Perkuat Layanan Kesehatan Respirasi, Wamenkes RI Tinjau Rencana Pengembangan RS Paru Respira
BANTUL – Rumah Sakit Paru Respira menerima kunjungan kerja Wakil Menteri Kesehatan Republik Indonesia, dr. Benyamin Paulus Octavianus, Sp.P, FISR, pada Kamis (29/1/2026). Kunjungan ini dilakukan dalam rangka peninjauan langsung lokasi dan kesiapan rencana pembangunan pengembangan fasilitas di RS Paru Respira.
Komitmen Peningkatan Infrastruktur Kesehatan
Dalam kunjungannya, Wamenkes dr. Benyamin menekankan pentingnya modernisasi infrastruktur rumah sakit khusus paru guna menjawab tantangan penyakit respirasi yang kian kompleks. Beliau meninjau beberapa titik strategis yang akan menjadi lahan pengembangan gedung baru.
“Pengembangan RS Paru Respira ini bukan sekadar menambah luas bangunan, tetapi harus menjadi bagian dari transformasi layanan rujukan respirasi yang terintegrasi, canggih, dan ramah pasien,” ujar dr. Benyamin di sela-sela peninjauannya.
Fokus Pengembangan Utama
Rencana pengembangan ini diproyeksikan mencakup beberapa aspek krusial, antara lain:
- Peningkatan Kapasitas Tempat Tidur: Menambah daya tampung untuk pasien rawat inap.
- Laboratorium Terpadu: Penyediaan fasilitas diagnostik dengan teknologi terkini.
- Pusat Rehabilitasi Paru: Area khusus untuk pemulihan fungsi pernapasan pasca-sakit.
- Efisiensi Alur Layanan: Redesain ruang untuk memastikan kenyamanan dan keamanan pasien (infeksius dan non-infeksius).
Sinergi Pusat dan Daerah
Direksi RS Paru Respira menyambut baik dukungan penuh dari Kementerian Kesehatan. Pengembangan ini diharapkan mampu menjadikan RS Paru Respira sebagai pusat unggulan (center of excellence) kesehatan paru di wilayah DIY dan sekitarnya.
Pertemuan ini ditutup dengan sesi diskusi teknis mengenai linimasa pembangunan serta pemenuhan standar fasilitas kesehatan tingkat nasional. Dengan adanya dukungan langsung dari Kemenkes RI, proses pengembangan ini diharapkan dapat berjalan sesuai target demi meningkatkan derajat kesehatan masyarakat luas.







Write a Comment