Berita

SEHAT SETELAH LEBARAN

Oleh : Susilawati, SKM

Perayaan Idul Fitri di Indonesia selalu identik dengan menu tradisional yang penuh rempah dan kaya bumbu. Dari Opor Ayam, Rendang sampai sambal goreng ati, hampir semua menu lebaran ini tinggi lemak. Jika anda tidak mengontrol asupannya, kolesterol, asam urat, gula darah dan tekanan darah bisa naik.

Saat lebaran tiba, hampir setiap orang ingin menikmati seluruh hidangan yang tersedia. Memang sulit menahan godaan hidangan lebaran yang lezat. Di balik kelezatannya, ada bahaya kesehatan yang mengancam dari hidangan hari raya. Pasalnya, berbagai menu hidangan cenderung tinggi karbohidrat dan lemak.Ada pula sajian makanan ringan dan minuman manis yang bisa membuat kadar gula darah pasien diabetes meningkat.

            Mengatur pola makan sehat setelah lebaran perlu kamu terapkan agar terhindar dari penyakit. Mengkonsumsi makanan sehat sangat penting dilakukan untuk menjaga kesehatan. Selain menghindari makanan lebaran yang tidak sehat, konsumsi buah dan sayur adalah yang paling utama. Kamu bisa mengembalikan gaya hidup sehat setelah lebaran agar kondisi kesehatan kembali optimal.

  1. Pola Makan Yang Baik

Menjalani puasa selama satu bulan penuh membuat pola makan jadi berantakan. Untuk itu, mulailah kembali membuat pola makan atau rutinitas yang tepat agar kondisi kesehatan tetap optimal. Utamakan konsumsi buah dan sayur karena kandungan protein dari beberapa jenis sayur dan biji-bijian sangat baik untuk kesehatan. Perbanyak konsumsi protein seperti daging tanpa lemak, telur, kacang-kacangan hingga biji-bijian. Pastikan untuk tidak mengkonsumsi makanan dengan kalori yang berlebihan, berlemak dan bersantan, serta hindari junk food.

  • Pola Minum

Ketika menjalani puasa kamu menkonsumsi air putih pada saat sahur, berbuka puasa dan saat setelah berbuka puasa. Saat ini setelah selesai merayakan lebaran, sebaiknya perbaiki pola minum dengan mengkonsumsi 2-3 liter air putih setiap harinya. Kurangi mengkonsumsi minuman yang mengandung pemanis buatan atau gula.

  • Perbaiki Pola Tidur

Saat bepuasa, pola tidur akan berbeda dari biasanya, karena harus bangun di pagi hari untuk makan sahur. Dengan pola tidur yang berubah dan tidak teratur membuat kamu menjadi lebih mudah capek pada siang hari dan cenderung tidur lebih malam. Dengan pola tidur yang tidak teratur ini membuat badan menjadi lebih cepat lelah dan mudah terserang penyakit. Oleh karena itu setelah selesai lebaran ini kamu dapat memperbaiki pola tidur dengan tidur 7-8 jam perhari.

  • Aktif Melakukan Olahraga

Setelah satu bulan berpuasa membuat orang menjadi malas berolahraga. Saat puasa orang jadi sering bermalas-malasan karena tidak mau menguras energi. Saat lebaran pun orang lebih cenderung untuk makan-makan dan malas berolahraga. Jika kebiasaan buruk ini terus dilakukan maka kamu dapat mengalami obesitas dan dapat mengganggu kesehatan. Olahraga sebaiknya dilakukan secara rutin 2-3 kali seminggu. Kamu bisa memulainya dengan melakukan olahraga yang ringan terlebih dahulu.

  • Lakukan Pemeriksaan Kesehatan

Tidak ada salahnya melakukan pemeriksaan kesehatan yang berhubungan dengan kolesterol, gula darah maupun tekanan darah. Dengan mengetahui hasil pemeriksaan, tentunya kamu bisa mencegah penyakit yang dialami semakin memburuk dengan pengobatan yang tepat oleh dokter.

Sharing is caring!

Write a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Hari Tanpa Tembakau Sedunia 2026

“Bangkit Tanpa Asap, Hidup Lebih Sehat” Oleh : Susilawati, SKM Setiap tanggal 31 Mei, dunia memperingati Hari Tanpa Tembakau …

RS Paru Respira Gelar Sosialisasi PMKP, SKP, dan Manajemen Risiko Guna Tingkatkan Mutu Layanan

Bantul – Dalam upaya berkelanjutan untuk meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan dan menjamin keselamatan pasien, RS …

Rokok VS Vape, Tren, Risiko, dan Tanggung Jawab kita

YOGYAKARTA , 13 Mei 2026 Menyambut Hari Tanpa Tembakau Sedunia yang diperingati setiap 31 Mei, diskursus mengenai bahaya …

Sahabat Paru, sudahkah Anda memeriksa kesehatan paru hari ini?

Paru-paru memiliki peran penting dalam menyuplai oksigen ke seluruh tubuh. Namun, banyak penyakit paru seperti TBC sering …

Dukung Pengembangan Ilmu Pengetahuan bidang Kesehatan, RS Paru Respira Gelar Presentasi Rencana Penelitian Teknik Pernapasan untuk Pasien PPOK

BANTUL – Dalam upaya terus meningkatkan kualitas layanan rehabilitasi bagi pasien paru, Rumah Sakit Paru (RS Paru) Respira …

Edukasi PPI dan PPRA

Menjaga kesehatan lingkungan rumah sakit bukan hanya tugas tenaga medis, melainkan tanggung jawab kita bersama. Melalui kepatuhan …