Berita

RS Paru Respira Gelar Edukasi Terpadu: Sosialisasi PPI, PPRA, dan K3 bagi Pasien serta Pengunjung

BANTUL – Kesehatan dan keselamatan di lingkungan rumah sakit bukan hanya tanggung jawab tenaga medis, melainkan komitmen bersama antara pihak rumah sakit, pasien, dan pengunjung. Menyadari hal tersebut, RS Paru Respira menyelenggarakan kegiatan edukasi kesehatan terpadu pada Selasa, 21 April 2026.

Kegiatan yang berlangsung di area ruang tunggu poliklinik ini mengangkat tiga pilar penting dalam pelayanan rumah sakit: Pencegahan dan Pengendalian Infeksi (PPI), Program Pengendalian Resistansi Antimikroba (PPRA), serta Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3).


Sinergi Tiga Materi Utama

Edukasi kali ini menghadirkan dua narasumber ahli yang memaparkan materi secara interaktif agar mudah dipahami oleh masyarakat awam.

1. Pentingnya Kebersihan Tangan dan Lingkungan (PPI)

Eko Suryantoro, S.Kep, menekankan bahwa langkah paling sederhana namun paling efektif dalam mencegah penularan penyakit di rumah sakit adalah melalui kebersihan tangan.

  • Poin Penting: Peserta diajak mempraktikkan 6 langkah cuci tangan standar WHO dan edukasi mengenai etika batuk yang benar agar tidak menularkan virus/bakteri kepada orang di sekitar.

2. Bijak Menggunakan Antibiotik (PPRA)

Masih dalam sesi yang sama, dibahas pula mengenai bahaya resistansi antibiotik. Masyarakat dihimbau untuk tidak membeli antibiotik secara bebas tanpa resep dokter dan harus menghabiskan dosis yang diberikan untuk mencegah kuman menjadi “kebal”.

3. Keamanan dan Keselamatan Fasilitas (K3)

I Kadek Satriawan, SKM, memberikan wawasan mengenai prosedur keselamatan selama berada di lingkungan RS Paru Respira.

  • Fokus Materi: Sosialisasi jalur evakuasi, penggunaan APAR (Alat Pemadam Api Ringan) jika terjadi kondisi darurat, serta pentingnya menjaga ketertiban fasilitas umum demi kenyamanan bersama.

Antusiasme Pengunjung

Para pengunjung dan pasien tampak antusias mengikuti jalannya sosialisasi. Banyak dari mereka yang mengajukan pertanyaan, terutama terkait cara membedakan gejala infeksi bakteri dan virus agar tidak sembarangan mengonsumsi obat.

“Edukasi ini rutin kami lakukan agar pasien dan keluarga tidak hanya datang untuk berobat, tetapi juga pulang membawa ilmu kesehatan yang bisa diterapkan di rumah,” ujar tim promosi kesehatan RS Paru Respira.

Sharing is caring!

Write a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Perbandingan Konsumsi Rokok dan Real Food Ditinjau dari Aspek Kesehatan

Oleh : Nur Handayani. SKM Perilaku konsumsi sehari-hari memiliki pengaruh besar terhadap kondisi kesehatan seseorang, terutama …

Hari Tanpa Tembakau Sedunia 2026

“Bangkit Tanpa Asap, Hidup Lebih Sehat” Oleh : Susilawati, SKM Setiap tanggal 31 Mei, dunia memperingati Hari Tanpa Tembakau …

RS Paru Respira Gelar Sosialisasi PMKP, SKP, dan Manajemen Risiko Guna Tingkatkan Mutu Layanan

Bantul – Dalam upaya berkelanjutan untuk meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan dan menjamin keselamatan pasien, RS …

Rokok VS Vape, Tren, Risiko, dan Tanggung Jawab kita

YOGYAKARTA , 13 Mei 2026 Menyambut Hari Tanpa Tembakau Sedunia yang diperingati setiap 31 Mei, diskursus mengenai bahaya …

Sahabat Paru, sudahkah Anda memeriksa kesehatan paru hari ini?

Paru-paru memiliki peran penting dalam menyuplai oksigen ke seluruh tubuh. Namun, banyak penyakit paru seperti TBC sering …

Dukung Pengembangan Ilmu Pengetahuan bidang Kesehatan, RS Paru Respira Gelar Presentasi Rencana Penelitian Teknik Pernapasan untuk Pasien PPOK

BANTUL – Dalam upaya terus meningkatkan kualitas layanan rehabilitasi bagi pasien paru, Rumah Sakit Paru (RS Paru) Respira …