lansia

Pada lansia, gizi seimbang membantu menjaga kekuatan tubuh, imunitas, dan fungsi kognitif, yang semuanya krusial untuk kualitas hidup yang baik.

Tips Praktis & Realistis untuk Hidup Sehat

Berikut langkah sederhana yang bisa kamu terapkan mulai dari hari ini:

  1. Rencanakan Menu Mingguan

Dengan perencanaan, pilihan makanan lebih bervariasi dan seimbang.

  • Sayur & Buah Warna-warni Setiap Hari

Semakin beragam warna, semakin banyak nutrisi yang diperoleh.

  • Pilih Karbohidrat Kompleks

Contohnya nasi merah, gandum utuh, atau ubi, lebih tinggi serat dan tahan lama sebagai sumber energi.

  • Pilih Protein Berkualitas

Ikan, telur, ayam, tahu, tempe, dan kacang-kacangan adalah pilihan yang bagus.

  • Hindari Makanan Ultra Proses

Kurangi camilan tinggi gula, garam, dan lemak trans.

  • Air Putih yang Cukup

Minimal 8 gelas per hari, penting untuk hidrasi dan fungsi tubuh optimal.

  • Aktif Bergerak

Gizi seimbang jadi lebih efektif bila dibarengi dengan aktivitas fisik ringan seperti jalan pagi atau senam keluarga.

Bukan Tentang Sempurna, Tapi Konsisten 🤝

Gizi seimbang bukan soal diet ekstrem atau aturan yang kaku. Ini tentang membangun kebiasaan sehat yang bisa bertahan lama, dari sarapan hingga makan malam, dari anak sampai lansia. Kebiasaan kecil seperti memilih makanan yang lebih alami, mengurangi gula, dan minum air putih bisa berdampak besar bagi kesehatan jangka panjang.

Gizi seimbang adalah investasi kesehatan terbaik yang bisa dilakukan siapa pun, kapan pun. Bukan hanya sekadar daftar makanan, tetapi cara hidup yang mendukung kesejahteraan fisik, mental, dan produktivitas sepanjang usia. Mulai dari langkah kecil hari ini, dan rasakan manfaatnya dalam jangka panjang.

Sumber:

Dinas Kesehatan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kabupaten Kapuas Hulu. 2022. Pentingnya Gizi Seimbang Bagi Lansia, Nakes Puskesmas Kalis Edukasi Lansia Desa Kalis Raya. https://dinkes.kapuashulukab.go.id/detil_info/2893

Kementerian Kesehatan RI. 2024. Isi Piringku, Panduan Kebutuhan Gizi Seimbang Harian. https://ayosehat.kemkes.go.id/isi-piringku-kebutuhan-gizi-harian-seimbang

Klinik Keluarga. 2024. Pentingnya Gizi Seimbang untuk Kesehatan Optimal. https://www.klinikkeluarga.com/news/selengkapnya/pentingnya-gizi-seimbang-untuk-kesehatan-optimal

Puskesmas Pelangan. 2025. Gizi Seimbang untuk Semua Usia: Konsultasi di Puskesmas. https://puskesmaspelangan-dikes.lombokbaratkab.go.id/artikel/gizi-seimbang-untuk-semua-usia-konsultasi-di-puskesmas/

RSUD Narmada. 2025. Gizi Seimbang untuk Keluaraga Sehat. https://rsudnarmada.lombokbaratkab.go.id/artikel/gizi-seimbang-untuk-keluarga-sehat/

WASPADA!!! PENIPUAN MENGATASNAMAKAN RS PARU RESPIRA

Diberitahukan kepada seluruh pihak bahwa setiap pemesanan yang mengatasnamakan Rumah Sakit Paru Respira dilakukan secara resmi melalui institusi dan tidak pernah mengatasnamakan pribadi.

Apabila terdapat pihak yang melakukan pemesanan atau transaksi dengan mengatasnamakan Rumah Sakit Paru Respira secara pribadi, maka hal tersebut merupakan tindakan penipuan dan bukan merupakan tanggung jawab Rumah Sakit Paru Respira.

Demikian pengumuman ini disampaikan untuk menjadi perhatian.

RS Paru Respira Gelar Rapat Program Kerja 2026

Oleh : Admin

Rabu, 21 Januari 2026, RS Paru Respira menggelar Rapat Program Kerja (Proker) Tahun 2026 yang dilaksanakan di Ruang Radyosuyoso, Bappeda, hari ini. Kegiatan tersebut dihadiri oleh seluruh jajaran struktural rumah sakit, mulai dari Direktur, Kepala Seksi dan Kepala Subbagian, Kepala Instalasi, hingga Kepala Unit.

Rapat ini bertujuan untuk menyelaraskan perencanaan program kerja antarunit, sekaligus memperkuat koordinasi dalam mendukung peningkatan mutu pelayanan dan tata kelola rumah sakit. Setiap unit memaparkan rencana kerja yang disusun secara terukur dan berorientasi pada kebutuhan organisasi serta pelayanan kepada masyarakat.

Melalui pelaksanaan rapat program kerja ini, RS Paru Respira berharap seluruh jajaran dapat membangun komitmen bersama dalam mewujudkan kinerja yang efektif, efisien, dan berkelanjutan pada tahun 2026.

AYO….CEK PARU DENGAN SPIROMETRI DI RUMAH SAKIT PARU RESPIRA !!

Oleh : Susilawati, S.KM

  1. Apa Itu Pemeriksaan Spirometri ?
    Spirometri adalah pemeriksaan fungsi paru untuk mengukur jumlah udara yang dapat dihirup dan dihembuskan, serta kecepatan aliran udara saat bernapas. Pemeriksaan ini menggunakan alat bernama spirometer dan merupakan standar pemeriksaan fungsi paru di fasilitas kesehatan. Spirometri bersifat aman, cepat, non-invasif, dan tidak menimbulkan rasa sakit.
  2. Tujuan Pemeriksaan Spirometri
    Pemeriksaan spirometri bertujuan untuk:
    Menilai fungsi paru secara objektif
    Mendeteksi dini gangguan pernapasan
    Membantu menegakkan diagnosis penyakit paru
    Menilai tingkat keparahan penyakit paru
    Memantau respons dan keberhasilan pengobatan
  3. Penyakit Yang Dapat Dideteksi Dengan Spirometri
    Spirometri dapat membantu dalam diagnosis dan pemantauan:
    Asma
    Penyakit Paru Obstruktif Kronik (PPOK)
    Bronkitis kronik
    Penyakit paru restriktif
    Gangguan fungsi paru akibat rokok atau paparan polusi
  4. Siapa Yang Dianjurkan Melakukan Spirometri ?
    Pemeriksaan spirometri dianjurkan bagi:
    Pasien dengan keluhan sesak napas, batuk lama, atau napas berbunyi
    Penderita asma atau PPOK
    Perokok aktif maupun pasif
    Pekerja dengan paparan debu, asap, atau bahan kimia
    Pasien yang sedang atau telah menjalani terapi penyakit paru
    Masyarakat yang ingin memantau kesehatan paru secara rutin
  5. Prosedur Pemeriksaan Spirometri
    Pasien akan diberi penjelasan oleh petugas kesehatan
    Pasien diminta menarik napas sedalam mungkin
    Pasien menghembuskan napas sekuat dan secepat mungkin ke alat spirometer
    Pemeriksaan dilakukan beberapa kali untuk mendapatkan hasil terbaik
    Hasil dicetak dan dievaluasi oleh dokter
  6. Persiapan Sebelum Pemeriksaan
    Tidak merokok minimal 1 jam sebelum pemeriksaan
    Tidak makan terlalu kenyang
    Menggunakan pakaian yang nyaman
    Mengikuti instruksi petugas selama pemeriksaan
  7. Keunggulan Pemeriksaan Spirometri Di Rumah Sakit Paru Respira
    Dilakukan oleh tenaga kesehatan terlatih
    Menggunakan alat spirometri modern dan terkalibrasi
    Hasil pemeriksaan akurat dan terpercaya
    Evaluasi langsung oleh dokter spesialis paru
    Pelayanan cepat, aman, dan nyaman
     
    Kesimpulan
    Pemeriksaan spirometri merupakan langkah penting untuk menjaga kesehatan paru, mendeteksi gangguan pernapasan sejak dini, serta meningkatkan kualitas hidup. RS Paru Respira menyediakan layanan spirometri profesional sebagai bagian dari komitmen menjaga kesehatan pernapasan masyarakat.
    Sumber :
    ·  Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Pedoman Pelayanan Penyakit Paru dan Pernapasan.
    ·  American Thoracic Society (ATS) & European Respiratory Society (ERS). Standardisation of Spirometry.
    ·  Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI). Pedoman Diagnosis dan Penatalaksanaan Penyakit Paru.

Pentingnya Postur Duduk yang Benar

Oleh: Nur Handayani, SKM

Duduk terlalu lama dengan posisi yang tidak tepat dapat menyebabkan berbagai keluhan pada tubuh, seperti punggung pegal, leher kaku, nyeri pinggang, hingga menurunnya produktivitas. Kebiasaan ini, jika dibiarkan, dapat menimbulkan masalah otot dan tulang jangka panjang.

Tips Postur Duduk Sehat :

✅ 1. Atur Posisi Duduk

Pastikan punggung tegak dan tersandar pada sandaran kursi.

Bahu rileks, tidak terangkat.

Kedua kaki menapak lantai, tidak menggantung.

Lutut sejajar atau sedikit lebih rendah dari pinggul.

✅ 2. Sesuaikan Posisi Layar

Letakkan layar sejajar dengan tinggi mata.

Jarak ideal layar dengan mata ± 50–70 cm.

Hindari menunduk terlalu lama karena dapat menegangkan otot leher.

✅ 3. Ciptakan Lingkungan Kerja yang Sehat

Pastikan pencahayaan cukup dan tidak menyilaukan mata.

Meja kerja rapi membantu fokus lebih baik.

Atur suhu ruangan agar tetap nyaman.

✅ 4. Gunakan Kursi Ergonomis

Pilih kursi yang mendukung bentuk alami tulang belakang.

Sandaran dapat menyesuaikan posisi tubuh.

Kursi dapat diatur tinggi-rendah sesuai kebutuhan.

✅ 5. Lakukan Peregangan Rutin

Setiap 30–60 menit, berdiri dan lakukan stretching ringan.

Putar bahu, regangkan leher, atau berjalan sebentar.

Gerakan kecil ini bisa mengurangi ketegangan otot secara signifikan.

🌟 Kesimpulan

Postur duduk yang benar adalah investasi kesehatan jangka panjang. Dengan memperbaiki cara duduk, Anda bukan hanya mencegah nyeri otot dan sendi, tetapi juga meningkatkan fokus, kenyamanan, dan produktivitas.

Mulai dari sekarang, yuk biasakan duduk yang sehat!

Referensi

  1. World Health Organization. (2020). WHO guidelines on physical activity and sedentary behaviour. World Health Organization.
    https://www.who.int/publications/i/item/9789240015111
  2. Centers for Disease Control and Prevention (CDC). (2022). Ergonomics and Musculoskeletal Disorders (MSDs).
    https://www.cdc.gov/niosh/topics/ergonomics
  3. Occupational Safety and Health Administration (OSHA). (2021). Computer Workstations eTool: Good Working Positions.
    https://www.osha.gov/etools/computer-workstations
  4. American Chiropractic Association. (2021). Posture and spinal health recommendations.
    https://www.acatoday.org
  5. Mandal, A. C. (2014). The seated man — The seated work position: Theory and practice. Applied Ergonomics, 45(6), 1367–1376.
    https://doi.org/10.1016/j.apergo.2013.09.011
  6. Waersted, M., Hanvold, T. N., & Veiersted, K. B. (2010). Computer work and musculoskeletal disorders of the neck and upper extremity: A systematic review. BMC Musculoskeletal Disorders, 11(79).
    https://doi.org/10.1186/1471-2474-11-79
  7. Grandjean, E., & Kroemer, K. H. E. (1997). Fitting the Task to the Human: A Textbook of Occupational Ergonomics. Taylor & Francis.
  8. Straker, L., & Mathiassen, S. E. (2009). Increased physical work loads in modern work life: The concept of work intensification. Ergonomics, 52(10), 1215–1225.