Puasa dan Penyakit TB:
Apakah Penderita Tuberkulosis Aman Berpuasa Saat Ramadhan?
Oleh : Susilawati, SKM
Apakah penderita TB boleh berpuasa saat Ramadhan? Simak penjelasan medis lengkap tentang puasa dan tuberkulosis (TB), aturan minum obat, serta tips aman berpuasa bagi pasien TB.
Puasa dan Penyakit TB: Bolehkah Dilakukan?
Bulan Ramadhan adalah momen istimewa bagi umat Muslim. Namun bagi pasien Tuberkulosis (TB), muncul pertanyaan penting: apakah puasa aman bagi penderita TB?
Secara medis, puasa dan penyakit TB bukanlah hal yang saling bertentangan, tetapi pelaksanaannya harus disesuaikan dengan kondisi kesehatan pasien dan pengobatan yang sedang dijalani.
Apa Itu Penyakit Tuberkulosis (TB)?
Tuberkulosis (TB) adalah penyakit infeksi yang disebabkan oleh bakteri Mycobacterium tuberculosis dan paling sering menyerang paru-paru. TB menular melalui percikan dahak saat penderita batuk, bersin, atau berbicara.
Pengobatan TB membutuhkan waktu minimal 6 bulan dengan konsumsi obat anti tuberkulosis (OAT) secara rutin dan teratur. Kepatuhan minum obat sangat penting untuk mencegah kegagalan terapi dan resistensi obat.
Menurut Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, pasien TB harus mengonsumsi obat tanpa putus selama masa pengobatan untuk memastikan kesembuhan optimal.
Apakah Penderita TB Boleh Berpuasa?
Jawabannya: Boleh, dengan syarat.
Puasa bagi penderita TB diperbolehkan apabila:
- Kondisi pasien stabil.
- Tidak mengalami efek samping berat dari obat.
- Jadwal minum obat dapat disesuaikan (misalnya 1 kali sehari).
- Telah mendapatkan izin dari dokter yang merawat.
Beberapa dokter paru menyatakan bahwa pasien TB yang minum obat sekali sehari dapat mengatur konsumsi obat saat sahur atau setelah berbuka, selama tidak mengganggu efektivitas terapi.
Kapan Pasien TB Tidak Dianjurkan Berpuasa?
Pasien TB sebaiknya menunda puasa apabila:
- Masih dalam fase awal pengobatan (fase intensif).
- Mengalami efek samping berat seperti mual hebat, muntah, atau pusing berat.
- Mengalami penurunan berat badan signifikan.
- Kondisi tubuh sangat lemah.
Dalam ajaran Islam, orang yang sakit mendapatkan keringanan untuk mengganti puasa di hari lain atau membayar fidyah jika tidak mampu berpuasa.
Cara Aman Menjalani Puasa bagi Penderita TB
1. Tetap Minum Obat TB Secara Teratur
Minum obat TB tidak boleh terlewat. Konsultasikan dengan dokter untuk menyesuaikan jadwal obat selama Ramadhan.
2. Penuhi Nutrisi Saat Sahur dan Berbuka
Penderita TB membutuhkan asupan tinggi protein, vitamin, dan mineral untuk mempercepat pemulihan. Pastikan konsumsi:
- Protein (telur, ikan, ayam, kacang-kacangan)
- Sayur dan buah
- Cairan minimal 8 gelas antara berbuka hingga sahur
3. Hindari Dehidrasi
Dehidrasi dapat memperburuk kondisi tubuh selama masa pemulihan TB.
4. Waspadai Tanda Bahaya
Segera konsultasi ke fasilitas kesehatan jika muncul:
- Batuk semakin parah
- Demam berkepanjangan
- Berat badan turun drastis
- Tubuh terasa sangat lemas
Puasa dan TB: Mana yang Lebih Utama?
Dalam kondisi tertentu, menjaga kesehatan dan keberhasilan pengobatan lebih utama. Kegagalan minum obat TB dapat menyebabkan resistensi obat (TB RO) yang pengobatannya jauh lebih lama dan kompleks.
Karena itu, keputusan berpuasa harus berdasarkan pertimbangan medis dan kondisi individu.
Kesimpulan
- Puasa dan penyakit TB bisa berjalan bersamaan, asalkan kondisi pasien stabil dan pengobatan tetap teratur.
- Konsultasi dengan dokter sangat dianjurkan sebelum memutuskan berpuasa.
- Jangan pernah menghentikan obat TB tanpa arahan dokter atau tenaga medis.
Jika Anda atau keluarga sedang menjalani pengobatan TB dan ingin berpuasa, konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter spesialis paru di RS Paru Respira untuk memastikan kondisi tetap aman dan terapi tetap optimal.
Referensi
- Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Informasi Pengobatan Tuberkulosis dan Kepatuhan Minum Obat.
- World Health Organization (WHO). Tuberculosis Fact Sheet.
- Pedoman Nasional Penanggulangan Tuberkulosis, Kementerian Kesehatan RI.
