Berita

Anda Perokok? Waspadai PPOK!

Oleh: Arifah Budi Nuryani, S.KM

Penyakit Paru Obstruksi Kronis (PPOK) merupakan salah satu penyakit tidak menular yang menjadi permasalahan kesehatan masyarakat di Indonesia. PPOK dapat disebabkan oleh berbagai hal, namun penyebab PPOK yang paling utama yaitu merokok. Kondisi PPOK  tidak boleh dianggap sepele karena penyakit ini menyerang paru-paru dan dapat berdampak yang sangat berbahaya, bahkan bisa berujung pada kematian. Ironisnya, penyebab utama penyakit ini ternyata adalah kebiasaan merokok. 

PPOK terjadi karena adanya peradangan paru yang kemudian berkembang dalam jangka waktu panjang sehingga menyebabkan aliran udara dari paru-paru terhalang. Pengidap PPOK mengalami kesulitan bernapas karena adanya pembengkakan dan lendir atau dahak. 

Risiko PPOK meningkat pada orang-orang yang sudah lanjut usia dan aktif merokok dalam jangka waktu yang lama. PPOK menyerang orang yang merokok secara aktif maupun pasif sebagai akibat dari paparan asap rokok.

Secara umum proses rokok dapat menyebabkan kerusakan saluran pernafasan adalah bahwa di dalam asap rokok terdapat ribuan zat berbahaya yang sangat merugikan kesehatan. Zat-zat berbahaya tersebut masuk saluran pernafasan selanjutnya menempel pada saluran pernapasan, yang lambat laun dapat bertumpuk di saluran pernapasan sehingga menyebabkan infeksi. Sementara itu produksi mucus makin bertambah banyak dan kondisi ini sangat kondusif untuk tumbuh kuman. Apabila kondisi tersebut berlanjut maka akan terjadi radang dan penyempitan saluran nafas serta berkurangnya elastisitas. Besar kecilnya intensitas dan waktu paparan zat-zat berbahaya dalam asap rokok akan berpengaruh terhadap kondisi saluran pernafasan. Semakin sering terpapar asap rokok maka akan mempercepat terjadinya kerusakan saluran pernapasan. Kondisi inilah yang menyebabkan perokok rentan mengalami PPOK.

PPOK berkembang secara perlahan dan tidak menunjukkan gejala khusus pada tahap awal. Gejala PPOK muncul ketika sudah terjadi kerusakan yang signifikan pada paru-paru.

Sejumlah gejala yang biasanya dialami oleh penderita PPOK adalah batuk tidak kunjung sembuh yang dapat disertai dahak, napas tersengal-sengal (terutama saat melakukan aktivitas fisik), berat badan menurun, nyeri dada, mengi, dan lemas.

Untuk mencegah terjadinya PPOK, salah satu hal yang sangat penting untuk dilakukan yaitu dengan berhenti merokok secara total dan juga menghindari paparan asap rokok. Selain itu sebaiknya hindari penyebab-penyebab lain yang dapat menyebabkan PPOK seperti paparan debu serta polusi udara, dan jangan lupa untuk menerapkan pola hidup bersih dan sehat.

Referensi:

Adrian, Kevin dr. 2020. Ketahui Penyebab PPOK dan Langkah Pencegahannya. https://www.alodokter.com/ketahui-penyebab-ppok-dan-langkah-pencegahannya

Kemenkes RI. 2008. KMK Nomor 1022/2008 tentang Pendoman Pengendalian Penyakit Paru Obstruktif Kronis. https://persi.or.id/wp-content/uploads/2020/11/kmk10222008.pdf

Tamin, Rizki dr. 2020. Penyakit Paru Obstruktif Kronis. https://www.alodokter.com/penyakit-paru-obstruktif-kronis#:~:text=Penyakit%20paru%20obstruktif%20kronis%20(PPOK,adalah%20bronkitis%20kronis%20dan%20emfisema.

Tim Halodoc. 2019. Seberapa Buruk Dampak Rokok terhadap PPOK?. https://www.halodoc.com/artikel/seberapa-buruk-dampak-rokok-terhadap-ppok Susanti, Putri Fitriana Eka. 2015. Influence of Smoking on Chronic Obstructive Pulmonary Disease (COPD).http://juke.kedokteran.unila.ac.id/index.php/majority/article/view/612

Sharing is caring!

Write a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Asap, Polusi Udara, dan Kesehatan Paru: Waspadai Bahaya PM2.5 bagi Pernapasan

Oleh:Susilawati.S.K.M Kualitas udara menjadi salah satu perhatian penting dalam menjaga kesehatan paru. Paparan polusi udara, …

Tingkatkan Keselamatan Lingkungan Kerja, RS Paru Respira Gelar Praktik K3RS 2026

Bantul-(21/8)Rumah Sakit Khusus Paru (RSKP) Respira secara konsisten berkomitmen menciptakan lingkungan kerja yang aman, …

RS Paru Respira Gelar IHT K3RS 2026: Tingkatkan Kompetensi Demi Wujudkan Budaya Kerja Aman dan Pelayanan Bermutu

Tingkatkan Mutu Pelayanan dan Keselamatan Kerja, RS Paru Respira Gelar IHT K3RS 2026 Bantul – Keselamatan dan kesehatan …

MALAS GERAK APAKAH TIDAK SEHAT?

Mari, Mulai Aktif dari Hal-Hal Kecil! Oleh:Nur Handayani, S.KM Pernahkah Anda berniat beristirahat sejenak, tetapi tanpa …

Tips Menjaga Paru-Paru Tetap Sehat di Musim Kemarau

Penulis : Ayesha Amanda Larasati (Mahasiswa PKL – D!V Promkes UNY)Editor : Shukhalita Swasti A.,S.KM Musim kemarau …

Peringati HUT ke-81 RI, RS Paru Respira Gelar Upacara Bendera Khidmat untuk Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur

BANTUL – Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, Rumah Sakit Paru Respira …