Berita

Awas, Nyamuk Kecil Bisa Bikin Masalah Besar: Kenali Bahaya DBD dan Cara Mencegahnya!

Oleh : Arifa Budi NM

Nyamuk Kecil, Ancaman Besar

Demam Berdarah Dengue (DBD) merupakan penyakit yang ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti. Hingga saat ini, DBD masih menjadi salah satu permasalahan kesehatan masyarakat di Indonesia, dengan angka penyebaran yang termasuk paling tinggi di kawasan Asia Tenggara.

Penyakit ini disebabkan oleh virus dengue yang masuk ke tubuh manusia melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti. Ciri-ciri nyamuk ini adalah tubuh kecil berwarna hitam pekat, dengan dua garis putih vertikal di bagian punggung serta garis-garis putih horizontal pada kakinya. Nyamuk Aedes aegypti umumnya aktif menggigit pada pagi hingga sore hari, meskipun sesekali bisa juga menggigit di malam hari. Mereka lebih sering ditemukan di dalam rumah yang gelap dan sejuk daripada di luar ruangan yang panas.

Jumlah kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) sempat mengalami penurunan pada tahun 2023 hingga awal 2024. Namun, hingga pekan ke-41 tahun 2024 atau sekitar bulan Oktober, tercatat sebanyak 203.921 kasus dengue dengan 1.210 kasus kematian yang tersebar di 482 kabupaten/kota di 38 provinsi di Indonesia.

Kenapa DBD Itu Berbahaya?

Gejala DBD:

  • Demam tinggi mendadak hingga 39°C, berlangsung 2-7 hari lalu turun cepat.

Gejala lain:

  • Nyeri kepala
  • Menggigil
  • Lemas
  • Nyeri di belakang mata, otot, dan tulang
  • Ruam kulit kemerahan
  • Kesulitan menelan makanan dan minuman
  • Mual dan muntah
  • Gusi berdarah dan mimisan
  • Bintik-bintik merah di kulit
  • Muntah darah
  • Buang air besar berwarna hitam

Fase kritis:

  • Suhu tubuh menurun, tubuh terasa dingin
  • Penderita bisa merasa seolah sembuh
  • Perlu waspada terhadap sindrom syok dengue yang berisiko fatal.

Komplikasi DBD yang perlu diwaspadai:

  • Mimisan
  • Gusi berdarah
  • Perdarahan di bawah kulit
  • Muntah berwarna hitam
  • Batuk darah
  • Feses berwarna hitam
  • Tekanan darah menurun
  • Denyut nadi lemah
  • Tubuh terasa dingin
  • Frekuensi buang air kecil menurun
  • Jumlah urine sedikit
  • Sesak napas
  • Penurunan kesadaran
  • Dengue Shock Syndrome (DSS) yang dapat menyebabkan kematian

Kebiasaan Nyamuk Aedes aegypti

Kebiasaan Makan

  • Betina menghisap darah manusia tiap 2 – 3 hari sekali untuk perkembangan telur.
  • Jantan makan cairan buah dan tumbuhan.

Waktu Menggigit

  • Lebih aktif di siang hari, terutama pukul 08.00 – 12.00 dan 15.00 – 17.00.
  • Posisi menggigit sejajar permukaan kulit.
  • Betina sering menggigit lebih dari satu orang demi cukup darah.

Kebiasaan Beristirahat (Resting Habit)

  • Istirahat sebenarnya: selama 2 – 3 hari menunggu telur berkembang.
  • Istirahat sementara: sebelum dan sesudah mencari darah.
  • Suka di tempat gelap, lembap, tersembunyi dalam rumah seperti kamar tidur, kamar mandi, dan dapur.
  • Menyukai suhu 15°C – 40°C dengan kelembaban 60 – 89%.

Cara Mudah Cegah Demam Berdarah di Sekitar Kita

Salah satu penyebab utama munculnya penyakit demam berdarah adalah lingkungan yang kurang terjaga kebersihannya. Karena itu, upaya pencegahan paling efektif yang bisa dilakukan adalah menerapkan langkah 3M Plus, yaitu:

  • Menguras

Membersihkan dan menguras tempat-tempat yang berfungsi sebagai penampungan air, seperti bak mandi, toren, dan ember air, karena tempat tersebut bisa menjadi lokasi berkembang biaknya jentik nyamuk. Dinding-dinding penampungan air juga perlu digosok hingga bersih, khususnya saat musim hujan dan pancaroba, sebab telur dan jentik nyamuk mampu bertahan di tempat kering selama berbulan-bulan.

  • Menutup

Menutup rapat seluruh tempat penyimpanan air dan mengubur barang-barang bekas yang sudah tidak terpakai ke dalam tanah. Cara ini bertujuan untuk mencegah barang-barang tersebut menjadi sarang nyamuk dan menjaga lingkungan tetap bersih.

  • Mendaur Ulang

Memanfaatkan kembali barang-barang bekas yang masih memiliki nilai guna atau nilai ekonomis. Jika dibiarkan menumpuk, barang bekas tersebut bisa menjadi tempat berkembangnya nyamuk.

Selain ketiga langkah tersebut, terdapat tambahan upaya pencegahan atau yang dikenal sebagai Plus, di antaranya:

  • Membudidayakan ikan pemakan jentik, seperti ikan guppy.
  • Memasang kawat kasa pada jendela dan ventilasi rumah.
  • Melakukan kerja bakti menjaga kebersihan lingkungan secara rutin.
  • Memeriksa penampungan air di sekitar rumah.
  • Menyimpan pakaian bekas pakai dalam wadah tertutup.
  • Menaburkan larvasida di tempat penampungan air yang sulit dibersihkan.
  • Memperbaiki saluran dan talang air yang tersumbat.
  • Menanam tanaman yang dapat mengusir nyamuk, contohnya lavender.

Jangan tunggu sampai DBD menyerang. Mulai sekarang, lindungi keluarga dan lingkungan sekitar. Bersama, kita bisa hentikan nyamuk penyebar virus ini, dengan cara:

  • Lakukan 3M Plus setiap hari tanpa jeda.
  • Ajak tetangga dan lingkungan ikut peduli, karena kekuatan kita ada di kebersamaan.
  • Jangan lupa cek dan bersihkan jentik air di rumah minimal seminggu sekali.

Ayo, lawan DBD mulai dari diri sendiri!

Sumber:

Balai Besar Laboratorium Kesehatan Lingkungan. 2024. Komunikasi Kesehatan: Salah Satu Kunci Cegah dan Kendalikan Penyakit DBD di Indonesia. https://bblabkesling.go.id/r-komunikasi-kesehatan-salah-satu-kunci-cegah-dan-kendalikan-penyakit-dbd-di-indonesia

BRIN. 2024. Kenali Ciri-ciri, Siklus, dan Sebaran Nyamuk Aedes Aegypti. https://www.brin.go.id/news/118511/kenali-ciri-ciri-siklus-dan-sebaran-nyamuk-aedes-aegypti

Kemenkes RI. 2024. Cara Mencegah DBD dengan Menjaga Lingkungan dan Diri Sendiri. https://ayosehat.kemkes.go.id/cara-mencegah-dbd

Kemenkes RI. Demam Berdarah Dengue. https://ayosehat.kemkes.go.id/topik/demam-berdarah-dengue#:~:text=Pengertian-,Demam%20berdarah%20dengue%20(DBD)%20adalah%20penyakit%20yang%20ditularkan%20oleh%20gigitan,antara%20negara%2Dnegara%20Asia%20Tenggara.

Sharing is caring!

Write a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Pemenuhan Sarana dan Prasarana Pengembangan Rumah Sakit Paru Respira

Sabtu, 07 Februari 2026, Rapat Pengemebangan Rumah sakit untuk pemenuhan sarana dan prasarana pengembangan Rumah Sakit Paru …

STRESS EATING

Oleh : Nur Handayani, SKM Apa itu stress eating ? Stress eating adalah keinginan untuk makan saat stres walau sebenarnya …

RS Paru Respira Raih Penghargaan BPJS Kesehatan atas Komitmen Transformasi Digital Pelayanan

YOGYAKARTA – RS Paru Respira kembali menorehkan prestasi gemilang dalam upaya meningkatkan kualitas pelayanan bagi masyarakat. …

Perkuat Layanan Kesehatan Respirasi, Wamenkes RI Tinjau Rencana Pengembangan RS Paru Respira

BANTUL – Rumah Sakit Paru Respira menerima kunjungan kerja Wakil Menteri Kesehatan Republik Indonesia, dr. Benyamin Paulus …

Sinergi Bersama Wamenkes RI: Jemput Bola Deteksi TB di Sentolo!

SENTOLO – RS Paru Respira terus menunjukkan komitmennya dalam garda terdepan pemberantasan Tuberkulosis (TBC) di Indonesia. …

Gizi Seimbang sebagai Pondasi Kesehatan Keluarga yang Tak Pernah Usang

Oleh : Arifah BN, S.KM Pola makan yang sehat bukan hanya tren sesaat. Dari generasi muda yang aktif bergerak hingga orang …