Berita

Edukasi PPI dan PPRA

Menjaga kesehatan lingkungan rumah sakit bukan hanya tugas tenaga medis, melainkan tanggung jawab kita bersama. Melalui kepatuhan sederhana, kita bisa memutus mata rantai infeksi dan mencegah munculnya “superbug” yang kebal obat.

1. Senjata Utama: Kebersihan Tangan

Tangan adalah perantara utama kuman. Kepatuhan mencuci tangan adalah cara paling efektif dan murah untuk mencegah infeksi.

  • Kapan? Sebelum makan, setelah dari toilet, setelah menyentuh permukaan umum, dan setelah menyentuh pasien/area sekitar pasien.
  • Bagaimana? Gunakan sabun dan air mengalir jika tangan tampak kotor, atau handrub berbasis alkohol jika tangan tidak tampak kotor. Lakukan 6 langkah cuci tangan sesuai standar WHO.

2. Maskerku Melindungimu, Maskermu Melindungiku

Kepatuhan memakai masker bukan sekadar formalitas, melainkan penghalang mekanis bagi percikan ludah (droplet) yang membawa virus atau bakteri.

  • Pastikan masker menutupi hidung hingga dagu.
  • Jangan menyentuh bagian depan masker saat digunakan.
  • Ganti masker segera jika terasa lembap atau kotor.

3. Etika Bersih: Jangan Meludah Sembarangan

Lidah dan air liur mengandung jutaan mikroorganisme. Meludah di sembarang tempat dapat menyebarkan penyakit melalui udara (setelah mengering) atau kontak langsung.

  • Gunakan tisu saat ingin mengeluarkan dahak/ludah.
  • Segera buang tisu ke tempat sampah dan cuci tangan.

4. Bijak Mengelola Limbah

Rumah sakit memiliki sistem pembuangan sampah yang spesifik untuk mencegah kontaminasi silang:

  • Sampah Infeksius (Plastik Kuning): Untuk masker bekas, tisu bekas cairan tubuh, atau perban.
  • Sampah Non-Infeksius (Plastik Hitam): Untuk sisa makanan, kertas, atau plastik pembungkus makanan.

Penting: Membuang sampah pada tempat yang benar membantu petugas kebersihan tetap aman dan lingkungan tetap steril.


5. PPRA: Tuntas Minum Antibiotik, Lawan Resistansi

Bagian krusial dari kesehatan global saat ini adalah penggunaan antibiotik yang bijak. Kuman yang terus-menerus terpapar antibiotik namun tidak mati (karena dosis tidak tuntas) akan bermutasi menjadi kebal.

  • Patuhi Aturan Pakai: Minum antibiotik tepat waktu dan tepat dosis sesuai instruksi dokter.
  • Habiskan! Jangan berhenti minum obat hanya karena merasa sudah sehat. Jika instruksi dokter adalah 5 hari, maka harus 5 hari.
  • Jangan Berbagi: Jangan pernah memberikan antibiotik Anda kepada orang lain atau menyimpan sisa obat untuk penggunaan di masa depan.
  • Hanya untuk Bakteri: Pahami bahwa antibiotik tidak bisa menyembuhkan infeksi akibat virus (seperti flu atau batuk biasa).

Sharing is caring!

Write a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Perbandingan Konsumsi Rokok dan Real Food Ditinjau dari Aspek Kesehatan

Oleh : Nur Handayani. SKM Perilaku konsumsi sehari-hari memiliki pengaruh besar terhadap kondisi kesehatan seseorang, terutama …

Hari Tanpa Tembakau Sedunia 2026

“Bangkit Tanpa Asap, Hidup Lebih Sehat” Oleh : Susilawati, SKM Setiap tanggal 31 Mei, dunia memperingati Hari Tanpa Tembakau …

RS Paru Respira Gelar Sosialisasi PMKP, SKP, dan Manajemen Risiko Guna Tingkatkan Mutu Layanan

Bantul – Dalam upaya berkelanjutan untuk meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan dan menjamin keselamatan pasien, RS …

Rokok VS Vape, Tren, Risiko, dan Tanggung Jawab kita

YOGYAKARTA , 13 Mei 2026 Menyambut Hari Tanpa Tembakau Sedunia yang diperingati setiap 31 Mei, diskursus mengenai bahaya …

Sahabat Paru, sudahkah Anda memeriksa kesehatan paru hari ini?

Paru-paru memiliki peran penting dalam menyuplai oksigen ke seluruh tubuh. Namun, banyak penyakit paru seperti TBC sering …

Dukung Pengembangan Ilmu Pengetahuan bidang Kesehatan, RS Paru Respira Gelar Presentasi Rencana Penelitian Teknik Pernapasan untuk Pasien PPOK

BANTUL – Dalam upaya terus meningkatkan kualitas layanan rehabilitasi bagi pasien paru, Rumah Sakit Paru (RS Paru) Respira …