Berita

PENYAKIT YANG SERING MUNCUL DI MUSIM PANCAROBA

Oleh : Susilawati, S.K.M

Apa sih Penyakit yang Sering Muncul di Musim Pancaroba

Musim pancaroba adalah periode transisi antara satu musim ke musim berikutnya, misalnya dari musim kemarau ke musim hujan atau sebaliknya. Pada masa ini, suhu, kelembapan, angin, dan kondisi lingkungan berubah secara cepat, sehingga tubuh kita menjadi lebih rentan terhadap infeksi saluran  pernapasan.

Penyakit seperti flu, batuk, dan nyeri badan yang muncul bersama demam sering kali disebabkan oleh virus atau kuman yang menyerang sistem pernapasan dan sistem imun tubuh kita yang melemah karena adaptasi terhadap perubahan cuaca.

Contohnya, Influenza (flu) adalah salah satu infeksi virus yang menular dan bisa menyerang ketika kondisi tubuh dan lingkungan kurang optimal.  Sedangkan Common Cold (pilek biasa) adalah infeksi saluran pernapasan atas yang juga sering muncul.

Karena perubahan cuaca:

  • Suhu turun mendadak menyebabkan tubuh “terkejut”, sistem imun melemah.
  • Kelembapan tinggi atau angin dingin menyebabkan virus lebih mudah menyebar.
  • Perpindahan antara ruangan dingin/AC dan luar panas dapat menyebabkan stres pada tubuh.
  • Aktivitas di dalam ruangan lebih sering dapat menjadikan risiko penularan lebih besar.

Dengan demikian, munculnya demam + flu + batuk + badan ngilu‐ngilu di musim pancaroba merupakan pola yang cukup umum.

Gejala Umum

Gejala yang sering muncul pada kondisi seperti ini antara lain adalah:

  • Demam (naik suhu tubuh) atau terasa menggigil.
  • Batuk, bisa batuk kering atau berdahak.
  • Pilek atau hidung tersumbat / meler.
  • Sakit tenggorokan.
  • Nyeri otot dan sendi (badan ngilu‐ngilu, pegal‐pegal) ,sering muncul pada flu.
  • Kelelahan, rasa lemas.
  • Kepala pusing atau sakit kepala.
  • Kadang mual atau muntah pada anak‐anak (jika infeksinya agak berat).

Catatan penting: Gejala‐gejala ini juga bisa muncul pada berbagai penyakit lain (misalnya infeksi bakteri, pneumonia, COVID‐19), sehingga jika gejala berat atau berlangsung lama, sebaiknya konsultasi ke tenaga medis.


 Pengobatan

Pengobatan ringan (di rumah)

Untuk kondisi ringan, beberapa hal yang dapat dilakukan:

  • Istirahat cukup, jangan dipaksakan aktivitas berat.
  • Minum banyak air putih agar tubuh tetap terhidrasi.
  • Konsumsi makanan bergizi, hangat (sup, air hangat) untuk membantu pemulihan.
  • Atur udara di ruangan: jangan terlalu dingin/dingin berlebih, jaga kelembapan.
  • Jika ada hidung tersumbat, berkumur dengan air hangat atau gunakan larutan saline (nasal drop) jika perlu.
  • Untuk nyeri badan/otot bisa menggunakan obat pereda nyeri/pegal ringan setelah konsultasi ke dokter atau apotek.

Perawatan medis

  • Jika infeksi virus (seperti flu), biasanya pengobatan adalah simptomatik (mengurangi gejala) karena banyak virus tidak punya obat khusus yang tersedia untuk semua orang.
  • Jika muncul komplikasi atau gejala berat (sesak napas, demam tinggi >3 hari, batuk berdarah, dsb)  segera ke dokter.
  • Penting: Antibiotik tidak selalu diperlukan karena mayoritas kasus batuk/pilek/flu disebabkan oleh virus, bukan bakteri. Penggunaan antibiotik secara sembarangan dapat menyebabkan resistensi bakteri.

Pencegahan

Karena kondisi mudah menular dan mudah muncul di musim pancaroba, langkah pencegahan sangat penting. Berikut beberapa tips:

  • Cuci tangan secara rutin dengan sabun & air mengalir, terutama sebelum makan, setelah dari tempat umum, atau setelah memegang benda‐bersama.
  • Hindari menyentuh wajah (mata, hidung, mulut) dengan tangan yang belum dicuci.
  • Tutup mulut dan hidung saat batuk/bersin, idealnya dengan tisu atau bagian dalam lengan atas, bukan dengan tangan langsung.
  • Gunakan masker ketika berada di tempat ramai atau saat ada banyak orang batuk‐pilek di sekitar.
  • Jaga kondisi tubuh: istirahat cukup, makan bergizi, hindari stres berlebih agar sistem imun tetap baik.
  • Hindari asap rokok dan lingkungan berasap karena dapat menurunkan daya tahan saluran pernapasan.
  • Jika tersedia dan direkomendasikan, lakukan vaksinasi influenza (terutama bagi kelompok rentan: lansia, anak kecil, ibu hamil, orang dengan penyakit kronis).
  • Jaga kebersihan lingkungan rumah: ventilasi baik, hindari lembap, saat pancaroba perhatikan agar ruangan nggak terlalu dingin atau berangin terus‐menerus.

Sumber :

Sharing is caring!

Write a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

STRESS EATING

Oleh : Nur Handayani, SKM Apa itu stress eating ? Stress eating adalah keinginan untuk makan saat stres walau sebenarnya …

RS Paru Respira Raih Penghargaan BPJS Kesehatan atas Komitmen Transformasi Digital Pelayanan

YOGYAKARTA – RS Paru Respira kembali menorehkan prestasi gemilang dalam upaya meningkatkan kualitas pelayanan bagi masyarakat. …

Perkuat Layanan Kesehatan Respirasi, Wamenkes RI Tinjau Rencana Pengembangan RS Paru Respira

BANTUL – Rumah Sakit Paru Respira menerima kunjungan kerja Wakil Menteri Kesehatan Republik Indonesia, dr. Benyamin Paulus …

Sinergi Bersama Wamenkes RI: Jemput Bola Deteksi TB di Sentolo!

SENTOLO – RS Paru Respira terus menunjukkan komitmennya dalam garda terdepan pemberantasan Tuberkulosis (TBC) di Indonesia. …

Gizi Seimbang sebagai Pondasi Kesehatan Keluarga yang Tak Pernah Usang

Oleh : Arifah BN, S.KM Pola makan yang sehat bukan hanya tren sesaat. Dari generasi muda yang aktif bergerak hingga orang …

WASPADA!!! PENIPUAN MENGATASNAMAKAN RS PARU RESPIRA

Diberitahukan kepada seluruh pihak bahwa setiap pemesanan yang mengatasnamakan Rumah Sakit Paru Respira dilakukan secara …