Berita

Emang Ada TB Kelenjar ? Ada Dong

Oleh : Susilawati, SKM

TBC Kelenjar itu apa ya?

 

TBC Kelenjar adalah Penyakit yang disebabkan oleh Bakteri Mycobacterium Tuberculosis atau bakteri penyebab Tuberculosis. Bakteri ini menyerang kelenjar getah bening pada tubuh manusia, ditandai dengan pembesaran atau pembengkakan pada area tertentu. Biasanya menyerang kelenjar pada bagian leher dan sekitarnya. Diantara kasus TBC Kelenjar, kasus terbanyak terjadi pada kelenjar getah bening di leher.

                Kondisi ini umumnya menular saat seseorang menghirup udara yang terkontaminasi Mycobacterium Tuberculosis atau kuman TBC. Dari paru-paru, kuman TBC dapat berpindah ke kelenjar getah bening terdekat, termasuk kelnjar getah bening di leher. TBC Kelenjar ini masih banyak ditemukan di Negara berkembang dengan angka penderita TBC yang masih tinggi.

                TBC kelenjar dapat menyerang orang dewasa, lansia, maupun ank-anak, terlebih mereka yang mengalami kelemahan sistem kekebalan tubuh. Salah satu tanda khas dari TBC Kelenjar ini, adalah munculnya benjolan pada bagian leher atau kepala. Biasanya benjolan ini akan membesar seiring berjalannya waktu dan tidak nyeri.

 

Apasih Gejala dan Tanda TBC Kelenjar Itu ?

·         Gejala Utama : Pembesaran kelenjar getah bening, tersering disekitar leher, ketiak, lipat paha dan sekitar rahang.

·         Demam

·         Batuk

·         Penurunan Berat Badan

·         Nafsu makan menurun

·         Mudah lelah

·         Keringat banyak terutama di malam hari

 

Gimana sih cara mengetahui seseorang terkena TBC Kelenjar?

                Diagnosis penyakit ini umumnya dilakukan melalui pemeriksaan fisik dan penelusuran riwayat penyakit oleh dokter. Jika diduga menderita TBC Kelenjar, dokter akan menyarankan pemeriksaan penunjang berupa biopsi ( pengambilan sampel jaringan ) terhadap benjolan. Untuk membantu diagnosis, dokter akan melakukan serangkaian pemeriksaan berupa rontgen dada, CT scan pada leher, tes darah dan pemeriksaan biakan kuman TBC. Setelah hasil pemeriksaan keluar, dokter dapat merekomendasikan pengobatan kepada pasien.

 

Bagaimana sih cara mengobati TBC Kelenjar ?

                Pengobatan TBC Kelenjar sama dengan pengobatan TBC biasa. Lama pengobatan bervariasi antara 6-12 bulan tergantung kondisi pasien. Setelah beberapa minggu diberi obat, penyakit ini kebanyakan sudah tidak menular dan penderita merasakan kondisi tubuhnya sudah jauh lebih baik. Kendati badan sudah terasa lebih enteng, tapi setiap pasien TBC Kelenjar perlu merampungkan pengobatan sampai batas waktu yang sudah di rekomendasikan oleh dokter.

 

                Apabila pengobatan tidak tuntas, bakteri penyebab TBC bisa resisten atau kebal obat. Pasien TBC resisten obat perlu mengulangi pengobatan dari awal dengan masa pengobatan yang lebih lama dan dengan obat yang lebih keras. Tuberkulosis atau TBC Kelenjar dapat dicegah dengan menjaga sistem daya tahan tubuh tetap prima, menjaga kebersihan diri dan lingkungan, menjalani gaya hidup sehat, serta mengonsumsi asupan bergizi cukup dan seimbang.

Sharing is caring!

Write a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

In-House Training (IHT) Bantuan Hidup Dasar (BHD) RS Paru Respira: Tingkatkan Kesiapsiagaan Melalui Teori dan Praktik Klinis

Dalam rangka meningkatkan mutu pelayanan serta keselamatan pasien, Rumah Sakit Paru Respira secara rutin menyelenggarakan …

Orientasi Peserta Didik Baru Universitas Muhammadiyah Surakarta dan Poltekes Kemenkes Surakarta di RS Paru Respira

Senin,03Agustus2026-Memasuki lingkungan klinis yang baru merupakan langkah awal yang krusial bagi setiap peserta didik, baik …

Hari Kanker Paru Sedunia 2026: Wujudkan Kepedulian, Perkuat Langkah Pencegahan dan Deteksi Dini

Setiap tanggal 1 Agustus, dunia memperingati Hari Kanker Paru Sedunia (World Lung Cancer Day) sebagai momentum untuk meningkatkan …

Pelatihan Communication dan Hard Skill bagi Petugas Kebersihan RS Paru Respira: Langkah Nyata Tingkatkan Kualitas Layanan Prima

BANTUL, 29 Juli 2026 – Rumah Sakit Paru (RSP) Respira kembali menunjukkan komitmennya dalam menghadirkan pelayanan …

Cuaca Dingin Melanda Yogyakarta, Apa Dampaknya bagi Kesehatan Paru?

Oleh:Susilawati.S.K.M Beberapa pekan terakhir, masyarakat Daerah Istimewa Yogyakarta merasakan udara malam hingga pagi yang …

SosialisasiKeamanan Data, Informasi, Downtime, dan Evaluasi Rekam Medis RS Paru Respira

Senin 27Juli2026, di era transformasi digital kesehatan saat ini, rumah sakit tidak lagi hanya bertumpu pada alat medis fisik, …