Category: <span>berita</span>

DPRD DIY Dorong Edukasi Pentingnya Medical Check Up (MCU) Untuk Masyarakat

DPRD DIY Mendorong stakeholder di bidang keseharan untuk menguatkan edukasi dan sosialisasi soal pentingnya Medical Check Up (MCU). Masyarakat perlu memahami bahwa MCU bukan hanya untuk orang sakit, tetapi untuk menjaga kesehatan.

RB Dwi Wahyu B, S.Pd, M.Si , Ketua Komisi D DPRD DIY mendorong fasilitas kesehatan seperti RS Paru Respira terus aktif melakukan kegiatan penyuluhan dan kampanye kesehatan agar masyarakat semakin sadar akan pentingnya pemeriksaan kesehatan.

Ia juga menyoroti angka kasus TBC di DIY. Kasus TBC di DIY tercatat tinggi dengan6.360 kasus pada awal 2025. DPRD DIY, khususnya Komisi D, meminta penanganan lebih serius melalui peningkatan sarana prasarana kesehatan dan dukungan kebijakan.

“Karena TBC menurut saya ini akan menjadi konsentrasi dan dapat perhatian penuh di DIY.Targetnya adalah mengeliminasi TBC pada 2030,” jelasnya.

dr. S Yoanito Sp.PK ,Dokter Spesialis Patologi Klinik RS Paru Respira menjelaskam MCU adalah program untuk melihat sejauh mana fungsi kesehatan secara berkala atau secara periodik.

“Jadi kita nanti bisa melihat sejauh mana fungsi-fungsinya dari melalui berbagai macam pemeriksaan dan parameter. Ada dari pemeriksaan fisik, ada pemeriksaan laboratorium, kemudian ada juga pemeriksaan radiologi,” jelasnya.

MCU itu ada berbagai macam grade .Pada MCU paling dasar biasanya adalah pemeriksaan fisik dari dokter yang bisa dilanjutkan dengan pemeriksaan-pemeriksaan penunjang.

“Nah, pemeriksaan penunjang ini jenisnya macam-macam. Ada pemeriksaan laboratorium, ada pemeriksaan radiologi, dan ada pemeriksaan lain lagi yaitu ada pemeriksaan jantung, pemeriksaan USG dan seterusnya. Singkat cerita, jenis-jenis MCO itu tergantung dari ee apa yang mau kita lihat,” terangnya.

Ia pun menerangkan Sering kali masyarakat datang ke fasilitas kesehatan ketika penyakit sudah cukup berat. Padahal jika dilakukan pemeriksaan rutin seperti MCU, banyak penyakit bisa diketahui lebih awal sehingga pengobatannya juga lebih mudah dan biayanya lebih ringan.

“Sering kali kita merasa sehat dan tidak memiliki keluhan, namun sebenarnya beberapa penyakit dapat berkembang tanpa gejala pada tahap awal. Dengan melakukan pemeriksaan kesehatan MCU secara rutin, kita dapat mengetahui kondisi tubuh kita sejak dini sehingga jika ada potensi penyakit dapat segera ditangani,” tutupnya.

Waspada Penyakit Paru: Edukasi Kesehatan dan Dukungan Kebijakan di DIY

JOGJA – Kesehatan sistem pernapasan menjadi isu krusial yang memerlukan perhatian serius, baik dari sisi medis maupun regulasi daerah. Menanggapi hal tersebut, Star FM Jogja menggelar bincang podcast spesial kesehatan yang menghadirkan narasumber ahli dan perwakilan kebijakan untuk mengupas tuntas kondisi kesehatan paru di wilayah DIY.

Hadir dalam sesi kali ini, dr. Diana Septiyanti, Sp.P, FAPSR, Dokter Spesialis Paru dari RS Paru Respira, yang memberikan tinjauan medis mengenai pencegahan penyakit saluran pernapasan. Menurutnya, deteksi dini dan gaya hidup sehat adalah kunci utama dalam menjaga kualitas hidup masyarakat, terutama di tengah perubahan cuaca dan polusi.

Tak hanya dari sisi medis, podcast ini juga menghadirkan Bapak Muhammad Syafi’i, S.Psi, selaku Sekretaris Komisi D DPRD DIY. Beliau memaparkan sejauh mana peran pemerintah daerah dalam memberikan dukungan kebijakan dan akses layanan kesehatan yang memadai bagi warga Yogyakarta, khususnya melalui fasilitas rumah sakit rujukan seperti RS Paru Respira.

Sesi diskusi yang berlangsung hangat ini dipandu oleh host Peloggia Suparman, yang mengajak pendengar untuk lebih peduli terhadap gejala-gejala awal gangguan pernapasan serta memahami hak-hak layanan kesehatan yang tersedia.

Detail Acara:

  • Hari/Tanggal: Kamis, 2 April 2026
  • Waktu: 09.00 – 10.00 WIB
  • Topik: Edukasi Kesehatan Paru & Kebijakan Layanan Kesehatan Masyarakat
  • Saluran: Star FM Jogja (Radio & Live Streaming)

Bagi Anda yang melewatkan siaran langsungnya, rekaman podcast ini dapat diakses kembali melalui platform resmi kami. Mari bersama-sama wujudkan Yogyakarta yang lebih sehat dengan paru-paru yang kuat!


#StarFMJogja #PodcastKesehatan #RSParuRespira #DPRDDIY #KesehatanParu #JogjaSehat

Selamat & Sukses atas Pengangkatan PNS RS Paru Respira di Lingkungan Pemda DIY

Yogyakarta – Keluarga besar RS Paru Respira tengah diselimuti rasa bangga dan syukur. Pada hari ini, kami secara resmi merayakan momen bersejarah bagi rekan-rekan sejawat kami yang telah resmi dilantik dan diambil sumpah/janji sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS) di lingkungan Pemerintah Daerah Daerah Istimewa Yogyakarta.

Setelah melewati masa pengabdian sebagai CPNS formasi tahun 2024, para pegawai terpilih ini akhirnya melangkah ke jenjang baru sebagai abdi negara penuh. Pengambilan sumpah ini bukan sekadar seremoni, melainkan awal dari tanggung jawab besar untuk melayani masyarakat dengan integritas, profesionalisme, dan semangat BerAKHLAK.

Integritas dalam Pelayanan

Dalam balutan busana tradisional Jawa yang sarat akan makna budaya, para PNS baru ini menunjukkan komitmen untuk menjunjung tinggi nilai-nilai keistimewaan Yogyakarta dalam setiap tugasnya. Kami percaya bahwa energi baru ini akan membawa inovasi dan peningkatan kualitas layanan kesehatan di RS Paru Respira.

“Menjadi PNS adalah sebuah amanah. Kami berharap rekan-rekan dapat terus bertumbuh, menjaga etos kerja Satriya, dan selalu mengutamakan kepentingan masyarakat dalam memberikan pelayanan kesehatan.”

Harapan Ke Depan

Segenap jajaran manajemen dan staf RS Paru Respira mengucapkan: “Selamat dan Sukses atas Pengangkatan CPNS 2024 Menjadi PNS.”

Semoga amanah yang diemban menjadi berkah, serta menjadi motivasi untuk terus berkarya demi mewujudkan masyarakat Yogyakarta yang sehat dan sejahtera.


Mari Berikan Ucapan Selamat! Jangan ragu untuk memberikan apresiasi dan dukungan kepada rekan-rekan kita melalui kolom komentar di media sosial resmi kami atau sapa langsung saat bertemu di unit kerja masing-masing.

Gagal Diet Meski Sudah Mengurangi Makan: Waspadai Minuman Tinggi Gula dan Kurangnya Aktivitas Fisik

Oleh : Nur Handayani, S.K.M
Banyak orang merasa sudah menjalani diet dengan baik: porsi makan dikurangi, nasi dikontrol, camilan dibatasi. Namun berat badan tetap tidak turun, bahkan bertambah. Salah satu penyebab yang sering luput disadari adalah konsumsi minuman dengan kandungan gula tinggi serta kurangnya aktivitas fisik.

MINUMAN TINGGI GULA ; SUMBER KALORI TERSEMBUNYI

Minuman manis seperti teh kemasan, kopi susu, minuman boba, minuman bersoda, sirup, dan minuman berenergi mengandung gula tambahan yang tinggi. Berbeda dengan makanan padat, kalori dari minuman tidak memberikan rasa kenyang sehingga mudah dikonsumsi berlebihan tanpa disadari. Satu botol minuman manis kemasan rata-rata mengandung 20–40 gram gula, setara dengan 4–8 sendok teh gula. Jumlah ini sudah melebihi anjuran konsumsi gula harian.

BAGAIMANA GULA MENJADI LEMAK DALAM TUBUH

Ketika kita mengonsumsi gula berlebih, tubuh akan mengubahnya menjadi glukosa. Glukosa yang tidak digunakan sebagai energi akan disimpan dalam bentuk glikogen di hati dan otot. Jika cadangan glikogen sudah penuh, kelebihan glukosa akan diubah menjadi lemak dan disimpan di jaringan adiposa. Proses ini terjadi lebih cepat bila seseorang jarang bergerak atau tidak berolahraga. Akibatnya, meski asupan makan utama dikurangi, timbunan lemak tetap bertambah.

DAMPAK KONSUMSI GULA BERLEBIH

Konsumsi gula berlebih tidak hanya menyebabkan kegagalan diet, tetapi juga meningkatkan risiko:

  • Kegemukan dan obesitas
  • Resistensi insulin
  • Diabetes melitus tipe 2
  • Penyakit jantung dan pembuluh darah
  • Perlemakan hati (fatty liver)
  • Gigi berlubang

PERAN OLAHRAGA DALAM KEHIDUPAN SEHAT
Olahraga membantu tubuh menggunakan glukosa sebagai sumber energi sehingga mencegah penumpukan gula dan lemak. Aktivitas fisik juga meningkatkan metabolisme, memperbaiki sensitivitas insulin, serta membantu pembakaran lemak.

Jenis olahraga yang dianjurkan antara lain:

  • Jalan cepat 30 menit per hari
  • Bersepeda
  • Senam atau aerobic
  • Renang
  • Latihan kekuatan otot

STRATEGI SUKSES DIET SEHAT
Diet yang berhasil bukan hanya soal mengurangi makan, tetapi juga mengatur minuman dan meningkatkan aktivitas fisik. Beberapa tips yang bisa diterapkan:

  • Ganti minuman manis dengan air putih atau infused water
  • Batasi konsumsi gula tambahan maksimal 4 sendok teh per hari
  • Biasakan membaca label gizi pada kemasan
  • Lakukan olahraga minimal 150 menit per minggu
  • Tidur cukup dan kelola stres

KESIMPULAN
Diet akan sulit berhasil jika masih mengonsumsi minuman tinggi gula tanpa diimbangi aktivitas fisik. Mengurangi gula, memilih minuman sehat, dan rutin berolahraga adalah kunci utama menjaga berat badan ideal dan kesehatan jangka panjang.DAFTAR PUSTAKA
1. Kementerian Kesehatan RI. Pedoman Gizi Seimbang.
2. World Health Organization. Guideline: Sugars intake for adults and children.
3. Harvard T.H. Chan School of Public Health. The Sweet Danger of Sugar.
4. American Heart Association. Added Sugars and Health.

Pererat Silaturahmi, RS Paru Respira Gelar Syawalan dan Halal Bihalal Idul Fitri 1447 H

BANTUL – Mengawali semangat kerja sesudah libur Idul Fitri 1447 H, keluarga besar RS Paru Respira menyelenggarakan acara Syawalan dan Halal Bihalal pada Rabu, 25 Maret 2026. Bertempat di Ruang Amarta, acara ini dihadiri oleh jajaran manajemen serta seluruh karyawan rumah sakit dengan penuh khidmat dan kehangatan.
​Acara rutin tahunan ini menjadi momentum penting untuk saling memaafkan dan memperkuat tali persaudaraan antar-karyawan. Semangat kebersamaan ini diharapkan dapat meningkatkan soliditas tim dalam memberikan pelayanan kesehatan terbaik bagi masyarakat, selaras dengan nilai-nilai pelayanan yang humanis.
​Penghargaan Dedikasi Karyawan
​Momen istimewa terjadi di tengah prosesi acara, di mana RS Paru Respira memberikan apresiasi khusus kepada dua karyawan terbaiknya. Penghargaan dedikasi diberikan kepada Bapak Sih Budi Santoso dan Bapak Masruri.
​Penghargaan ini merupakan bentuk penghormatan atas pengabdian, loyalitas, dan kontribusi luar biasa yang telah mereka berikan selama bertahun-tahun bagi kemajuan rumah sakit. Penyerahan piagam dilakukan langsung oleh jajaran direksi di hadapan seluruh rekan kerja yang hadir.
​”Dedikasi yang ditunjukkan oleh rekan-rekan kita, Bapak Sih Budi Santoso dan Bapak Masruri, merupakan teladan bagi kita semua dalam menjalankan tugas dan tanggung jawab di lingkungan RS Paru Respira,” ujar perwakilan manajemen dalam sambutannya.
​Harapan di Tahun yang Baru
​Melalui tema silaturahmi tahun ini, RS Paru Respira berkomitmen untuk terus bertransformasi menjadi institusi kesehatan yang lebih unggul. Acara ditutup dengan doa bersama dan ramah tamah, yang semakin mencairkan suasana kekeluargaan di lingkungan kerja.
​Dengan semangat Idul Fitri, seluruh civitas hospitalia RS Paru Respira siap kembali menjalankan tugas melayani masyarakat dengan energi baru dan dedikasi yang lebih tinggi.

Mulat Sarira Jumangkah Jantraning Laku: Pengetan 271 Taun Hadeging DIY Lumampah Kanthi Khidmat

BANTUL – Swasana dinten Jemuwah (13/3/2026) ing RS Paru Respira katingal béda saking dinten-dinten biasanipun. Kanthi ngginakaken busana adat Jawi jangkep, sedaya karyawan sarta jajaran manajemen kempal manunggal nindakaken upacara pengetan Hadeging DIY kaping 271 kanthi khidmat ing halaman griya sakit.

Wonten ing kalodhangan menika, Purwanto, SKM, MARS jumeneng minangka Inspektur Upacara. Upacara menika mboten namung ritual tahunan, nanging dados sarana kanggé nggugah malih semangat kamanunggalan lan raos tresna dhumateng tlatah Ngayogyakarta Hadiningrat.

Filosofi Tema: Mulat Sarira Jumangkah Jantraning Laku

Pengetan Hadeging DIY taun 2026 menika ngusung tema ingkang nggadhahi filosofi lebet, inggih menika “Mulat Sarira Jumangkah Jantraning Laku”. Ing amanatipun, Purwanto, SKM, MARS ngandharaken bilih tema menika mratandhani kados pundi warga DIY kedah saged mawas dhiri.

“Mulat Sarira tegesipun kita kedah introspeksi utawi mawas dhiri, mirsani punapa ingkang sampun kita paringaken kanggé masyarakat. Déné Jumangkah Jantraning Laku nggambaraken tekad kita kanggé terus maju ndhèrèk lakuning jaman kanthi mboten nilaraken jati dhiri budaya,” ngendikanipun Purwanto ing sangajenging para peserta upacara.

Layanan Kasarasan lan Semangat Budaya

Minangka Inspektur Upacara ing lingkungan griya sakit, Purwanto ugi nandesaken bilih semangat Hadeging DIY menika kedah dipun-terapaken wonten ing layanan publik, utaminipun babagan kesehatan. RS Paru Respira dipun-ajab saged terus paring layanan ingkang prima lan “nguwongke” pasien, laras kaliyan nilai-nilai luhur budaya Jawi.

“Semangat 271 taun menika mugi saged nambah motivasi kita sedaya ing RS Paru Respira kanggé jumangkah luwih saé, paring kasarasan kanggé warga DIY, sarta njagi karukunan lan gotong royong,” tambahnipun.

Swasana Upacara

Upacara katingal asri lan klasik. Sedaya peserta upacara katingal gagah lan anggun ngginakaken busana tradisional. Swanten gamelan ingkang dipun-ungelaken nambah kekidhmantaning swasana, saéngga upacara menika saged dados momentum kanggé ngronce malih tali paseduluran antawisipun punggawa praja lan masyarakat.

Adicara dipun-pungkasi kanthi donga sesarengan, nyuwun supados Daerah Istimewa Yogyakarta tansah pinaringan kaberkahan, katentreman, lan kemakmuran kanggé sedaya rakyatipun.


Mugi-mugi kanthi semangat “Mulat Sarira Jumangkah Jantraning Laku”, RS Paru Respira saged terus nggayuh prestasi lan paring kontribusi ingkang nyata kanggé kemajuan DIY.


Maturnuwun.

RS Paru Respira Gelar Orientasi Pegawai dan Mahasiswa Baru: Perkuat Layanan dengan Edukasi PPI

BANTUL – Dalam rangka menjaga kualitas pelayanan kesehatan dan keselamatan pasien, Rumah Sakit Paru (RSP) Respira Yogyakarta menyelenggarakan agenda orientasi bagi pegawai baru dan peserta didik pada Senin, 9 Maret 2026. Acara yang berlangsung di Ruang Amartha Lantai 3 ini menyasar berbagai elemen tenaga kerja, mulai dari CS hingga mahasiswa praktik dari berbagai universitas ternama.

Sebagai institusi pendidikan dan pelayanan, RSP Respira rutin menerima mahasiswa dari berbagai institusi seperti Poltekkes Surakarta, UMS, dan UNISA untuk mengasah kompetensi klinis mereka.

Pilar Utama Orientasi: PPI dan Budaya Cuci Tangan

Salah satu materi krusial dalam orientasi ini adalah Pencegahan dan Pengendalian Infeksi (PPI). Bagi pegawai baru seperti tenaga driver dan cleaning service, serta mahasiswa fisioterapi, memahami PPI adalah kewajiban mutlak untuk memutus rantai penularan penyakit di lingkungan rumah sakit.

Komponen paling sederhana namun berdampak besar dalam PPI adalah tata cara cuci tangan. Sesuai standar WHO yang diterapkan di RSP Respira, seluruh personel wajib memahami 6 langkah cuci tangan:

  1. Ratakan sabun dengan menggosok kedua telapak tangan.
  2. Gosok punggung tangan dan sela-sela jari secara bergantian.
  3. Gosok telapak tangan dan sela-sela jari.
  4. Jari-jari sisi dalam dari kedua tangan saling mengunci.
  5. Gosok ibu jari berputar dalam genggaman tangan kanan dan sebaliknya.
  6. Gosokkan dengan memutar ujung jari-jari di telapak tangan.

Selain itu, peserta orientasi ditekankan untuk mematuhi 5 Momen Cuci Tangan, yaitu: sebelum kontak dengan pasien, sebelum tindakan aseptik, setelah terkena cairan tubuh pasien, setelah kontak dengan pasien, dan setelah kontak dengan lingkungan sekitar pasien.

Olahraga di Bulan Puasa: Tetap Aktif, Tetap Aman, dan Tetap Bertenaga

Oleh : Nur Handayani, S.KM

Bulan puasa membawa perubahan besar pada pola makan, jam tidur, dan ritme aktivitas harian. Tidak sedikit orang memilih mengurangi bahkan menghentikan olahraga karena khawatir lemas, pusing, atau dehidrasi. Padahal, dengan strategi yang tepat, olahraga tetap bisa dilakukan secara aman dan justru membantu menjaga kebugaran selama Ramadan. Kuncinya bukan berhenti bergerak, tetapi menyesuaikan waktu, jenis, dan intensitas latihan.

               Secara fisiologis, saat berpuasa tubuh akan menggunakan cadangan energi secara bertahap. Setelah beberapa jam tanpa asupan makanan, kadar gula darah menurun dan tubuh mulai memanfaatkan glikogen serta lemak sebagai sumber energi. Dalam kondisi ini, olahraga ringan hingga sedang masih dapat ditoleransi dengan baik oleh individu sehat. Bahkan, aktivitas fisik yang teratur membantu menjaga metabolisme, massa otot, dan kebugaran jantung.

               Waktu olahraga yang tepat saat puasa menjadi pertanyaan yang paling sering muncul. Secara umum, ada tiga waktu yang direkomendasikan. Pertama, 30–60 menit sebelum berbuka puasa. Waktu ini cocok untuk olahraga ringan karena setelah selesai, tubuh dapat segera mengganti cairan dan energi. Kedua, 1–2 jam setelah berbuka puasa, ketika tubuh sudah mendapatkan asupan nutrisi yang cukup. Ini adalah waktu paling ideal untuk latihan dengan intensitas sedang. Ketiga, setelah sahur, namun hanya untuk aktivitas sangat ringan seperti peregangan atau jalan santai, karena risiko dehidrasi di siang hari tetap perlu dipertimbangkan.

               Lalu, olahraga seperti apa yang aman dilakukan? Untuk kebanyakan orang, aktivitas aerobik ringan seperti jalan cepat, bersepeda santai, atau senam low impact sangat dianjurkan. Selain itu, latihan kekuatan dengan beban ringan hingga sedang juga bermanfaat untuk mempertahankan massa otot. Yoga dan pilates menjadi pilihan baik karena membantu fleksibilitas sekaligus relaksasi. Bagi yang sudah terbiasa berlatih intensitas tinggi, latihan tersebut tetap bisa dilakukan, tetapi sebaiknya dipindahkan ke waktu setelah berbuka.

               Durasi olahraga selama puasa sebaiknya dibatasi sekitar 30–45 menit. Intensitas dapat dijaga pada tingkat ringan hingga sedang, ditandai dengan masih bisa berbicara saat berolahraga tanpa terengah-engah berat. Prinsip ini membantu mencegah kelelahan berlebihan serta menjaga keseimbangan cairan tubuh.

               Asupan nutrisi juga sangat menentukan keberhasilan olahraga saat puasa. Saat berbuka, awali dengan air putih dan makanan ringan yang mudah dicerna, kemudian lanjutkan dengan makanan bergizi seimbang yang mengandung karbohidrat kompleks, protein, lemak sehat, serta sayur dan buah. Saat sahur, pilih makanan tinggi serat dan protein agar energi bertahan lebih lama. Kecukupan cairan dari waktu berbuka hingga sahur sangat penting untuk mencegah dehidrasi saat beraktivitas di siang hari.

Beberapa tips aman berolahraga saat puasa antara lain:

  • Hindari olahraga di bawah terik matahari langsung.
  • Gunakan pakaian yang nyaman dan menyerap keringat.
  • Perhatikan tanda bahaya seperti pusing berat, mual, jantung berdebar tidak normal, atau pandangan kabur.
  • Prioritaskan kualitas tidur agar pemulihan tubuh optimal.
  • Jangan memaksakan diri jika tubuh terasa sangat lemah.

               Olahraga saat puasa bukan hanya berdampak pada fisik, tetapi juga kesehatan mental. Aktivitas fisik terbukti membantu meningkatkan suasana hati, mengurangi stres, dan memperbaiki kualitas tidur. Dalam suasana Ramadan yang penuh aktivitas ibadah dan sosial, tubuh yang tetap bugar tentu mendukung produktivitas dan kekhusyukan.

               Meski demikian, individu dengan kondisi medis tertentu seperti diabetes yang tidak terkontrol, penyakit jantung, gangguan tekanan darah, atau riwayat dehidrasi berat sebaiknya berkonsultasi dengan tenaga kesehatan sebelum menyusun program olahraga saat puasa. Penyesuaian khusus mungkin diperlukan agar tetap aman.

               Pada akhirnya, puasa dan olahraga bukan dua hal yang bertentangan. Dengan pengaturan waktu yang tepat, pemilihan jenis olahraga yang sesuai, serta perhatian pada nutrisi dan hidrasi, tubuh tetap bisa aktif dan sehat sepanjang bulan Ramadan. Bergeraklah dengan bijak—bukan nekat—agar manfaat puasa dan olahraga dapat dirasakan secara optimal.

Referensi :

World Health Organization. (2020). Guidelines on Physical Activity and Sedentary Behaviour.

American College of Sports Medicine. (2021). ACSM’s Guidelines for Exercise Testing and Prescription.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Pedoman Gizi Seimbang dan Aktivitas Fisik.

Mayo Clinic. (2022). Exercising While Fasting: Safety and Hydration Considerations.

Menakar Tanggung Jawab: Ustadz Setyo Susilo Kupas Tuntas Perkara Amanah di Masjid Al Husna

BANTUL – Memasuki pekan kedua Ramadhan 1447 H, girah spiritual karyawan RS Paru Respira serta masyarakat Kelurahan Palbapang terus meningkat. Hal ini terlihat dalam agenda rutin Kajian Keislaman Respi Ramadhan yang digelar pada Kamis siang (26/02/2026) di Masjid Al Husna, Palbapang, Bantul.

Menghadirkan narasumber kondang, Al Ustadz Setyo Susilo, kajian kali ini mengangkat tema yang cukup menggugah kesadaran: “Ke Mana Kau Bawa Amanahmu?”

Amanah: Bukan Sekadar Jabatan

Dalam tausiyahnya, Ustadz Setyo Susilo menekankan bahwa amanah sering kali disalahartikan hanya sebatas titipan barang atau jabatan struktural. Padahal, cakupan amanah dalam Islam jauh lebih luas, menyentuh setiap jengkal kehidupan manusia.

“Setiap embusan napas, kesehatan, hingga waktu luang yang kita miliki adalah amanah dari Allah SWT. Pertanyaannya bukan seberapa banyak yang kita dapatkan, tapi untuk apa semua itu kita gunakan?” ujar beliau di hadapan jamaah.

Beliau juga mengingatkan kutipan dari Al-Qur’an mengenai beratnya beban amanah yang bahkan gunung pun enggan memikulnya, namun manusia justru dengan berani mengambil tanggung jawab tersebut.

Poin Utama Kajian

Ustadz Setyo merangkum tiga aspek besar dalam membawa amanah:

  1. Amanah kepada Allah: Menjaga ketaatan dan menjauhi larangan-Nya di tengah godaan zaman yang semakin kompleks.
  2. Amanah kepada Sesama: Bagaimana peran kita sebagai orang tua, anak, tetangga, hingga pemimpin bagi dirinya sendiri.
  3. Amanah terhadap Diri Sendiri: Menjaga tubuh dan ruh agar tetap berada di jalan yang lurus.

Antusiasme Jamaah

Masjid Al Husna tampak diikuti oleh jamaah dari Karyawan RS Paru Respira dan Masyarakat sekitar. Suasana diskusi berlangsung hangat saat sesi tanya jawab, di mana banyak jamaah berkonsultasi mengenai dilema kejujuran di dunia kerja dan kehidupan sehari-hari.

Kajian ini merupakan bagian dari rangkaian semarak Ramadhan 1447 H yang diinisiasi oleh panitia Respi untuk membekali umat dengan pemahaman agama yang mendalam namun relevan dengan tantangan masa kini.

Puasa dan Penyakit TB:

Apakah Penderita Tuberkulosis Aman Berpuasa Saat Ramadhan?

Oleh : Susilawati, SKM

Apakah penderita TB boleh berpuasa saat Ramadhan? Simak penjelasan medis lengkap tentang puasa dan tuberkulosis (TB), aturan minum obat, serta tips aman berpuasa bagi pasien TB.


Puasa dan Penyakit TB: Bolehkah Dilakukan?

Bulan Ramadhan adalah momen istimewa bagi umat Muslim. Namun bagi pasien Tuberkulosis (TB), muncul pertanyaan penting: apakah puasa aman bagi penderita TB?

Secara medis, puasa dan penyakit TB bukanlah hal yang saling bertentangan, tetapi pelaksanaannya harus disesuaikan dengan kondisi kesehatan pasien dan pengobatan yang sedang dijalani.

Apa Itu Penyakit Tuberkulosis (TB)?

Tuberkulosis (TB) adalah penyakit infeksi yang disebabkan oleh bakteri Mycobacterium tuberculosis dan paling sering menyerang paru-paru. TB menular melalui percikan dahak saat penderita batuk, bersin, atau berbicara.

Pengobatan TB membutuhkan waktu minimal 6 bulan dengan konsumsi obat anti tuberkulosis (OAT) secara rutin dan teratur. Kepatuhan minum obat sangat penting untuk mencegah kegagalan terapi dan resistensi obat.

Menurut Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, pasien TB harus mengonsumsi obat tanpa putus selama masa pengobatan untuk memastikan kesembuhan optimal.

Apakah Penderita TB Boleh Berpuasa?

Jawabannya: Boleh, dengan syarat.

Puasa bagi penderita TB diperbolehkan apabila:

  • Kondisi pasien stabil.
  • Tidak mengalami efek samping berat dari obat.
  • Jadwal minum obat dapat disesuaikan (misalnya 1 kali sehari).
  • Telah mendapatkan izin dari dokter yang merawat.

Beberapa dokter paru menyatakan bahwa pasien TB yang minum obat sekali sehari dapat mengatur konsumsi obat saat sahur atau setelah berbuka, selama tidak mengganggu efektivitas terapi.

Kapan Pasien TB Tidak Dianjurkan Berpuasa?

Pasien TB sebaiknya menunda puasa apabila:

  • Masih dalam fase awal pengobatan (fase intensif).
  • Mengalami efek samping berat seperti mual hebat, muntah, atau pusing berat.
  • Mengalami penurunan berat badan signifikan.
  • Kondisi tubuh sangat lemah.

Dalam ajaran Islam, orang yang sakit mendapatkan keringanan untuk mengganti puasa di hari lain atau membayar fidyah jika tidak mampu berpuasa.

Cara Aman Menjalani Puasa bagi Penderita TB

1. Tetap Minum Obat TB Secara Teratur

Minum obat TB tidak boleh terlewat. Konsultasikan dengan dokter untuk menyesuaikan jadwal obat selama Ramadhan.

2. Penuhi Nutrisi Saat Sahur dan Berbuka

Penderita TB membutuhkan asupan tinggi protein, vitamin, dan mineral untuk mempercepat pemulihan. Pastikan konsumsi:

  • Protein (telur, ikan, ayam, kacang-kacangan)
  • Sayur dan buah
  • Cairan minimal 8 gelas antara berbuka hingga sahur

3. Hindari Dehidrasi

Dehidrasi dapat memperburuk kondisi tubuh selama masa pemulihan TB.

4. Waspadai Tanda Bahaya

Segera konsultasi ke fasilitas kesehatan jika muncul:

  • Batuk semakin parah
  • Demam berkepanjangan
  • Berat badan turun drastis
  • Tubuh terasa sangat lemas

Puasa dan TB: Mana yang Lebih Utama?

Dalam kondisi tertentu, menjaga kesehatan dan keberhasilan pengobatan lebih utama. Kegagalan minum obat TB dapat menyebabkan resistensi obat (TB RO) yang pengobatannya jauh lebih lama dan kompleks.

Karena itu, keputusan berpuasa harus berdasarkan pertimbangan medis dan kondisi individu.

Kesimpulan

  • Puasa dan penyakit TB bisa berjalan bersamaan, asalkan kondisi pasien stabil dan pengobatan tetap teratur.
  • Konsultasi dengan dokter sangat dianjurkan sebelum memutuskan berpuasa.
  • Jangan pernah menghentikan obat TB tanpa arahan dokter atau tenaga medis.

Jika Anda atau keluarga sedang menjalani pengobatan TB dan ingin berpuasa, konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter spesialis paru di RS Paru Respira untuk memastikan kondisi tetap aman dan terapi tetap optimal.

Referensi

  1. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Informasi Pengobatan Tuberkulosis dan Kepatuhan Minum Obat.
  2. World Health Organization (WHO). Tuberculosis Fact Sheet.
  3. Pedoman Nasional Penanggulangan Tuberkulosis, Kementerian Kesehatan RI.