Tingkatkan Mutu Layanan, RS Paru Respira Gelar Sosialisasi Hak Pasien, Komunikasi Efektif, dan Manajemen Nyeri
BANTUL, 2 Juni 2026 – Rumah Sakit (RS) Paru Respira Yogyakarta terus berkomitmen dalam mentransformasi mutu pelayanan kesehatan yang berorientasi pada keselamatan dan kenyamanan pasien. Sebagai langkah nyata, manajemen RS Paru Respira menyelenggarakan rangkaian kegiatan Sosialisasi Hak Pasien dan Keterlibatan Keluarga (HPK), Komunikasi Efektif (KE), serta Manajemen Nyeri bagi seluruh jajaran tenaga medis dan staf rumah sakit.
Rangkaian kegiatan yang berlangsung di aula pertemuan RS Paru Respira ini bertujuan untuk menyelaraskan persepsi standar akreditasi rumah sakit, sekaligus memastikan setiap pasien mendapatkan hak-haknya secara penuh selama menjalani masa perawatan.
Memperkuat Tiga Pilar Pelayanan Rumah Sakit
Dalam sambutannya, pihak manajemen RS Paru Respira menekankan bahwa integrasi antara kepatuhan terhadap hak pasien, kecakapan komunikasi, dan ketepatan tata laksana nyeri merupakan kunci utama dalam menciptakan patient-centered care (pelayanan yang berfokus pada pasien).
Adapun tiga topik utama yang dibahas dalam sosialisasi intensif ini meliputi:
- Hak Pasien dan Keterlibatan Keluarga (HPK):Sosialisasi ini mengingatkan kembali pentingnya menghormati privasi pasien, perlindungan terhadap harta benda, hak menolak pengobatan, serta yang tidak kalah penting adalah keterlibatan aktif pihak keluarga dalam proses pengambilan keputusan klinis.
- Komunikasi Efektif (KE):Para staf medis, mulai dari dokter, perawat, hingga tenaga administrasi, kembali disegarkan mengenai teknik komunikasi efektif, seperti metode SBAR (Situation, Background, Assessment, Recommendation) dan Read Back (TBAK) saat melakukan operan tugas maupun verifikasi instruksi medis demi mencegah terjadinya kesalahan fatal (medical error).
- Manajemen Nyeri:Sebagai rumah sakit khusus yang melayani banyak kasus respirasi kronis dan onkologi paru, pengelolaan rasa nyeri menjadi hal yang sangat krusial. Sosialisasi ini berfokus pada asesmen nyeri secara berkala menggunakan skala terstandar serta intervensi yang cepat dan tepat, baik melalui terapi farmakologi (obat-obatan) maupun non-farmakologi.
Respons Positif dan Komitmen Bersama
Kegiatan ini diikuti dengan antusias oleh para dokter spesialis, perawat, apoteker, hingga garda depan pelayanan seperti petugas pendaftaran. Melalui diskusi interaktif dan simulasi kasus langsung, para peserta diajak untuk mempraktikkan langsung cara penyampaian informasi yang empati kepada keluarga pasien serta penanganan cepat saat pasien mengeluhkan nyeri.
“Pelayanan yang unggul tidak hanya dinilai dari kecanggihan alat medis yang kita miliki, tetapi dari bagaimana kita memanusiakan pasien, mendengarkan keluhan mereka dengan efektif, dan memastikan mereka bebas dari rasa nyeri yang menyiksa,” ujar salah satu perwakilan tim mutu RS Paru Respira di sela-sela acara.
Langkah Strategis Menuju Transformasi Layanan
Pelaksanaan sosialisasi ini juga berjalan beriringan dengan rencana besar pengembangan fasilitas fisik dan penambahan kapasitas layanan yang tengah dipersiapkan oleh RS Paru Respira bersama Kementerian Kesehatan RI.
Dengan diperkuatnya pemahaman staf mengenai HPK, Komunikasi Efektif, dan Manajemen Nyeri, RS Paru Respira optimistis dapat terus menjadi “Sahabat Paru dan Pernapasan Anda” yang tepercaya, aman, dan ramah bagi seluruh masyarakat Daerah Istimewa Yogyakarta dan sekitarnya. (Humas/RSParuRespira)
