Berita

Hari AIDS Sedunia 1 Desember 2020 “Solidaritas Global, Tanggungjawab Bersama”

Oleh: Nur Handayani, SKM

Kasus HIV AIDS di dunia dari tahun ke tahun meningkat. Data WHO tahun 2017 menyatakan bahwa hingga akhir tahun 2017 terdapat 36,9 juta orang hidup dengan HIV, dengan 1,8 juta infeksi baru di tahun yang sama. Berdasarkan Laporan Perkembangan HIV AIDS dan Infeksi Seksual Menular Tahun 2017 oleh Kementrian Kesehatan Republik Indonesia, jumlah kumulatif infeksi HIV sampai dengan Desember 2017 di Indonesia adalah sebanyak 280.263 kasus, dengan jumlah kumulatif AIDS sebanyak 102.667 kasus terhitung dari tahun 1987 hingga Desember 2017.  Sejak pertama kali dilaporkan di Indonesia tahun 1987 sampai bulan Maret tahun 2019, kasus HIV AIDS yang telah dilaporkan adalah 461 (89,7%) dari 514 kabupaten/kota di seluruh Indonesia. Data ini menunjukkan bahwa kasus HIV AIDS cenderung meluas keberadaannya di Indonesia.

            Data terakhir, sampai Maret 2019, jumlah kumulatif kasus HIV yang dilaporkan adalah sebanyak 338.363, yaitu 58,7% dari estimasi ODHA tahun 2016 sebanyak 640.443. Saat ini ada 5 provinsi dengan jumlah kasus HIV tertinggi yaitu DKI Jakarta (60.501 kasus) diikuti Jawa Timur (50.060 kasus), Jawa Barat (35.529 kasus), Papua (33.485 kasus) dan Jawa Tengah (29,048 kasus). Jumlah AIDS yang dilaporkan dari tahun 2005 sampai dengan tahun 2019 relatif stabil setiap tahunnya. Jumlah kumulatif AIDS dari tahun 1987 sampai dengan bulan Maret tahun 2019 sebanyak 115.601 orang. Sementara itu, saat ini ada 5 propinsi dengan jumlah AIDS terbanyak yaitu Papua (22.544 orang), Jawa Timur (20.113 orang), Jawa Tengah (10.548 orang), DKI Jakarta (10.116 orang) dan Bali (8.147 orang).

            Bila menilik kasus HIVAIDS, setiap orang dapat terinfeksi. Beberapa kelompok orang dengan risiko penularan tinggi antara lain komunitas Lesbian, Gay, Bisexual and Transgender (LGBT), pekerja seksual, pengguna jarum suntik bersama dan penghuni lapas. Remaja bisa menjadi salah satu kelompok rentan terinfeksi HIV, risiko menjadi besar bila ternyata remaja tersebut kurang pengetahuan tentang HIV AIDS. Masih adanya stigma dan diskriminasi terhadap Orang Dengan HIV AIDS (ODHA) menjadi salah satu sebab terhalangnya edukasi masyarakat tentang pentingnya deteksi  HIV melalui Konseling dan tes Sukarela (KTS). Sehingga akibatnya di masyarakat kasus HIV AIDS masih tinggi dan kurangnya akses terhadap Antiretroviral Therapy (ART). Menurut data WHO dalam program “Ends by 2030” dari 25,9 juta orang dengan HIV AIDS tidak mengakses pengobatan ART.

            Berkaitan dengan HIV AIDS, setiap tanggal 1 Desember diperingati sebagai hari AIDS sedunia. Tema Hari AIDS Sedunia untuk tahun ini adalah “Solidaritas global, tanggungjawab bersama (Global solidarity, shared responsibility)”, tema nasional “Perkuat kolaborasi, Tingkatkan Solidaritas”. Hari AIDS Sedunia pertama kali dicetuskan pada Agustus 1987 oleh James W. Bunn dan Thomas Netter, dua pegawai informasi publik untuk Global Programme on AIDS di World Health Organization (WHO) di Jenewa, Swiss. Bunn dan Netter mengajukan ide mereka kepada Dr. Jonathan Mann, Director of the Global Programme on AIDS (sekarang dikenal dengan nama UNAIDS). Mann menyukai konsep tersebut dan menyetujui rekomendasi bahwa peringatan pertama Hari AIDS Sedunia jatuh pada 1 Desember 1988. Tanggal 1 Desember direkomendasikan oleh Bunn karena dianggap akan mengoptimalkan liputan tentang Hari AIDS Sedunia oleh media Barat, karena jaraknya cukup lama dari Pemilu AS yang biasanya jatuh pada bulan November, tetapi sebelum memasuki libur Natal.

            Tahun 2020 menjadi tahun yang berat bagi Negara-negara didunia termasuk Indonesia. Pandemi Covid-19 menjadikan keprihatinan kita semua. Pandemi juga mengakibatkan krisis kesehatan yang berdampak pula krisis pada sektor lain. Di masa pandemi ini yang masuk dalam kelompok rentan salah satunya adalah orang dengan HIV AIDS. Pandemi yang berkepanjangan ini mengakibatkan orang dengan HIV AIDS sulit dalam mengakses perawatan kesehatan, terlebih kemudian terjadi krisis sosial ekonomi yang sangat berdampak pada masyarakat tingkat sosial menengah ke bawah.

            Sama halnya seperti pandemi Covid-19, Mengakhiri HIV AIDS juga hampir sama dengan langkah penanganannya. Yang menjadi kunci adalah kita semua. Kasus penularan COVID-19 tidak akan dapat ditekan bilamana pemerintah telah membuat kebijakan tentang pencegahan penularan, tapi masyarakat tidak disiplin menerapkan protokol kesehatan. Begitu juga kasus HIV AIDS. HIV AIDS merupakan tanggung jawab bersama antara pemerintah, pemangku kepentingan, komunitas, tokoh agama, tokoh masyarakat dan masyarakat itu sendiri harus bergerak bersama-sama memutus rantai penularan HIV AIDS dan saling bersinergi tolong menolong dalam upaya pencegahan dan penanggulangan HIV AIDS.     

            Dalam momen hari AIDS sedunia diharapkan muncul kesadaran bagi masyarakat untuk lebih peduli tentang kesehatan terutama tentang pencegahan HIV AIDS. Masyarakat yang beresiko tinggi mau sukarela untuk melakukan tes HIV untuk mengetahui status sejak dini, sehingga dapat menekan jumah virus dalam tubuhnya dan dapat segera melakukan pengobatan ARV. Dari sisi pemerintah sendiri juga telah berkomitmen melakukan upaya pencegahan dan penanggulangan HIV AIDS. Pemerintah  juga diharapkan berupaya melakukan peningkatan dan perluasan akses masyarakat pada pelayanan diagnosa dan pengobatan HIV/AIDS yang komprehensif dan bermutu. Perlu kita ketahui pula, pemahaman terhadap informasi tentang HIV AIDS juga dapat membantu kita dalam pencegahan HIVAIDS. Kita terutama remaja sebagai generasi yang cerdas harus memperbanyak pengetahuan tentang HIV AIDS yang benar dan perlu membekali diri dengan pendidikan agama sejak dini. Sesuai dengan tema Hari AIDS Sedunia tahun ini, momen Hari AIDS Sedunia menjadi momen untuk meningkatkan kesadaran dan kemauan untuk bergerak bersama-sama membentuk kolaborasi bersama dan mengemban tanggungjawab bersama antara pemerintah dan semua elemen masyarakat dalam upaya pencegahan dan penanggulangan HIVAIDS. Sehingga kasus HIV AIDS dapat ditekan dan dapat memutus rantai penularan untuk mencapai Ending AIDS tahun 2030. Yuk, tetap menjalankan protokol kesehatan dan tetap menjalankan pola hidup sehat. Sehat itu plilihan.

DAFTAR PUSTAKA

  1. Happy Hawra, dkk. Hari AIDS Sedunia, KPA Banten Perkuat Kolaborasi dan Solidaritas. https://www.biem.co tanggal 22 November 2020
  2. Adminkominfo. Saya Berani Saya Sehat, Talkshow Peringatan Hari AIDS Sedunia. https://kominfo.kulonprogokab.go.id tanggal 11 Desember 2017
  3. WHO Rilis Tema Hari Aids Sedunia 2020, Akhiri Wabah HIV
  4. Agus Tri Harsanto, dkk. WHO Rilis Tema Hari Aids Sedunia 2020, Akhiri Wabah HIV. https://batam.tribunnews.com tanggal 1 Desember 2019
  5. Lee Yan. Tema Hari AIDS Sedunia 2020. Solidaritas Global, Tanggung Jawab Bersama. https://www.kompasiana.com tanggal 18 November 2020.
  6. Diperingati Setiap 1 Desember, Ini Sejarah Hari AIDS Sedunia
  7. Anggraini, Ariska Puspita. Diperingati Setiap 1 Desember, Ini Sejarah Hari AIDS Sedunia. https://www.kompas.com tanggal 30 November 2019
  8. Putri. Data Juni 2019, Penderita HIV/AIDS di Indonesia Sebanyak 349.883. http://infopublik.id tanggal 3 Desember 2019
  9. What is World AIDS Day? 2020. https://www.unaids.org
  10. World AIDS Day. https://www.who.int
  11. Iman. Kemenkes: Kasus HIV/AIDS di Indonesia Alami Kenaikan Tiap Tahun. https://rri.co.id tanggal 30 November 2019

Sharing is caring!

Write a Comment

Your e-mail address will not be published. Required fields are marked *

“TAK KENAL MAKA TAK KEBAL YUK”CARI TAU VAKSIN COVID 19

Oleh : Susilawati, S.KM Pandemi Covid 19 yang kita alami pada saat sekarang ini memberikan banyak sekali dampak perubahan …

Bahaya Narkoba Terhadap Psikologi

Penyalahgunaan NAPZA masih sangat membahayakan di negara kita. Tidak hanya melibatkan orang dewasa, namun juga terjadi di …

Hari AIDS Sedunia 1 Desember 2020 “Solidaritas Global, Tanggungjawab Bersama”

Oleh: Nur Handayani, SKM Kasus HIV AIDS di dunia dari tahun ke tahun meningkat. Data WHO tahun 2017 menyatakan bahwa hingga …