RS Paru Respira Gelar ACF Screening TB di Puskesmas Panjatan 2: Langkah Nyata Eliminasi TBC 2030
KULON PROGO – Dalam upaya mempercepat penemuan kasus Tuberkulosis (TBC) di masyarakat, Rumah Sakit Paru Respira Yogyakarta melaksanakan kegiatan Active Case Finding (ACF) atau skrining aktif di wilayah kerja Puskesmas Panjatan 2, Kulon Progo, pada Kamis pagi.
Kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen berkelanjutan RS Paru Respira untuk mendukung program pemerintah dalam mencapai eliminasi TBC pada tahun 2030. Dengan jemput bola langsung ke tengah masyarakat, diharapkan kasus-kasus TBC yang belum terdeteksi dapat segera ditangani secara medis.
Mengapa Skrining Aktif (ACF) Penting?
Banyak penderita TBC seringkali tidak menyadari gejalanya atau enggan memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan karena berbagai kendala. Skrining aktif bertujuan untuk:
- Memutus Rantai Penularan: Menemukan kasus sedini mungkin agar penderita segera mendapat pengobatan.
- Akurasi Diagnosis: Menggunakan teknologi terkini untuk hasil yang lebih cepat dan tepat.
- Edukasi Masyarakat: Memberikan pemahaman bahwa TBC dapat disembuhkan dengan pengobatan yang tuntas.
Rangkaian Kegiatan di Puskesmas Panjatan 2
Kegiatan yang dimulai sejak pukul 08.00 WIB ini menyasar kelompok berisiko tinggi, termasuk kontak erat pasien TBC, lansia, dan warga dengan keluhan batuk persisten. RS Paru Respira mengerahkan tim medis ahli serta armada Mobile X-Ray untuk mempermudah pemeriksaan di lokasi.
Prosedur skrining meliputi:
- Skrining Gejala: Wawancara medis oleh petugas kesehatan.
- Pemeriksaan Foto Toraks: Menggunakan layanan rontgen dada portabel.
- Tes Cepat Molekuler (TCM): Bagi warga dengan hasil rontgen atau gejala yang mengarah ke TBC, dilakukan pengambilan sampel dahak untuk uji laboratorium lebih lanjut.
Sinergi untuk Kesehatan Masyarakat
Kepala tim skrining RS Paru Respira menyatakan bahwa kolaborasi dengan puskesmas lokal seperti Panjatan 2 sangat krusial. “Puskesmas memiliki data basis wilayah, sementara kami menyediakan dukungan teknologi dan spesialisasi paru. Sinergi inilah yang akan mempercepat target eliminasi TBC di wilayah Kulon Progo,” ujarnya.
Pihak Puskesmas Panjatan 2 menyambut baik inisiatif ini, mengingat tingginya mobilitas warga yang memerlukan pengawasan kesehatan paru secara berkala.
Mari Bersama Lawan TBC! Jika Anda atau keluarga mengalami gejala batuk lebih dari 2 minggu, keringat malam tanpa aktivitas, atau penurunan berat badan secara drastis, segera hubungi fasilitas kesehatan terdekat. TBC bisa sembuh, obatnya gratis!
