Berita

Tingkatkan Standar Pelayanan, RS Paru Respira laksanakan Pemaparan Laporan Budaya Keselamatan

BANTUL – Dalam rangka memperkuat komitmen terhadap keamanan pasien (patient safety), RS Paru Respira menyelenggarakan agenda penting berupa pemaparan Laporan Budaya Keselamatan pada Selasa, 14 April 2026. Acara yang bertempat di Aula Pertemuan RS Paru Respira ini diikuti oleh jajaran direksi, komite keselamatan pasien, serta kepala instalasi dan unit kerja.

Budaya keselamatan pasien merupakan fondasi utama dalam operasional rumah sakit. Pemaparan ini bertujuan untuk memotret sejauh mana nilai-nilai keselamatan telah tertanam dalam aktivitas sehari-hari setiap tenaga medis maupun non-medis di lingkungan rumah sakit.

Fokus pada Perbaikan Berkelanjutan

Menghadirkan narasumber dr. Nungki Dian Pratiwi, sesi ini mengupas tuntas data hasil survei dan observasi lapangan terkait budaya keselamatan. Dalam pemaparannya, dr. Nungki menjelaskan bahwa menciptakan lingkungan yang aman memerlukan transparansi dan keberanian untuk melaporkan setiap insiden tanpa rasa takut akan sanksi (non-punitive culture).

“Budaya keselamatan adalah tentang bagaimana kita belajar dari kesalahan. Kita tidak hanya melihat angka, tetapi memahami perilaku organisasi. Dengan laporan yang akurat, kita dapat merancang sistem yang lebih kuat untuk mencegah terjadinya kesalahan yang sama di masa depan,” jelas dr. Nungki.

Poin-Poin Utama Laporan

Laporan yang dipaparkan mencakup beberapa dimensi krusial, di antaranya:

  • Keterbukaan Komunikasi: Sejauh mana staf merasa nyaman mendiskusikan potensi bahaya atau kesalahan yang terjadi saat memberikan pelayanan.
  • Dukungan Manajemen: Peran aktif pimpinan dalam memprioritaskan keselamatan di tengah dinamika pelayanan kesehatan.
  • Respons Terhadap Kesalahan: Peralihan fokus dari menyalahkan individu menjadi perbaikan sistem secara menyeluruh.
  • Beban Kerja dan Staf: Analisis pengaruh rasio jumlah tenaga terhadap risiko keselamatan kerja.

Langkah Strategis ke Depan

Hasil dari laporan ini akan menjadi dasar bagi RS Paru Respira untuk menyusun rencana tindak lanjut (RTL) yang konkret. Integrasi antara teknologi informasi, seperti optimalisasi SIMRS dalam pelaporan insiden, dan pelatihan berkelanjutan bagi staf menjadi agenda prioritas ke depan.

Direktur RS Paru Respira dalam sambutannya menegaskan bahwa evaluasi berkala seperti ini adalah wujud nyata dari akuntabilitas rumah sakit kepada publik. Dengan budaya keselamatan yang kuat, RS Paru Respira optimis dapat memberikan pelayanan yang tidak hanya bermutu tinggi, tetapi juga memberikan rasa aman yang maksimal bagi seluruh pasien dan keluarga.

Tingkatkan Kualitas Layanan, RS Paru Respira Gelar Koordinasi Kohort Pasien TB RO

Bantul – RS Paru Respira terus berkomitmen dalam memperkuat upaya penanggulangan penyakit menular, khususnya Tuberkulosis Resistan Obat (TB RO). Hal ini dibuktikan dengan suksesnya penyelenggaraan agenda rutin Kohort Pasien Pengobatan TB RO yang dilaksanakan pada awal pekan ini.

Pertemuan ini menjadi krusial sebagai wadah evaluasi mendalam terhadap perjalanan pengobatan pasien, guna memastikan tingkat kesembuhan yang optimal serta meminimalisir risiko putus obat.

Detail Pelaksanaan Kegiatan

Acara berlangsung dengan khidmat dan fokus, dengan rincian pelaksanaan sebagai berikut:

  • Hari / Tanggal: Senin, 13 April 2026
  • Waktu: 13.00 – 14.00 WIB
  • Tempat: Ruang Amartha, Lantai 3, RS Paru Respira
  • Agenda: Review dan Koordinasi Kohort Pasien Pengobatan TB RO

Fokus Utama Pertemuan

Dalam sesi yang berlangsung selama satu jam tersebut, tim medis multidisiplin RS Paru Respira melakukan peninjauan menyeluruh terhadap data klinis pasien. Beberapa poin utama yang dibahas meliputi:

  1. Evaluasi Kemajuan Pengobatan: Memantau respon tubuh pasien terhadap rejimen obat yang diberikan.
  2. Manajemen Efek Samping: Mendiskusikan solusi atas keluhan efek samping yang dialami pasien agar pengobatan tetap berjalan lancar.
  3. Kepatuhan Minum Obat: Mengidentifikasi kendala sosial atau personal yang dihadapi pasien dalam menuntaskan masa pengobatan yang panjang.
  4. Update Alur Pelaporan: Sinkronisasi data pasien ke dalam sistem pencatatan nasional untuk akurasi data kesehatan.

Komitmen RS Paru Respira

Melalui kegiatan kohort berkala ini, RS Paru Respira berharap dapat terus meningkatkan standar pelayanan bagi penyintas TB RO. Dukungan medis yang terintegrasi di Ruang Amartha menjadi bukti nyata bahwa pasien tidak berjuang sendirian dalam menghadapi masa pengobatan mereka.

“Keberhasilan pengobatan TB RO bukan hanya soal obat yang tepat, tapi tentang pendampingan yang konsisten dan evaluasi yang presisi.”

Dengan terselenggaranya acara ini, RS Paru Respira optimis dapat memberikan kontribusi signifikan bagi target pemerintah dalam mewujudkan eliminasi TB di masa depan.

LAYANAN KONSELING BERHENTI MEROKOK RS PARU RESPIRA

Oleh : Susilawati, SKM

Ingin hidup lebih sehat tanpa rokok? Kami siap membantu Anda!

Merokok bukan hanya kebiasaan, tetapi juga ketergantungan yang membutuhkan penanganan tepat. Melalui layanan Konseling Berhenti Merokok RS Paru Respira, Anda akan mendapatkan pendampingan profesional untuk membantu Anda lepas dari rokok secara aman dan bertahap.

Mengapa Memilih Layanan Kami?

✔ Ditangani oleh tenaga medis berpengalaman
✔ Pendekatan personal sesuai kondisi pasien
✔ Konseling motivasi dan terapi perilaku
✔ Edukasi lengkap tentang bahaya rokok
✔ Dukungan berkelanjutan hingga berhasil berhenti

Siapa yang Bisa Mengikuti?

  • Perokok aktif yang ingin berhenti
  • Perokok dengan riwayat penyakit paru atau kronis
  • Siapa saja yang ingin meningkatkan kualitas hidup

Manfaat Berhenti Merokok

  • Pernapasan lebih lega
  • Risiko penyakit paru menurun
  • Kualitas hidup meningkat
  • Lebih hemat dan produktif

Jangan Tunggu Sakit untuk Berhenti

Mulailah langkah kecil hari ini untuk hidup yang lebih sehat bersama kami.

📍 Kunjungi layanan Konseling Berhenti Merokok di RS Paru Respira
📞 Hubungi kami untuk informasi dan pendaftaran

Berani berhenti, berani hidup lebih baik!

Jaga Produktivitas, RS Paru Respira Bekerja Sama dengan Bapelkes DIY, Gelar Webinar “ASN Bugar dengan Stretching di Tempat Kerja”

YOGYAKARTA – Duduk terlalu lama di depan layar komputer seringkali menjadi pemicu kelelahan fisik dan nyeri otot bagi para Aparatur Sipil Negara (ASN). Menanggapi tantangan tersebut, RS Paru Respira DIY bekerja sama dengan Bapelkes DIY dan Widyaiswara DIY sukses menyelenggarakan webinar kesehatan bertajuk “ASN Bugar dengan Stretching di Tempat Kerja” pada hari ini, Jumat (10/04).

Acara yang berlangsung secara daring ini bertujuan untuk memberikan edukasi praktis mengenai pentingnya menjaga kebugaran fisik di sela-sela kesibukan pelayanan publik.

Menghadirkan Pakar di Bidangnya

Webinar ini menghadirkan dua narasumber ahli dari RS Paru Respira yang mengupas tuntas urgensi aktivitas fisik ringan di kantor:

  1. dr. Veronika Wardani T, Sp.KFR (Dokter Spesialis Rehabilitasi Medik): Memaparkan mengenai dampak kesehatan dari gaya hidup sedenter (kurang gerak) serta bagaimana rehabilitasi medik berperan dalam mencegah cedera otot akibat posisi duduk yang salah.
  2. Prayitno, S.ST., Ftr (Fisioterapis): Memberikan demonstrasi langsung mengenai teknik stretching (peregangan) mandiri yang efektif, aman, dan mudah dilakukan tanpa harus meninggalkan meja kerja.

Diskusi hangat ini dipandu secara interaktif oleh Findri Fadika, S.Tr.Kep., MPH, yang bertindak sebagai moderator.


Mengapa Stretching Itu Penting?

Dalam paparannya, dr. Veronika menekankan bahwa tubuh manusia tidak dirancang untuk diam dalam posisi yang sama selama berjam-jam.

“Ketegangan pada area leher, bahu, dan punggung bawah adalah keluhan yang paling sering muncul. Melakukan peregangan rutin dapat meningkatkan sirkulasi darah dan menurunkan tingkat stres di tempat kerja,” ungkapnya.

Sementara itu, Prayitno, S.ST., Ftr mengajak peserta untuk mempraktikkan gerakan sederhana seperti neck stretch, shoulder rolls, dan back extension. Gerakan-gerakan ini hanya memerlukan waktu 3 hingga 5 menit, namun jika dilakukan secara konsisten, dapat berdampak signifikan pada produktivitas kerja.

Sinergi Antar Instansi

Penyelenggaraan webinar ini merupakan bentuk kolaborasi nyata antara:

  • RS Paru Respira DIY sebagai penyedia layanan kesehatan dan edukasi medis.
  • Bapelkes DIY dalam pengembangan kompetensi kesehatan.
  • Widyaiswara DIY dalam mendukung peningkatan kapasitas dan kesejahteraan ASN.

Melalui kegiatan ini, diharapkan para ASN di lingkungan DIY tidak hanya unggul dalam kinerja administratif, tetapi juga memiliki kesadaran tinggi akan kesehatan fisik demi pelayanan masyarakat yang lebih optimal.

DPRD DIY Dorong Edukasi Pentingnya Medical Check Up (MCU) Untuk Masyarakat

DPRD DIY Mendorong stakeholder di bidang keseharan untuk menguatkan edukasi dan sosialisasi soal pentingnya Medical Check Up (MCU). Masyarakat perlu memahami bahwa MCU bukan hanya untuk orang sakit, tetapi untuk menjaga kesehatan.

RB Dwi Wahyu B, S.Pd, M.Si , Ketua Komisi D DPRD DIY mendorong fasilitas kesehatan seperti RS Paru Respira terus aktif melakukan kegiatan penyuluhan dan kampanye kesehatan agar masyarakat semakin sadar akan pentingnya pemeriksaan kesehatan.

Ia juga menyoroti angka kasus TBC di DIY. Kasus TBC di DIY tercatat tinggi dengan6.360 kasus pada awal 2025. DPRD DIY, khususnya Komisi D, meminta penanganan lebih serius melalui peningkatan sarana prasarana kesehatan dan dukungan kebijakan.

“Karena TBC menurut saya ini akan menjadi konsentrasi dan dapat perhatian penuh di DIY.Targetnya adalah mengeliminasi TBC pada 2030,” jelasnya.

dr. S Yoanito Sp.PK ,Dokter Spesialis Patologi Klinik RS Paru Respira menjelaskam MCU adalah program untuk melihat sejauh mana fungsi kesehatan secara berkala atau secara periodik.

“Jadi kita nanti bisa melihat sejauh mana fungsi-fungsinya dari melalui berbagai macam pemeriksaan dan parameter. Ada dari pemeriksaan fisik, ada pemeriksaan laboratorium, kemudian ada juga pemeriksaan radiologi,” jelasnya.

MCU itu ada berbagai macam grade .Pada MCU paling dasar biasanya adalah pemeriksaan fisik dari dokter yang bisa dilanjutkan dengan pemeriksaan-pemeriksaan penunjang.

“Nah, pemeriksaan penunjang ini jenisnya macam-macam. Ada pemeriksaan laboratorium, ada pemeriksaan radiologi, dan ada pemeriksaan lain lagi yaitu ada pemeriksaan jantung, pemeriksaan USG dan seterusnya. Singkat cerita, jenis-jenis MCO itu tergantung dari ee apa yang mau kita lihat,” terangnya.

Ia pun menerangkan Sering kali masyarakat datang ke fasilitas kesehatan ketika penyakit sudah cukup berat. Padahal jika dilakukan pemeriksaan rutin seperti MCU, banyak penyakit bisa diketahui lebih awal sehingga pengobatannya juga lebih mudah dan biayanya lebih ringan.

“Sering kali kita merasa sehat dan tidak memiliki keluhan, namun sebenarnya beberapa penyakit dapat berkembang tanpa gejala pada tahap awal. Dengan melakukan pemeriksaan kesehatan MCU secara rutin, kita dapat mengetahui kondisi tubuh kita sejak dini sehingga jika ada potensi penyakit dapat segera ditangani,” tutupnya.

Waspada Penyakit Paru: Edukasi Kesehatan dan Dukungan Kebijakan di DIY

JOGJA – Kesehatan sistem pernapasan menjadi isu krusial yang memerlukan perhatian serius, baik dari sisi medis maupun regulasi daerah. Menanggapi hal tersebut, Star FM Jogja menggelar bincang podcast spesial kesehatan yang menghadirkan narasumber ahli dan perwakilan kebijakan untuk mengupas tuntas kondisi kesehatan paru di wilayah DIY.

Hadir dalam sesi kali ini, dr. Diana Septiyanti, Sp.P, FAPSR, Dokter Spesialis Paru dari RS Paru Respira, yang memberikan tinjauan medis mengenai pencegahan penyakit saluran pernapasan. Menurutnya, deteksi dini dan gaya hidup sehat adalah kunci utama dalam menjaga kualitas hidup masyarakat, terutama di tengah perubahan cuaca dan polusi.

Tak hanya dari sisi medis, podcast ini juga menghadirkan Bapak Muhammad Syafi’i, S.Psi, selaku Sekretaris Komisi D DPRD DIY. Beliau memaparkan sejauh mana peran pemerintah daerah dalam memberikan dukungan kebijakan dan akses layanan kesehatan yang memadai bagi warga Yogyakarta, khususnya melalui fasilitas rumah sakit rujukan seperti RS Paru Respira.

Sesi diskusi yang berlangsung hangat ini dipandu oleh host Peloggia Suparman, yang mengajak pendengar untuk lebih peduli terhadap gejala-gejala awal gangguan pernapasan serta memahami hak-hak layanan kesehatan yang tersedia.

Detail Acara:

  • Hari/Tanggal: Kamis, 2 April 2026
  • Waktu: 09.00 – 10.00 WIB
  • Topik: Edukasi Kesehatan Paru & Kebijakan Layanan Kesehatan Masyarakat
  • Saluran: Star FM Jogja (Radio & Live Streaming)

Bagi Anda yang melewatkan siaran langsungnya, rekaman podcast ini dapat diakses kembali melalui platform resmi kami. Mari bersama-sama wujudkan Yogyakarta yang lebih sehat dengan paru-paru yang kuat!


#StarFMJogja #PodcastKesehatan #RSParuRespira #DPRDDIY #KesehatanParu #JogjaSehat

Selamat & Sukses atas Pengangkatan PNS RS Paru Respira di Lingkungan Pemda DIY

Yogyakarta – Keluarga besar RS Paru Respira tengah diselimuti rasa bangga dan syukur. Pada hari ini, kami secara resmi merayakan momen bersejarah bagi rekan-rekan sejawat kami yang telah resmi dilantik dan diambil sumpah/janji sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS) di lingkungan Pemerintah Daerah Daerah Istimewa Yogyakarta.

Setelah melewati masa pengabdian sebagai CPNS formasi tahun 2024, para pegawai terpilih ini akhirnya melangkah ke jenjang baru sebagai abdi negara penuh. Pengambilan sumpah ini bukan sekadar seremoni, melainkan awal dari tanggung jawab besar untuk melayani masyarakat dengan integritas, profesionalisme, dan semangat BerAKHLAK.

Integritas dalam Pelayanan

Dalam balutan busana tradisional Jawa yang sarat akan makna budaya, para PNS baru ini menunjukkan komitmen untuk menjunjung tinggi nilai-nilai keistimewaan Yogyakarta dalam setiap tugasnya. Kami percaya bahwa energi baru ini akan membawa inovasi dan peningkatan kualitas layanan kesehatan di RS Paru Respira.

“Menjadi PNS adalah sebuah amanah. Kami berharap rekan-rekan dapat terus bertumbuh, menjaga etos kerja Satriya, dan selalu mengutamakan kepentingan masyarakat dalam memberikan pelayanan kesehatan.”

Harapan Ke Depan

Segenap jajaran manajemen dan staf RS Paru Respira mengucapkan: “Selamat dan Sukses atas Pengangkatan CPNS 2024 Menjadi PNS.”

Semoga amanah yang diemban menjadi berkah, serta menjadi motivasi untuk terus berkarya demi mewujudkan masyarakat Yogyakarta yang sehat dan sejahtera.


Mari Berikan Ucapan Selamat! Jangan ragu untuk memberikan apresiasi dan dukungan kepada rekan-rekan kita melalui kolom komentar di media sosial resmi kami atau sapa langsung saat bertemu di unit kerja masing-masing.

Gagal Diet Meski Sudah Mengurangi Makan: Waspadai Minuman Tinggi Gula dan Kurangnya Aktivitas Fisik

Oleh : Nur Handayani, S.K.M
Banyak orang merasa sudah menjalani diet dengan baik: porsi makan dikurangi, nasi dikontrol, camilan dibatasi. Namun berat badan tetap tidak turun, bahkan bertambah. Salah satu penyebab yang sering luput disadari adalah konsumsi minuman dengan kandungan gula tinggi serta kurangnya aktivitas fisik.

MINUMAN TINGGI GULA ; SUMBER KALORI TERSEMBUNYI

Minuman manis seperti teh kemasan, kopi susu, minuman boba, minuman bersoda, sirup, dan minuman berenergi mengandung gula tambahan yang tinggi. Berbeda dengan makanan padat, kalori dari minuman tidak memberikan rasa kenyang sehingga mudah dikonsumsi berlebihan tanpa disadari. Satu botol minuman manis kemasan rata-rata mengandung 20–40 gram gula, setara dengan 4–8 sendok teh gula. Jumlah ini sudah melebihi anjuran konsumsi gula harian.

BAGAIMANA GULA MENJADI LEMAK DALAM TUBUH

Ketika kita mengonsumsi gula berlebih, tubuh akan mengubahnya menjadi glukosa. Glukosa yang tidak digunakan sebagai energi akan disimpan dalam bentuk glikogen di hati dan otot. Jika cadangan glikogen sudah penuh, kelebihan glukosa akan diubah menjadi lemak dan disimpan di jaringan adiposa. Proses ini terjadi lebih cepat bila seseorang jarang bergerak atau tidak berolahraga. Akibatnya, meski asupan makan utama dikurangi, timbunan lemak tetap bertambah.

DAMPAK KONSUMSI GULA BERLEBIH

Konsumsi gula berlebih tidak hanya menyebabkan kegagalan diet, tetapi juga meningkatkan risiko:

  • Kegemukan dan obesitas
  • Resistensi insulin
  • Diabetes melitus tipe 2
  • Penyakit jantung dan pembuluh darah
  • Perlemakan hati (fatty liver)
  • Gigi berlubang

PERAN OLAHRAGA DALAM KEHIDUPAN SEHAT
Olahraga membantu tubuh menggunakan glukosa sebagai sumber energi sehingga mencegah penumpukan gula dan lemak. Aktivitas fisik juga meningkatkan metabolisme, memperbaiki sensitivitas insulin, serta membantu pembakaran lemak.

Jenis olahraga yang dianjurkan antara lain:

  • Jalan cepat 30 menit per hari
  • Bersepeda
  • Senam atau aerobic
  • Renang
  • Latihan kekuatan otot

STRATEGI SUKSES DIET SEHAT
Diet yang berhasil bukan hanya soal mengurangi makan, tetapi juga mengatur minuman dan meningkatkan aktivitas fisik. Beberapa tips yang bisa diterapkan:

  • Ganti minuman manis dengan air putih atau infused water
  • Batasi konsumsi gula tambahan maksimal 4 sendok teh per hari
  • Biasakan membaca label gizi pada kemasan
  • Lakukan olahraga minimal 150 menit per minggu
  • Tidur cukup dan kelola stres

KESIMPULAN
Diet akan sulit berhasil jika masih mengonsumsi minuman tinggi gula tanpa diimbangi aktivitas fisik. Mengurangi gula, memilih minuman sehat, dan rutin berolahraga adalah kunci utama menjaga berat badan ideal dan kesehatan jangka panjang.DAFTAR PUSTAKA
1. Kementerian Kesehatan RI. Pedoman Gizi Seimbang.
2. World Health Organization. Guideline: Sugars intake for adults and children.
3. Harvard T.H. Chan School of Public Health. The Sweet Danger of Sugar.
4. American Heart Association. Added Sugars and Health.

Pererat Silaturahmi, RS Paru Respira Gelar Syawalan dan Halal Bihalal Idul Fitri 1447 H

BANTUL – Mengawali semangat kerja sesudah libur Idul Fitri 1447 H, keluarga besar RS Paru Respira menyelenggarakan acara Syawalan dan Halal Bihalal pada Rabu, 25 Maret 2026. Bertempat di Ruang Amarta, acara ini dihadiri oleh jajaran manajemen serta seluruh karyawan rumah sakit dengan penuh khidmat dan kehangatan.
​Acara rutin tahunan ini menjadi momentum penting untuk saling memaafkan dan memperkuat tali persaudaraan antar-karyawan. Semangat kebersamaan ini diharapkan dapat meningkatkan soliditas tim dalam memberikan pelayanan kesehatan terbaik bagi masyarakat, selaras dengan nilai-nilai pelayanan yang humanis.
​Penghargaan Dedikasi Karyawan
​Momen istimewa terjadi di tengah prosesi acara, di mana RS Paru Respira memberikan apresiasi khusus kepada dua karyawan terbaiknya. Penghargaan dedikasi diberikan kepada Bapak Sih Budi Santoso dan Bapak Masruri.
​Penghargaan ini merupakan bentuk penghormatan atas pengabdian, loyalitas, dan kontribusi luar biasa yang telah mereka berikan selama bertahun-tahun bagi kemajuan rumah sakit. Penyerahan piagam dilakukan langsung oleh jajaran direksi di hadapan seluruh rekan kerja yang hadir.
​”Dedikasi yang ditunjukkan oleh rekan-rekan kita, Bapak Sih Budi Santoso dan Bapak Masruri, merupakan teladan bagi kita semua dalam menjalankan tugas dan tanggung jawab di lingkungan RS Paru Respira,” ujar perwakilan manajemen dalam sambutannya.
​Harapan di Tahun yang Baru
​Melalui tema silaturahmi tahun ini, RS Paru Respira berkomitmen untuk terus bertransformasi menjadi institusi kesehatan yang lebih unggul. Acara ditutup dengan doa bersama dan ramah tamah, yang semakin mencairkan suasana kekeluargaan di lingkungan kerja.
​Dengan semangat Idul Fitri, seluruh civitas hospitalia RS Paru Respira siap kembali menjalankan tugas melayani masyarakat dengan energi baru dan dedikasi yang lebih tinggi.

Mulat Sarira Jumangkah Jantraning Laku: Pengetan 271 Taun Hadeging DIY Lumampah Kanthi Khidmat

BANTUL – Swasana dinten Jemuwah (13/3/2026) ing RS Paru Respira katingal béda saking dinten-dinten biasanipun. Kanthi ngginakaken busana adat Jawi jangkep, sedaya karyawan sarta jajaran manajemen kempal manunggal nindakaken upacara pengetan Hadeging DIY kaping 271 kanthi khidmat ing halaman griya sakit.

Wonten ing kalodhangan menika, Purwanto, SKM, MARS jumeneng minangka Inspektur Upacara. Upacara menika mboten namung ritual tahunan, nanging dados sarana kanggé nggugah malih semangat kamanunggalan lan raos tresna dhumateng tlatah Ngayogyakarta Hadiningrat.

Filosofi Tema: Mulat Sarira Jumangkah Jantraning Laku

Pengetan Hadeging DIY taun 2026 menika ngusung tema ingkang nggadhahi filosofi lebet, inggih menika “Mulat Sarira Jumangkah Jantraning Laku”. Ing amanatipun, Purwanto, SKM, MARS ngandharaken bilih tema menika mratandhani kados pundi warga DIY kedah saged mawas dhiri.

“Mulat Sarira tegesipun kita kedah introspeksi utawi mawas dhiri, mirsani punapa ingkang sampun kita paringaken kanggé masyarakat. Déné Jumangkah Jantraning Laku nggambaraken tekad kita kanggé terus maju ndhèrèk lakuning jaman kanthi mboten nilaraken jati dhiri budaya,” ngendikanipun Purwanto ing sangajenging para peserta upacara.

Layanan Kasarasan lan Semangat Budaya

Minangka Inspektur Upacara ing lingkungan griya sakit, Purwanto ugi nandesaken bilih semangat Hadeging DIY menika kedah dipun-terapaken wonten ing layanan publik, utaminipun babagan kesehatan. RS Paru Respira dipun-ajab saged terus paring layanan ingkang prima lan “nguwongke” pasien, laras kaliyan nilai-nilai luhur budaya Jawi.

“Semangat 271 taun menika mugi saged nambah motivasi kita sedaya ing RS Paru Respira kanggé jumangkah luwih saé, paring kasarasan kanggé warga DIY, sarta njagi karukunan lan gotong royong,” tambahnipun.

Swasana Upacara

Upacara katingal asri lan klasik. Sedaya peserta upacara katingal gagah lan anggun ngginakaken busana tradisional. Swanten gamelan ingkang dipun-ungelaken nambah kekidhmantaning swasana, saéngga upacara menika saged dados momentum kanggé ngronce malih tali paseduluran antawisipun punggawa praja lan masyarakat.

Adicara dipun-pungkasi kanthi donga sesarengan, nyuwun supados Daerah Istimewa Yogyakarta tansah pinaringan kaberkahan, katentreman, lan kemakmuran kanggé sedaya rakyatipun.


Mugi-mugi kanthi semangat “Mulat Sarira Jumangkah Jantraning Laku”, RS Paru Respira saged terus nggayuh prestasi lan paring kontribusi ingkang nyata kanggé kemajuan DIY.


Maturnuwun.