Category: <span>Artikel</span>

STRESS EATING

Oleh : Nur Handayani, SKM

Apa itu stress eating ?

Stress eating adalah keinginan untuk makan saat stres walau sebenarnya tidak lapar. Pada sebagian orang, makan merupakan salah satu cara meredakan stres. Meski kelihatannya tidak berbahaya, stress eating bisa menimbulkan masalah pada kesehatan, apalagi jika sudah menyebabkan obesitas.

Tanda stress eating

  • Merasa ingin makan walau tidak lapar, terutama saat sedang cemas, stres, atau banyak beban pikiran
  • Menginginkan makanan tertentu saat sedang stres, misalnya selalu ingin makan cokelat atau es krim saat sedang merasa tertekan.
  • Merasa ingin makan karena tidak ada hal lain yang bisa dilakukan
  • Merasa bahwa makan bisa membuat perasaan menjadi lebih baik
  • Menginginkan makanan tertentu yang cenderung manis atau pedas.
  • Selalu ingin makan meski tidak merasa lapar.
  • Terlalu malas untuk melakukan hal-hal lain.
  • Memiliki sugesti bahwa makan akan membuat perasaan dan pikiran menjadi lebih baik.

Mengapa junk food memberikan kenyamanan?

Merasa lapar saat stres adalah hal yang wajar, karena tubuh memproduksi lebih banyak kortisol yang juga dikenal sebagai ‘hormon lapar’. Stres juga dapat mengurangi tingkat ‘hormon kebahagiaan’, serotonin dan dopamin, yang dapat menimbulkan keinginan untuk mengonsumsi makanan tinggi gula atau lemak. Ketika mengonsumsi makanan tinggi gula atau lemak, otak Anda melepaskan lebih banyak serotonin dan dopamin, yang meningkatkan suasana hati dan mengurangi kecemasan. Namun, efeknya biasanya hanya berlangsung sebentar karena akar penyebab pemicu stres Anda tidak ditangani dengan baik. Perasaan stres biasanya akan kembali, dan Anda akan terjebak dalam siklus stress eating lagi.

Dampak stress eating

Cara mengatasi stress eating

  1. Ketahui penyebab stress
  2. Manajemen stress
  3. Merujuk ke ahli diet untuk menyusun rencana untuk mengelola kebiasaan makan Anda
  4. Merujuk ke psikolog atau psikiater untuk menilai kesehatan mental untuk menilai kesehatan mental dan masalah stress Anda
  5. Berolahraga
  6. Selalu sediakan makanan sehat
  7. Perbanyak minum air putih

Referensi

Kementrian Kesehatan RI. 2024. Mencegah Stress Eating. https://yankes.kemkes.go.id/ tanggal 28 Oktober 2024

Kementrian Kesehatan RI. 2021. Hindari mengalihkan emosi dengan banyak makan pada saat stres, bosan. https://p2ptm.kemkes.go.id/ tanggal 29 Desember 2021

Tim Medis Siloam Hospital. 2024. Mengenal Stress Eating, Keinginan Makan Berlebih saat Stres. https://www.siloamhospitals.com/ tanggal 22 Agustus 2024

Adrian, dr. Kevin. 2024. Stress Eating, Kecenderungan untuk Makan Berlebihan Saat Stres. https://www.alodokter.com/ tanggal 8 November 2024

Mount Elizabeth. 2019. Makan Berlebihan Karena Stres? Inilah yang Harus Dilakukan. https://www.mountelizabeth.com.sg/ tanggal 25 April 2019

dr. Fadhli Rizal Makarim. 2020. Begini 7 Cara Mudah Mengatasi Stress Eating. https://www.halodoc.com/ tanggal 16 April 2020

Sinergi Bersama Wamenkes RI: Jemput Bola Deteksi TB di Sentolo!

SENTOLO – RS Paru Respira terus menunjukkan komitmennya dalam garda terdepan pemberantasan Tuberkulosis (TBC) di Indonesia. Pada hari Kamis, 29 Januari 2026, RS Paru Respira berkesempatan mendampingi kunjungan kerja Wakil Menteri Kesehatan Republik Indonesia dalam kegiatan Active Case Finding (ACF) yang dilaksanakan di Kelurahan Sentolo.

Kunjungan ini bertujuan untuk memantau langsung efektivitas penemuan kasus TBC secara aktif di tengah masyarakat, sebagai bagian dari strategi nasional akselerasi eliminasi TBC tahun 2030.

Menghadirkan Teknologi di Tengah Masyarakat

Dalam kegiatan ACF kali ini, RS Paru Respira membawa solusi nyata melalui layanan X-Ray Portable. Teknologi mutakhir ini menjadi bintang utama dalam mempermudah akses kesehatan bagi warga Sentolo.

Kenapa X-Ray Portable sangat penting?

  • Aksesibilitas: Masyarakat tidak perlu menempuh perjalanan jauh ke rumah sakit untuk mendapatkan rontgen dada.
  • Kecepatan: Hasil pemindaian dapat diketahui secara cepat, memungkinkan tim medis memberikan tindak lanjut instan.
  • Akurasi: Meskipun bersifat portabel, kualitas citra yang dihasilkan tetap standar medis untuk deteksi dini kelainan pada paru.

Deteksi Dini: Langkah Awal Menuju Kesembuhan

Wakil Menteri Kesehatan RI mengapresiasi kolaborasi aktif RS Paru Respira dalam menjemput bola ke lapangan. Beliau menekankan bahwa TBC hanya bisa dikalahkan jika kita berhasil memutus rantai penularannya melalui deteksi sedini mungkin.

“Deteksi dini adalah kunci. Semakin cepat ditemukan, semakin cepat diobati, dan semakin kecil risiko penularan ke anggota keluarga lainnya. Inilah langkah nyata kita menuju Indonesia Bebas TBC,” ujar pihak RS Paru Respira di sela-sela kegiatan.

Komitmen RS Paru Respira

Sebagai rumah sakit spesialis paru, RS Paru Respira tidak hanya menunggu pasien di klinik, tetapi juga aktif bergerak secara preventif dan promotif. Melalui kegiatan di Kelurahan Sentolo ini, diharapkan kesadaran masyarakat akan kesehatan paru semakin meningkat.

Mari bersama-sama kita dukung gerakan eliminasi TBC. Ingat, TBC bisa disembuhkan dengan pengobatan yang tepat dan tuntas!

Salam Sehat, Sahabat Respira! 🏥✨

Gizi Seimbang sebagai Pondasi Kesehatan Keluarga yang Tak Pernah Usang

Oleh : Arifah BN, S.KM

Pola makan yang sehat bukan hanya tren sesaat. Dari generasi muda yang aktif bergerak hingga orang dewasa dan lansia yang ingin tetap prima, gizi seimbang adalah kunci kehidupan sehat jangka panjang. Bukan sekadar mengisi perut, tetapi memahami apa dan mengapa kita makan sesuatu setiap hari.

Secara sederhana, gizi seimbang berarti tubuh memperoleh semua zat gizi, seperti karbohidrat, protein, lemak sehat, vitamin, mineral, dan serat, dalam jumlah dan proporsi yang tepat setiap hari. Itu juga mencakup minum air yang cukup dan jadwal makan yang teratur.

Mengapa Gizi Seimbang Itu Penting?

  1. Energi untuk Setiap Aktivitas

Bukan cuma tubuh yang bergerak, otak juga butuh bahan bakar. Nutrisi yang seimbang membantu kita menjadi lebih bertenaga, fokus, dan produktif, terutama kalau punya aktivitas padat sepanjang hari.

  • Pertumbuhan dan Perbaikan Tubuh

Protein membantu memperbaiki sel dan jaringan, sementara karbohidrat memberi energi harian. Lemak sehat berperan dalam penyerapan vitamin, dan vitamin serta mineral mendukung berbagai proses penting dalam tubuh.

  • Mengurangi Risiko Penyakit Kronis

Konsumsi nutrisi yang tepat dapat membantu menurunkan risiko penyakit seperti obesitas, diabetes, penyakit jantung, bahkan menjaga kesehatan otak di usia lanjut.

  • Tumbuh Kembang Optimal bagi Anak & Remaja

Anak yang mendapat gizi seimbang memiliki peluang lebih tinggi untuk mencapai tinggi dan berat badan ideal, konsentrasi belajar yang baik, serta daya tahan tubuh lebih kuat terhadap infeksi.

Prinsip Praktis Gizi Seimbang: “Isi Piringku”

Kementerian Kesehatan RI memperkenalkan prinsip sederhana Isi Piringku untuk membantu masyarakat menerapkan gizi seimbang tanpa ribet. Prinsip ini bisa jadi panduan sehari-hari:

½ piring sayuran dan buah,

¼ piring sumber karbohidrat seperti nasi, roti, atau sereal,

¼ piring protein dari lauk hewani atau nabati.

Selain itu, batasi konsumsi gula, garam, dan lemak berlebih, terutama dari makanan cepat saji dan minuman manis.

Gizi Seimbang di Setiap Tahap Kehidupan

  1. Bayi & Balita

Masa awal kehidupan adalah periode paling kritis. Gizi yang baik mendukung pertumbuhan fisik dan perkembangan otak. ASI eksklusif selama 6 bulan dan MPASI bergizi selanjutnya adalah pondasi terbaik di tahap ini.

  • Remaja & Dewasa

Remaja yang aktif membutuhkan kalori dan gizi yang cukup untuk pertumbuhan. Orang dewasa pun perlu gizi seimbang untuk mengatur berat badan, mempertahankan massa otot, dan menjaga stamina sehari-hari.

  • Lansia

Pada lansia, gizi seimbang membantu menjaga kekuatan tubuh, imunitas, dan fungsi kognitif, yang semuanya krusial untuk kualitas hidup yang baik.

Tips Praktis & Realistis untuk Hidup Sehat

Berikut langkah sederhana yang bisa kamu terapkan mulai dari hari ini:

  1. Rencanakan Menu Mingguan

Dengan perencanaan, pilihan makanan lebih bervariasi dan seimbang.

  • Sayur & Buah Warna-warni Setiap Hari

Semakin beragam warna, semakin banyak nutrisi yang diperoleh.

  • Pilih Karbohidrat Kompleks

Contohnya nasi merah, gandum utuh, atau ubi, lebih tinggi serat dan tahan lama sebagai sumber energi.

  • Pilih Protein Berkualitas

Ikan, telur, ayam, tahu, tempe, dan kacang-kacangan adalah pilihan yang bagus.

  • Hindari Makanan Ultra Proses

Kurangi camilan tinggi gula, garam, dan lemak trans.

  • Air Putih yang Cukup

Minimal 8 gelas per hari, penting untuk hidrasi dan fungsi tubuh optimal.

  • Aktif Bergerak

Gizi seimbang jadi lebih efektif bila dibarengi dengan aktivitas fisik ringan seperti jalan pagi atau senam keluarga.

Bukan Tentang Sempurna, Tapi Konsisten 🤝

Gizi seimbang bukan soal diet ekstrem atau aturan yang kaku. Ini tentang membangun kebiasaan sehat yang bisa bertahan lama, dari sarapan hingga makan malam, dari anak sampai lansia. Kebiasaan kecil seperti memilih makanan yang lebih alami, mengurangi gula, dan minum air putih bisa berdampak besar bagi kesehatan jangka panjang.

Gizi seimbang adalah investasi kesehatan terbaik yang bisa dilakukan siapa pun, kapan pun. Bukan hanya sekadar daftar makanan, tetapi cara hidup yang mendukung kesejahteraan fisik, mental, dan produktivitas sepanjang usia. Mulai dari langkah kecil hari ini, dan rasakan manfaatnya dalam jangka panjang.

Sumber:

Dinas Kesehatan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kabupaten Kapuas Hulu. 2022. Pentingnya Gizi Seimbang Bagi Lansia, Nakes Puskesmas Kalis Edukasi Lansia Desa Kalis Raya. https://dinkes.kapuashulukab.go.id/detil_info/2893

Kementerian Kesehatan RI. 2024. Isi Piringku, Panduan Kebutuhan Gizi Seimbang Harian. https://ayosehat.kemkes.go.id/isi-piringku-kebutuhan-gizi-harian-seimbang

Klinik Keluarga. 2024. Pentingnya Gizi Seimbang untuk Kesehatan Optimal. https://www.klinikkeluarga.com/news/selengkapnya/pentingnya-gizi-seimbang-untuk-kesehatan-optimal

Puskesmas Pelangan. 2025. Gizi Seimbang untuk Semua Usia: Konsultasi di Puskesmas. https://puskesmaspelangan-dikes.lombokbaratkab.go.id/artikel/gizi-seimbang-untuk-semua-usia-konsultasi-di-puskesmas/

RSUD Narmada. 2025. Gizi Seimbang untuk Keluaraga Sehat. https://rsudnarmada.lombokbaratkab.go.id/artikel/gizi-seimbang-untuk-keluarga-sehat/

WASPADA!!! PENIPUAN MENGATASNAMAKAN RS PARU RESPIRA

Diberitahukan kepada seluruh pihak bahwa setiap pemesanan yang mengatasnamakan Rumah Sakit Paru Respira dilakukan secara resmi melalui institusi dan tidak pernah mengatasnamakan pribadi.

Apabila terdapat pihak yang melakukan pemesanan atau transaksi dengan mengatasnamakan Rumah Sakit Paru Respira secara pribadi, maka hal tersebut merupakan tindakan penipuan dan bukan merupakan tanggung jawab Rumah Sakit Paru Respira.

Demikian pengumuman ini disampaikan untuk menjadi perhatian.

RS Paru Respira Gelar Rapat Program Kerja 2026

Oleh : Admin

Rabu, 21 Januari 2026, RS Paru Respira menggelar Rapat Program Kerja (Proker) Tahun 2026 yang dilaksanakan di Ruang Radyosuyoso, Bappeda, hari ini. Kegiatan tersebut dihadiri oleh seluruh jajaran struktural rumah sakit, mulai dari Direktur, Kepala Seksi dan Kepala Subbagian, Kepala Instalasi, hingga Kepala Unit.

Rapat ini bertujuan untuk menyelaraskan perencanaan program kerja antarunit, sekaligus memperkuat koordinasi dalam mendukung peningkatan mutu pelayanan dan tata kelola rumah sakit. Setiap unit memaparkan rencana kerja yang disusun secara terukur dan berorientasi pada kebutuhan organisasi serta pelayanan kepada masyarakat.

Melalui pelaksanaan rapat program kerja ini, RS Paru Respira berharap seluruh jajaran dapat membangun komitmen bersama dalam mewujudkan kinerja yang efektif, efisien, dan berkelanjutan pada tahun 2026.

AYO….CEK PARU DENGAN SPIROMETRI DI RUMAH SAKIT PARU RESPIRA !!

Oleh : Susilawati, S.KM

  1. Apa Itu Pemeriksaan Spirometri ?
    Spirometri adalah pemeriksaan fungsi paru untuk mengukur jumlah udara yang dapat dihirup dan dihembuskan, serta kecepatan aliran udara saat bernapas. Pemeriksaan ini menggunakan alat bernama spirometer dan merupakan standar pemeriksaan fungsi paru di fasilitas kesehatan. Spirometri bersifat aman, cepat, non-invasif, dan tidak menimbulkan rasa sakit.
  2. Tujuan Pemeriksaan Spirometri
    Pemeriksaan spirometri bertujuan untuk:
    Menilai fungsi paru secara objektif
    Mendeteksi dini gangguan pernapasan
    Membantu menegakkan diagnosis penyakit paru
    Menilai tingkat keparahan penyakit paru
    Memantau respons dan keberhasilan pengobatan
  3. Penyakit Yang Dapat Dideteksi Dengan Spirometri
    Spirometri dapat membantu dalam diagnosis dan pemantauan:
    Asma
    Penyakit Paru Obstruktif Kronik (PPOK)
    Bronkitis kronik
    Penyakit paru restriktif
    Gangguan fungsi paru akibat rokok atau paparan polusi
  4. Siapa Yang Dianjurkan Melakukan Spirometri ?
    Pemeriksaan spirometri dianjurkan bagi:
    Pasien dengan keluhan sesak napas, batuk lama, atau napas berbunyi
    Penderita asma atau PPOK
    Perokok aktif maupun pasif
    Pekerja dengan paparan debu, asap, atau bahan kimia
    Pasien yang sedang atau telah menjalani terapi penyakit paru
    Masyarakat yang ingin memantau kesehatan paru secara rutin
  5. Prosedur Pemeriksaan Spirometri
    Pasien akan diberi penjelasan oleh petugas kesehatan
    Pasien diminta menarik napas sedalam mungkin
    Pasien menghembuskan napas sekuat dan secepat mungkin ke alat spirometer
    Pemeriksaan dilakukan beberapa kali untuk mendapatkan hasil terbaik
    Hasil dicetak dan dievaluasi oleh dokter
  6. Persiapan Sebelum Pemeriksaan
    Tidak merokok minimal 1 jam sebelum pemeriksaan
    Tidak makan terlalu kenyang
    Menggunakan pakaian yang nyaman
    Mengikuti instruksi petugas selama pemeriksaan
  7. Keunggulan Pemeriksaan Spirometri Di Rumah Sakit Paru Respira
    Dilakukan oleh tenaga kesehatan terlatih
    Menggunakan alat spirometri modern dan terkalibrasi
    Hasil pemeriksaan akurat dan terpercaya
    Evaluasi langsung oleh dokter spesialis paru
    Pelayanan cepat, aman, dan nyaman
     
    Kesimpulan
    Pemeriksaan spirometri merupakan langkah penting untuk menjaga kesehatan paru, mendeteksi gangguan pernapasan sejak dini, serta meningkatkan kualitas hidup. RS Paru Respira menyediakan layanan spirometri profesional sebagai bagian dari komitmen menjaga kesehatan pernapasan masyarakat.
    Sumber :
    ·  Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Pedoman Pelayanan Penyakit Paru dan Pernapasan.
    ·  American Thoracic Society (ATS) & European Respiratory Society (ERS). Standardisation of Spirometry.
    ·  Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI). Pedoman Diagnosis dan Penatalaksanaan Penyakit Paru.

Pentingnya Postur Duduk yang Benar

Oleh: Nur Handayani, SKM

Duduk terlalu lama dengan posisi yang tidak tepat dapat menyebabkan berbagai keluhan pada tubuh, seperti punggung pegal, leher kaku, nyeri pinggang, hingga menurunnya produktivitas. Kebiasaan ini, jika dibiarkan, dapat menimbulkan masalah otot dan tulang jangka panjang.

Tips Postur Duduk Sehat :

✅ 1. Atur Posisi Duduk

Pastikan punggung tegak dan tersandar pada sandaran kursi.

Bahu rileks, tidak terangkat.

Kedua kaki menapak lantai, tidak menggantung.

Lutut sejajar atau sedikit lebih rendah dari pinggul.

✅ 2. Sesuaikan Posisi Layar

Letakkan layar sejajar dengan tinggi mata.

Jarak ideal layar dengan mata ± 50–70 cm.

Hindari menunduk terlalu lama karena dapat menegangkan otot leher.

✅ 3. Ciptakan Lingkungan Kerja yang Sehat

Pastikan pencahayaan cukup dan tidak menyilaukan mata.

Meja kerja rapi membantu fokus lebih baik.

Atur suhu ruangan agar tetap nyaman.

✅ 4. Gunakan Kursi Ergonomis

Pilih kursi yang mendukung bentuk alami tulang belakang.

Sandaran dapat menyesuaikan posisi tubuh.

Kursi dapat diatur tinggi-rendah sesuai kebutuhan.

✅ 5. Lakukan Peregangan Rutin

Setiap 30–60 menit, berdiri dan lakukan stretching ringan.

Putar bahu, regangkan leher, atau berjalan sebentar.

Gerakan kecil ini bisa mengurangi ketegangan otot secara signifikan.

🌟 Kesimpulan

Postur duduk yang benar adalah investasi kesehatan jangka panjang. Dengan memperbaiki cara duduk, Anda bukan hanya mencegah nyeri otot dan sendi, tetapi juga meningkatkan fokus, kenyamanan, dan produktivitas.

Mulai dari sekarang, yuk biasakan duduk yang sehat!

Referensi

  1. World Health Organization. (2020). WHO guidelines on physical activity and sedentary behaviour. World Health Organization.
    https://www.who.int/publications/i/item/9789240015111
  2. Centers for Disease Control and Prevention (CDC). (2022). Ergonomics and Musculoskeletal Disorders (MSDs).
    https://www.cdc.gov/niosh/topics/ergonomics
  3. Occupational Safety and Health Administration (OSHA). (2021). Computer Workstations eTool: Good Working Positions.
    https://www.osha.gov/etools/computer-workstations
  4. American Chiropractic Association. (2021). Posture and spinal health recommendations.
    https://www.acatoday.org
  5. Mandal, A. C. (2014). The seated man — The seated work position: Theory and practice. Applied Ergonomics, 45(6), 1367–1376.
    https://doi.org/10.1016/j.apergo.2013.09.011
  6. Waersted, M., Hanvold, T. N., & Veiersted, K. B. (2010). Computer work and musculoskeletal disorders of the neck and upper extremity: A systematic review. BMC Musculoskeletal Disorders, 11(79).
    https://doi.org/10.1186/1471-2474-11-79
  7. Grandjean, E., & Kroemer, K. H. E. (1997). Fitting the Task to the Human: A Textbook of Occupational Ergonomics. Taylor & Francis.
  8. Straker, L., & Mathiassen, S. E. (2009). Increased physical work loads in modern work life: The concept of work intensification. Ergonomics, 52(10), 1215–1225.

Nikmat Sesaat, Dampak Jangka Panjang? Mengulas Risiko Kesehatan BBQ di Malam Tahun Baru

Oleh: Arifah BN, S.KM

Malam tahun baru selalu dimulai dengan tawa, kembang api, dan aroma daging yang terbakar. Bara menyala, asap mengepul, dan rasa hangat menyelimuti kebersamaan. Namun di balik aroma yang menggoda itu, ada sesuatu yang tak terlihat, senyawa yang ikut terbentuk bersama api, perlahan menempel pada makanan, dan diam-diam masuk ke dalam tubuh.

Momen berkumpul bersama keluarga atau sahabat sering terasa kurang lengkap tanpa acara BBQ. Daging yang dipanggang dengan aroma menggoda menjadi teman setia di suasana dingin yang penuh keakraban. Meski demikian, kebiasaan ini menyimpan potensi risiko kesehatan yang perlu mendapat perhatian.

Mengapa Makanan yang Dibakar Bisa Berisiko bagi Kesehatan?

Memasak makanan dengan cara dibakar atau dipanggang pada suhu tinggi, terutama daging, dapat menghasilkan senyawa kimia berbahaya yang berpotensi mengganggu kesehatan dalam jangka panjang. Saat daging dimasak pada suhu sangat tinggi (di atas ±150°C), dapat terbentuk dua jenis senyawa utama:

  • Heterocyclic Amines (HCAs)

HCAs terbentuk dari reaksi antara protein daging, asam amino, dan panas tinggi. Senyawa ini bersifat mutagenik, artinya dapat merusak DNA sel dan berpotensi meningkatkan risiko kanker.

  • Polycyclic Aromatic Hydrocarbons (PAHs)

PAHs terbentuk ketika lemak dari daging menetes ke bara api, menghasilkan asap yang kemudian menempel kembali pada permukaan makanan. PAHs juga diketahui memiliki sifat karsinogenik.

Menurut National Cancer Institute (NCI), kedua senyawa ini dapat terbentuk terutama pada daging yang dibakar hingga gosong atau hangus.

Apa Dampaknya bagi Tubuh?

Penelitian menunjukkan bahwa paparan HCAs dan PAHs dalam jangka panjang dapat:

  • Merusak DNA sel
  • Meningkatkan stres oksidatif dalam tubuh
  • Berpotensi meningkatkan risiko kanker, terutama kanker kolorektal

American Institute for Cancer Research (AICR) menyebutkan bahwa konsumsi daging merah dan daging olahan yang sering dimasak dengan cara dibakar atau dipanggang pada suhu tinggi berkaitan dengan peningkatan risiko kanker tertentu. Penting dicatat bahwa BBQ sesekali tidak serta-merta menyebabkan kanker, namun risiko akan meningkat jika dilakukan terlalu sering tanpa memperhatikan cara memasak yang aman.

Risiko Tambahan: Asap dari Proses Pembakaran

Selain dari makanan itu sendiri, asap BBQ juga mengandung PAHs dan partikel halus yang dapat mengiritasi saluran pernapasan. Paparan asap secara intens, terutama di ruang terbuka yang sirkulasi udaranya buruk, dapat memperburuk kondisi pernapasan, terutama pada anak-anak, lansia, dan penderita penyakit paru.

Tips BBQ Lebih Aman dan Sehat Saat Tahun Baru

Agar tetap bisa menikmati BBQ tanpa rasa khawatir berlebihan, berikut beberapa tips yang direkomendasikan lembaga kesehatan:

  • Marinasi daging sebelum dibakar, terutama dengan bumbu berbahan asam (jeruk, lemon, cuka) untuk mengurangi pembentukan HCAs.
  • Hindari membakar hingga gosong atau berwarna hitam pekat.
  • Gunakan metode panas tidak langsung atau suhu lebih rendah.
  • Potong dan buang bagian yang hangus sebelum dikonsumsi.
  • Batasi daging merah dan daging olahan (sosis, hot dog).
  • Perbanyak sayuran panggang, seperti jagung, paprika, jamur, dan zucchini.

Kesimpulan

BBQ di malam tahun baru boleh saja dilakukan sebagai bagian dari kebersamaan dan tradisi. Namun, penting untuk memahami bahwa makanan yang dibakar pada suhu tinggi dapat menghasilkan senyawa berbahaya jika dikonsumsi terlalu sering atau dimasak hingga gosong. Dengan cara memasak yang lebih aman, porsi seimbang, dan pilihan bahan yang lebih sehat, risiko kesehatan dapat diminimalkan tanpa harus menghilangkan momen kebahagiaan saat pergantian tahun.

Senyawa karsinogenik dari makanan yang dibakar tidak bekerja dalam hitungan jam atau hari. Mereka bekerja pelan, memengaruhi sel demi sel, tanpa gejala yang terasa. Itulah mengapa pencegahan sering diabaikan, karena ancaman yang paling berbahaya adalah yang tidak langsung terlihat.

Rayakan malam tahun baru dengan bijak. Nikmati BBQ secukupnya, pilih cara memasak yang lebih aman, dan imbangi dengan makanan sehat agar tubuh tetap terlindungi. Sehat tetap jalan, momen bahagia pun tetap terasa.

Referensi:

American Institute for Cancer Research. 2014. Guide to Healthy Grilling. https://www.aicr.org/news/guide-to-healthy-grilling/?utm_source=chatgpt.com

American Institute for Cancer Research. 2025. Grilling and Cancer Risk: What You Need to Know for A Healthier Barbecue. https://www.aicr.org/resources/blog/grilling-and-cancer-risk-what-you-need-to-know-for-a-healthier-barbecue/?utm_source=chatgpt.com

IQAir. 2022. Is Your Backyard barbecue a Health Hazard?. https://www.iqair.com/newsroom/your-backyard-barbecue-health-hazard

National Cancer Institute. 2017. Chemicals in Meat Cooked at High Temperatures and Cancer Risk. https://www.cancer.gov/about-cancer/causes-prevention/risk/diet/cooked-meats-fact-sheet?utm_source=chatgpt.com

Hidup Lebih Sehat dengan PPOK: Tips Gaya Hidup yang Bisa Dilakukan

Oleh : Monica Ayu Prabowoslatri, A.Md. Kep

Pernahkah Anda mendengar istilah PPOK (Penyakit Paru Obstruktif Kronis)?

Penyakit ini adalah gangguan pada paru-paru yang membuat penderitanya sulit bernapas karena adanya hambatan pada saluran napas. PPOK biasanya disebabkan oleh kebiasaan merokok bertahun-tahun, paparan asap, debu, atau polusi.

Meski terdengar menakutkan, kabar baiknya adalah penderita PPOK tetap bisa menjalani hidup yang berkualitas dengan melakukan perubahan gaya hidup sederhana. Yuk, simak tipsnya!

  1. Katakan “Selamat Tinggal” pada Rokok

Langkah paling penting bagi penderita PPOK adalah berhenti merokok. Asap rokok tidak hanya memperburuk kondisi paru, tetapi juga mempercepat kerusakan. Dengan berhenti merokok, penderita memberi kesempatan paru-paru untuk bernapas lebih lega.

  • Makan Sehat, Nafas Lebih Nyaman
  • Pilih makanan kaya gizi seperti buah, sayuran, ikan, dan biji-bijian.
  • Batasi makanan asin karena bisa menyebabkan penumpukan cairan.
  • Lebih baik makan sedikit tapi sering agar perut tidak penuh dan memudahkan bernapas.
  • Bergerak dengan Bijak

Olahraga ringan tetap penting untuk menjaga kebugaran tubuh, misalnya jalan santai, yoga, atau latihan pernapasan sederhana. Aktivitas ini dapat membantu paru bekerja lebih efisien. Jangan lupa, lakukan sesuai kemampuan dan hindari memaksakan diri.

  • Ciptakan Lingkungan yang Bersih

Udara segar adalah teman baik penderita PPOK. Hindari paparan asap rokok, polusi, debu, atau bahan kimia. Gunakan masker bila diperlukan dan pastikan rumah memiliki sirkulasi udara yang baik.

  • Disiplin dengan Obat dan Kontrol secara Rutin

Penderita PPOK biasanya mendapatkan obat inhaler atau terapi lain dari dokter. Gunakan sesuai petunjuk dan jangan lupa kontrol rutin untuk memantau perkembangan kesehatan paru.

  • Lindungi Diri dari Infeksi

Penderita PPOK lebih rentan terkena flu atau infeksi paru. Karena itu, menjaga perilaku hidup bersih dan sehat sangat dianjurkan seperti menjaga kebersihan tangan dengan melakukan cuci tangan dengan benar, menggunakan masker di tempat keramaian. Penderita PPOK juga bisa melakukan vaksinasi flu dan pneumonia.

  • Jaga Pikiran Tetap Positif

Hidup dengan PPOK bisa memicu stres atau cemas. Dukungan keluarga, komunitas pasien, atau sekadar melakukan hobi yang disukai dapat membantu menjaga kesehatan mental tetap baik.

PPOK memang penyakit kronis, tetapi bukan berarti penderita PPOK tidak bisa menikmati hidup. Dengan gaya hidup sehat, pengelolaan yang tepat, dan dukungan orang terdekat, penderita PPOK tetap bisa bernapas lebih lega dan menjalani hari-hari dengan penuh semangat.

DAFTAR PUSTAKA

Kementerian Kesehatan RI. (2021). Pedoman Nasional Pelayanan Kedokteran Penyakit Paru Obstruktif Kronik (PPOK). Jakarta: Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.

Global Initiative for Chronic Obstructive Lung Disease (GOLD). (2024). Global Strategy for the Diagnosis, Management, and Prevention of Chronic Obstructive Pulmonary Disease. Retrieved from https://goldcopd.org

World Health Organization. (2023). Chronic obstructive pulmonary disease (COPD). Retrieved from https://www.who.int/news-room/fact-sheets/detail/chronic-obstructive-pulmonary-disease-(copd)

Mayo Clinic. (2023). Chronic obstructive pulmonary disease (COPD) – Lifestyle and home remedies. Retrieved from https://www.mayoclinic.org

4 Hal yang Terjadi karena Kebanyakan Scroll HP

Oleh : Nur Handayani, S.K.M

Di era digital, menggenggam ponsel dan terus scroll layar sudah jadi kebiasaan sehari-hari. Mulai dari bangun tidur hingga sebelum terlelap, tangan kita nyaris tak lepas dari gawai. Sayangnya, terlalu lama scroll HP tidak hanya menghabiskan waktu, tapi juga membawa dampak serius bagi kesehatan. Inilah empat hal yang perlu diwaspadai.

  1. Mata Lelah dan Buram

    Terlalu lama menatap layar membuat mata bekerja lebih keras. Akibatnya muncul gejala digital eye strain seperti mata kering, perih, atau pandangan buram. Kondisi ini bisa makin parah bila pencahayaan sekitar kurang baik atau jarak pandang terlalu dekat.

    2. Nyeri Leher dan Punggung

    Kebiasaan menunduk saat scroll HP memicu text neck, yaitu nyeri pada leher, bahu, hingga punggung bagian atas. Jika berlangsung lama, postur tubuh bisa terganggu dan rasa sakit menjadi kronis.

    3. Gangguan Tidur

    Scroll HP sebelum tidur sering dianggap “teman pengantar tidur”, padahal cahaya biru dari layar menghambat produksi melatonin, hormon pengatur tidur. Akibatnya, kita susah terlelap, tidur jadi dangkal, dan keesokan harinya tubuh terasa lelah.

    4. Stres dan Kecemasan

    Tak jarang, tanpa sadar kita terjebak dalam doomscrolling, yaitu kebiasaan terus membaca berita atau konten negatif. Hal ini meningkatkan stres, membuat cemas, bahkan bisa menurunkan rasa percaya diri karena sering membandingkan diri dengan orang lain di media sosial.

    Tips Sederhana Digital Detox

    • Tetapkan waktu khusus tanpa HP, misalnya satu jam sebelum tidur.
    • Gunakan aplikasi pengingat waktu layar agar tidak kebablasan.
    • Buat zona bebas gadget seperti meja makan atau kamar tidur.
    • Isi waktu luang dengan kegiatan nyata: olahraga ringan, membaca buku, atau ngobrol dengan keluarga.

    Mengurangi kebiasaan scroll HP bukan berarti anti teknologi, tetapi memberi ruang bagi tubuh dan pikiran untuk beristirahat. Dengan digital detox sederhana, kualitas tidur membaik, postur tubuh terjaga, pikiran lebih segar, dan hubungan sosial terasa lebih nyata.

    Referensi

    Kementerian Kesehatan RI. (2022). Bijak Gunakan Gadget untuk Kesehatan Mental. Jakarta: Kemenkes RI.

    Twenge, J. M., & Campbell, W. K. (2018). Associations Between Screen Time and Lower Psychological Well-Being Among Children and Adolescents. Preventive Medicine Reports, 12, 271–283.

    World Health Organization (WHO). (2021). Digital Health and Well-Being.