Berita

Update Penatalaksanaan Terkini PPOK, Asma dan Forum Konsultasi Publik 2026 di Auditorium Klinik Pratama IDI Bantul

BANTUL – Sebagai upaya berkelanjutan dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat dan mutu pelayanan kesehatan di wilayah Yogyakarta, RS Paru Respira menyelenggarakan rangkaian kegiatan strategis bertajuk “Update Penatalaksanaan Terkini PPOK dan Asma” yang dirangkaikan dengan Forum Konsultasi Publik (FKP) Tahun 2026. Kegiatan ini berlangsung di Auditorium Klinik Pratama IDI Bantul, mempertemukan para praktisi kesehatan serta elemen masyarakat.

Penyelarasan Standar Penatalaksanaan PPOK & Asma

Mengingat prevalensi penyakit saluran pernapasan yang dinamis, RS Paru Respira memberikan perhatian khusus pada pembaruan tata laksana Penyakit Paru Obstruktif Kronik (PPOK) dan Asma. Sesi ini menghadirkan tinjauan medis terkini mengenai penggunaan terapi inhalasi yang tepat, manajemen eksaserbasi, serta peran skrining melalui Spirometri sebagai standar emas deteksi dini.

Pembaruan ini bertujuan untuk memastikan bahwa seluruh lini layanan kesehatan, baik di tingkat RS maupun mitra klinik, memiliki kesamaan standar dalam menangani pasien guna menurunkan angka kekambuhan dan meningkatkan kemandirian pasien dalam mengelola kondisi pernapasannya.

Forum Konsultasi Publik: Mendengar Suara Masyarakat

Sejalan dengan komitmen transparansi dan akuntabilitas, RS Paru Respira juga menggelar Forum Konsultasi Publik (FKP). Forum ini menjadi ruang dialog terbuka antara manajemen rumah sakit dengan masyarakat, organisasi profesi, dan pemangku kepentingan di Bantul.

Beberapa poin utama yang dibahas dalam FKP 2026 meliputi:

  • Penyempurnaan Maklumat Pelayanan: Mendengar masukan langsung pengguna layanan untuk perbaikan prosedur pendaftaran dan aksesibilitas.
  • Sosialisasi Program Kerja 2026: Pemaparan rencana strategis rumah sakit, termasuk perluasan jangkauan skrining TBC dan optimalisasi layanan rawat inap isolasi.
  • Peningkatan Budaya Keselamatan: Menekankan komitmen rumah sakit dalam menjaga standar keselamatan pasien di setiap aspek tindakan medis.

Membangun Komitmen Bersama

Direktur RS Paru Respira dalam sambutannya menekankan bahwa pemilihan lokasi di Auditorium Klinik Pratama IDI Bantul merupakan simbol kolaborasi yang erat antara rumah sakit pemerintah dengan organisasi profesi kedokteran.

“Kesehatan paru bukan hanya urusan medis di dalam ruang periksa, melainkan hasil dari edukasi yang konsisten dan sistem pelayanan yang adaptif terhadap kritik masyarakat. Melalui kegiatan ini, kami ingin memastikan RS Paru Respira tetap menjadi Sahabat Paru dan Pernapasan Anda yang unggul dan terpercaya,” ungkap pihak manajemen.

Dengan adanya pembaharuan klinis dan penguatan tata kelola melalui konsultasi publik ini, RS Paru Respira optimis dapat memberikan kontribusi nyata dalam mewujudkan masyarakat Bantul dan sekitarnya yang lebih sehat di tahun 2026.

Wujudkan Lansia Sehat dan Mandiri, RS Paru Respira Hadir di Posyandu Bagas Waras Dusun Gumuk

BANTUL – Kesehatan masyarakat lanjut usia menjadi salah satu fokus utama dalam pembangunan kesehatan wilayah. Guna memastikan para lansia tetap produktif dan sehat di masa tua, Rumah Sakit Paru Respira melakukan kunjungan dan kolaborasi dalam kegiatan Posyandu Lansia “Bagas Waras” yang bertempat di Dusun Gumuk RT 04, pada Sabtu pagi.

Kehadiran tim RS Paru Respira di tengah warga Dusun Gumuk ini bertujuan untuk memberikan dukungan layanan kesehatan sekaligus edukasi mengenai pentingnya menjaga fungsi pernapasan dan kebugaran tubuh pada usia senja.

Pemeriksaan Kesehatan Menyeluruh

Dalam kegiatan ini, para kader Posyandu Bagas Waras bersama tim tenaga kesehatan melakukan serangkaian pemeriksaan rutin bagi para lansia, yang meliputi:

  • Pemeriksaan Tanda Vital: Pengukuran tekanan darah dan penimbangan berat badan.
  • Cek Metabolisme: Pemeriksaan kadar gula darah dan kolesterol untuk mendeteksi dini risiko penyakit degeneratif.
  • Konsultasi Kesehatan Paru: Edukasi mengenai pola hidup bersih dan sehat (PHBS) serta pencegahan infeksi saluran pernapasan.

Semangat “Bagas Waras” di RT 04

Nama “Bagas Waras” yang diusung posyandu ini mencerminkan semangat warga Dusun Gumuk untuk tetap memiliki badan yang kuat dan jiwa yang sehat. Antusiasme warga RT 04 terlihat sangat tinggi, di mana puluhan lansia hadir tidak hanya untuk memeriksakan fisik, tetapi juga untuk berinteraksi sosial—sebuah aspek penting bagi kesehatan mental lansia.

“Kami sangat mengapresiasi dukungan dari RS Paru Respira. Dengan adanya pendampingan ini, warga kami merasa lebih diperhatikan kesehatannya, terutama dalam hal deteksi dini masalah pernapasan yang sering dialami orang tua,” ujar salah satu pengurus lingkungan di Dusun Gumuk.

Komitmen RS Paru Respira terhadap Komunitas

Kegiatan ini merupakan bagian dari program pengabdian masyarakat RS Paru Respira untuk mendekatkan akses layanan kesehatan berkualitas hingga ke level terkecil di masyarakat (RT/RW).

RS Paru Respira berkomitmen bahwa penanganan kesehatan paru tidak hanya dilakukan di dalam gedung rumah sakit melalui pengobatan, tetapi juga di luar gedung melalui upaya preventif dan promotif. Lansia yang sehat adalah aset bangsa, dan melalui posyandu ini, diharapkan kualitas hidup para lansia di Dusun Gumuk dapat terus terjaga.


Mari Sayangi Lansia kita. Kesehatan mereka adalah kebahagiaan keluarga.

RS Paru Respira Perluas Jangkauan Skrining TBC hingga ke Kelurahan Tuksono

KULON PROGO – Melanjutkan komitmen dalam upaya deteksi dini penyakit menular paruparu, Rumah Sakit Paru Respira menyelenggarakan kegiatan Active Case Finding (ACF) atau skrining TBC aktif bertempat di Balai Desa Kelurahan Tuksono, Kapanewon Sentolo, pada Sabtu (25/04).

Kegiatan ini merupakan langkah strategis untuk menjangkau masyarakat secara langsung di tingkat kelurahan. Fokus utama dari program ini adalah menemukan kasus TBC sedini mungkin agar dapat segera dilakukan penanganan medis yang tepat guna memutus rantai penularan di lingkungan sekitar.

Jemput Bola dengan Teknologi Modern

Dalam kegiatan di Kelurahan Tuksono ini, RS Paru Respira menghadirkan layanan pemeriksaan lengkap dengan dukungan teknologi terkini. Masyarakat yang hadir mendapatkan pelayanan berupa:

  1. Skrining Klinis: Wawancara mendalam mengenai gejala dan riwayat kontak oleh petugas kesehatan.
  2. Pemeriksaan Rontgen Dada: Menggunakan unit rontgen portabel untuk melihat gambaran paru secara langsung.
  3. Pemeriksaan Dahak (TCM): Bagi warga yang terindikasi melalui hasil rontgen atau gejala klinis, petugas langsung melakukan pengambilan sampel untuk pemeriksaan Tes Cepat Molekuler (TCM).

Kolaborasi Bersama Perangkat Desa

Lurah Tuksono menyambut baik inisiatif jemput bola ini. Menurutnya, kehadiran RS Paru Respira di Balai Desa sangat membantu warga yang memiliki keterbatasan akses atau waktu untuk datang ke rumah sakit besar. “Kami sangat mendukung kegiatan ini karena kesehatan warga adalah prioritas. Dengan adanya skrining gratis di Balai Desa, warga merasa lebih nyaman untuk memeriksakan diri,” ungkapnya.

Menuju Eliminasi TBC 2030

Pihak manajemen RS Paru Respira menegaskan bahwa kegiatan ACF ini akan terus dilakukan secara berkala di berbagai wilayah. Tujuannya selaras dengan target nasional, yaitu eliminasi TBC pada tahun 2030. Semakin cepat kasus ditemukan, semakin besar peluang kesembuhan pasien dan semakin kecil risiko penularan di masyarakat.

RS Paru Respira juga menghimbau kepada seluruh masyarakat untuk tidak takut melakukan pemeriksaan. TBC adalah penyakit yang dapat disembuhkan dengan pengobatan yang tepat dan teratur, serta seluruh layanan pemeriksaan dalam program ACF ini diberikan secara gratis.

RS Paru Respira Gelar ACF Screening TB di Puskesmas Panjatan 2: Langkah Nyata Eliminasi TBC 2030

KULON PROGO – Dalam upaya mempercepat penemuan kasus Tuberkulosis (TBC) di masyarakat, Rumah Sakit Paru Respira Yogyakarta melaksanakan kegiatan Active Case Finding (ACF) atau skrining aktif di wilayah kerja Puskesmas Panjatan 2, Kulon Progo, pada Kamis pagi.

Kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen berkelanjutan RS Paru Respira untuk mendukung program pemerintah dalam mencapai eliminasi TBC pada tahun 2030. Dengan jemput bola langsung ke tengah masyarakat, diharapkan kasus-kasus TBC yang belum terdeteksi dapat segera ditangani secara medis.

Mengapa Skrining Aktif (ACF) Penting?

Banyak penderita TBC seringkali tidak menyadari gejalanya atau enggan memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan karena berbagai kendala. Skrining aktif bertujuan untuk:

  • Memutus Rantai Penularan: Menemukan kasus sedini mungkin agar penderita segera mendapat pengobatan.
  • Akurasi Diagnosis: Menggunakan teknologi terkini untuk hasil yang lebih cepat dan tepat.
  • Edukasi Masyarakat: Memberikan pemahaman bahwa TBC dapat disembuhkan dengan pengobatan yang tuntas.

Rangkaian Kegiatan di Puskesmas Panjatan 2

Kegiatan yang dimulai sejak pukul 08.00 WIB ini menyasar kelompok berisiko tinggi, termasuk kontak erat pasien TBC, lansia, dan warga dengan keluhan batuk persisten. RS Paru Respira mengerahkan tim medis ahli serta armada Mobile X-Ray untuk mempermudah pemeriksaan di lokasi.

Prosedur skrining meliputi:

  1. Skrining Gejala: Wawancara medis oleh petugas kesehatan.
  2. Pemeriksaan Foto Toraks: Menggunakan layanan rontgen dada portabel.
  3. Tes Cepat Molekuler (TCM): Bagi warga dengan hasil rontgen atau gejala yang mengarah ke TBC, dilakukan pengambilan sampel dahak untuk uji laboratorium lebih lanjut.

Sinergi untuk Kesehatan Masyarakat

Kepala tim skrining RS Paru Respira menyatakan bahwa kolaborasi dengan puskesmas lokal seperti Panjatan 2 sangat krusial. “Puskesmas memiliki data basis wilayah, sementara kami menyediakan dukungan teknologi dan spesialisasi paru. Sinergi inilah yang akan mempercepat target eliminasi TBC di wilayah Kulon Progo,” ujarnya.

Pihak Puskesmas Panjatan 2 menyambut baik inisiatif ini, mengingat tingginya mobilitas warga yang memerlukan pengawasan kesehatan paru secara berkala.


Mari Bersama Lawan TBC! Jika Anda atau keluarga mengalami gejala batuk lebih dari 2 minggu, keringat malam tanpa aktivitas, atau penurunan berat badan secara drastis, segera hubungi fasilitas kesehatan terdekat. TBC bisa sembuh, obatnya gratis!

RS Paru Respira Gelar Edukasi Terpadu: Sosialisasi PPI, PPRA, dan K3 bagi Pasien serta Pengunjung

BANTUL – Kesehatan dan keselamatan di lingkungan rumah sakit bukan hanya tanggung jawab tenaga medis, melainkan komitmen bersama antara pihak rumah sakit, pasien, dan pengunjung. Menyadari hal tersebut, RS Paru Respira menyelenggarakan kegiatan edukasi kesehatan terpadu pada Selasa, 21 April 2026.

Kegiatan yang berlangsung di area ruang tunggu poliklinik ini mengangkat tiga pilar penting dalam pelayanan rumah sakit: Pencegahan dan Pengendalian Infeksi (PPI), Program Pengendalian Resistansi Antimikroba (PPRA), serta Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3).


Sinergi Tiga Materi Utama

Edukasi kali ini menghadirkan dua narasumber ahli yang memaparkan materi secara interaktif agar mudah dipahami oleh masyarakat awam.

1. Pentingnya Kebersihan Tangan dan Lingkungan (PPI)

Eko Suryantoro, S.Kep, menekankan bahwa langkah paling sederhana namun paling efektif dalam mencegah penularan penyakit di rumah sakit adalah melalui kebersihan tangan.

  • Poin Penting: Peserta diajak mempraktikkan 6 langkah cuci tangan standar WHO dan edukasi mengenai etika batuk yang benar agar tidak menularkan virus/bakteri kepada orang di sekitar.

2. Bijak Menggunakan Antibiotik (PPRA)

Masih dalam sesi yang sama, dibahas pula mengenai bahaya resistansi antibiotik. Masyarakat dihimbau untuk tidak membeli antibiotik secara bebas tanpa resep dokter dan harus menghabiskan dosis yang diberikan untuk mencegah kuman menjadi “kebal”.

3. Keamanan dan Keselamatan Fasilitas (K3)

I Kadek Satriawan, SKM, memberikan wawasan mengenai prosedur keselamatan selama berada di lingkungan RS Paru Respira.

  • Fokus Materi: Sosialisasi jalur evakuasi, penggunaan APAR (Alat Pemadam Api Ringan) jika terjadi kondisi darurat, serta pentingnya menjaga ketertiban fasilitas umum demi kenyamanan bersama.

Antusiasme Pengunjung

Para pengunjung dan pasien tampak antusias mengikuti jalannya sosialisasi. Banyak dari mereka yang mengajukan pertanyaan, terutama terkait cara membedakan gejala infeksi bakteri dan virus agar tidak sembarangan mengonsumsi obat.

“Edukasi ini rutin kami lakukan agar pasien dan keluarga tidak hanya datang untuk berobat, tetapi juga pulang membawa ilmu kesehatan yang bisa diterapkan di rumah,” ujar tim promosi kesehatan RS Paru Respira.

Active Case Finding Tuberculosis (ACF) TBC di Balai Desa Krembengan Kulon Progo

Rabu, 22 April 2026, Balai Desa Krembangan, KAB Kulon Progo. Kegiatan Active Case Finding Tuberculosis (ACF) di Kabupaten Kulon Progo dilaksanakan sebagai upaya proaktif dalam menemukan kasus penyakit paru secara dini di masyarakat. Kegiatan ini didukung dengan layanan mobile rontgen yang menjangkau langsung ke lokasi sasaran, sehingga memudahkan masyarakat mendapatkan pemeriksaan tanpa harus datang ke fasilitas kesehatan.

Pelaksanaan ACF ini didukung oleh tim profesional yang terdiri dari satu dokter spesialis radiologi, satu dokter umum, serta dua tenaga radiografer yang berpengalaman. Dengan kolaborasi tim dan fasilitas yang memadai, diharapkan deteksi dini dapat dilakukan secara cepat dan tepat guna meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat di Kabupaten Kulon Progo.

Tingkatkan Standar Pelayanan, RS Paru Respira laksanakan Pemaparan Laporan Budaya Keselamatan

BANTUL – Dalam rangka memperkuat komitmen terhadap keamanan pasien (patient safety), RS Paru Respira menyelenggarakan agenda penting berupa pemaparan Laporan Budaya Keselamatan pada Selasa, 14 April 2026. Acara yang bertempat di Aula Pertemuan RS Paru Respira ini diikuti oleh jajaran direksi, komite keselamatan pasien, serta kepala instalasi dan unit kerja.

Budaya keselamatan pasien merupakan fondasi utama dalam operasional rumah sakit. Pemaparan ini bertujuan untuk memotret sejauh mana nilai-nilai keselamatan telah tertanam dalam aktivitas sehari-hari setiap tenaga medis maupun non-medis di lingkungan rumah sakit.

Fokus pada Perbaikan Berkelanjutan

Menghadirkan narasumber dr. Nungki Dian Pratiwi, sesi ini mengupas tuntas data hasil survei dan observasi lapangan terkait budaya keselamatan. Dalam pemaparannya, dr. Nungki menjelaskan bahwa menciptakan lingkungan yang aman memerlukan transparansi dan keberanian untuk melaporkan setiap insiden tanpa rasa takut akan sanksi (non-punitive culture).

“Budaya keselamatan adalah tentang bagaimana kita belajar dari kesalahan. Kita tidak hanya melihat angka, tetapi memahami perilaku organisasi. Dengan laporan yang akurat, kita dapat merancang sistem yang lebih kuat untuk mencegah terjadinya kesalahan yang sama di masa depan,” jelas dr. Nungki.

Poin-Poin Utama Laporan

Laporan yang dipaparkan mencakup beberapa dimensi krusial, di antaranya:

  • Keterbukaan Komunikasi: Sejauh mana staf merasa nyaman mendiskusikan potensi bahaya atau kesalahan yang terjadi saat memberikan pelayanan.
  • Dukungan Manajemen: Peran aktif pimpinan dalam memprioritaskan keselamatan di tengah dinamika pelayanan kesehatan.
  • Respons Terhadap Kesalahan: Peralihan fokus dari menyalahkan individu menjadi perbaikan sistem secara menyeluruh.
  • Beban Kerja dan Staf: Analisis pengaruh rasio jumlah tenaga terhadap risiko keselamatan kerja.

Langkah Strategis ke Depan

Hasil dari laporan ini akan menjadi dasar bagi RS Paru Respira untuk menyusun rencana tindak lanjut (RTL) yang konkret. Integrasi antara teknologi informasi, seperti optimalisasi SIMRS dalam pelaporan insiden, dan pelatihan berkelanjutan bagi staf menjadi agenda prioritas ke depan.

Direktur RS Paru Respira dalam sambutannya menegaskan bahwa evaluasi berkala seperti ini adalah wujud nyata dari akuntabilitas rumah sakit kepada publik. Dengan budaya keselamatan yang kuat, RS Paru Respira optimis dapat memberikan pelayanan yang tidak hanya bermutu tinggi, tetapi juga memberikan rasa aman yang maksimal bagi seluruh pasien dan keluarga.

Tingkatkan Kualitas Layanan, RS Paru Respira Gelar Koordinasi Kohort Pasien TB RO

Bantul – RS Paru Respira terus berkomitmen dalam memperkuat upaya penanggulangan penyakit menular, khususnya Tuberkulosis Resistan Obat (TB RO). Hal ini dibuktikan dengan suksesnya penyelenggaraan agenda rutin Kohort Pasien Pengobatan TB RO yang dilaksanakan pada awal pekan ini.

Pertemuan ini menjadi krusial sebagai wadah evaluasi mendalam terhadap perjalanan pengobatan pasien, guna memastikan tingkat kesembuhan yang optimal serta meminimalisir risiko putus obat.

Detail Pelaksanaan Kegiatan

Acara berlangsung dengan khidmat dan fokus, dengan rincian pelaksanaan sebagai berikut:

  • Hari / Tanggal: Senin, 13 April 2026
  • Waktu: 13.00 – 14.00 WIB
  • Tempat: Ruang Amartha, Lantai 3, RS Paru Respira
  • Agenda: Review dan Koordinasi Kohort Pasien Pengobatan TB RO

Fokus Utama Pertemuan

Dalam sesi yang berlangsung selama satu jam tersebut, tim medis multidisiplin RS Paru Respira melakukan peninjauan menyeluruh terhadap data klinis pasien. Beberapa poin utama yang dibahas meliputi:

  1. Evaluasi Kemajuan Pengobatan: Memantau respon tubuh pasien terhadap rejimen obat yang diberikan.
  2. Manajemen Efek Samping: Mendiskusikan solusi atas keluhan efek samping yang dialami pasien agar pengobatan tetap berjalan lancar.
  3. Kepatuhan Minum Obat: Mengidentifikasi kendala sosial atau personal yang dihadapi pasien dalam menuntaskan masa pengobatan yang panjang.
  4. Update Alur Pelaporan: Sinkronisasi data pasien ke dalam sistem pencatatan nasional untuk akurasi data kesehatan.

Komitmen RS Paru Respira

Melalui kegiatan kohort berkala ini, RS Paru Respira berharap dapat terus meningkatkan standar pelayanan bagi penyintas TB RO. Dukungan medis yang terintegrasi di Ruang Amartha menjadi bukti nyata bahwa pasien tidak berjuang sendirian dalam menghadapi masa pengobatan mereka.

“Keberhasilan pengobatan TB RO bukan hanya soal obat yang tepat, tapi tentang pendampingan yang konsisten dan evaluasi yang presisi.”

Dengan terselenggaranya acara ini, RS Paru Respira optimis dapat memberikan kontribusi signifikan bagi target pemerintah dalam mewujudkan eliminasi TB di masa depan.

LAYANAN KONSELING BERHENTI MEROKOK RS PARU RESPIRA

Oleh : Susilawati, SKM

Ingin hidup lebih sehat tanpa rokok? Kami siap membantu Anda!

Merokok bukan hanya kebiasaan, tetapi juga ketergantungan yang membutuhkan penanganan tepat. Melalui layanan Konseling Berhenti Merokok RS Paru Respira, Anda akan mendapatkan pendampingan profesional untuk membantu Anda lepas dari rokok secara aman dan bertahap.

Mengapa Memilih Layanan Kami?

✔ Ditangani oleh tenaga medis berpengalaman
✔ Pendekatan personal sesuai kondisi pasien
✔ Konseling motivasi dan terapi perilaku
✔ Edukasi lengkap tentang bahaya rokok
✔ Dukungan berkelanjutan hingga berhasil berhenti

Siapa yang Bisa Mengikuti?

  • Perokok aktif yang ingin berhenti
  • Perokok dengan riwayat penyakit paru atau kronis
  • Siapa saja yang ingin meningkatkan kualitas hidup

Manfaat Berhenti Merokok

  • Pernapasan lebih lega
  • Risiko penyakit paru menurun
  • Kualitas hidup meningkat
  • Lebih hemat dan produktif

Jangan Tunggu Sakit untuk Berhenti

Mulailah langkah kecil hari ini untuk hidup yang lebih sehat bersama kami.

📍 Kunjungi layanan Konseling Berhenti Merokok di RS Paru Respira
📞 Hubungi kami untuk informasi dan pendaftaran

Berani berhenti, berani hidup lebih baik!

Jaga Produktivitas, RS Paru Respira Bekerja Sama dengan Bapelkes DIY, Gelar Webinar “ASN Bugar dengan Stretching di Tempat Kerja”

YOGYAKARTA – Duduk terlalu lama di depan layar komputer seringkali menjadi pemicu kelelahan fisik dan nyeri otot bagi para Aparatur Sipil Negara (ASN). Menanggapi tantangan tersebut, RS Paru Respira DIY bekerja sama dengan Bapelkes DIY dan Widyaiswara DIY sukses menyelenggarakan webinar kesehatan bertajuk “ASN Bugar dengan Stretching di Tempat Kerja” pada hari ini, Jumat (10/04).

Acara yang berlangsung secara daring ini bertujuan untuk memberikan edukasi praktis mengenai pentingnya menjaga kebugaran fisik di sela-sela kesibukan pelayanan publik.

Menghadirkan Pakar di Bidangnya

Webinar ini menghadirkan dua narasumber ahli dari RS Paru Respira yang mengupas tuntas urgensi aktivitas fisik ringan di kantor:

  1. dr. Veronika Wardani T, Sp.KFR (Dokter Spesialis Rehabilitasi Medik): Memaparkan mengenai dampak kesehatan dari gaya hidup sedenter (kurang gerak) serta bagaimana rehabilitasi medik berperan dalam mencegah cedera otot akibat posisi duduk yang salah.
  2. Prayitno, S.ST., Ftr (Fisioterapis): Memberikan demonstrasi langsung mengenai teknik stretching (peregangan) mandiri yang efektif, aman, dan mudah dilakukan tanpa harus meninggalkan meja kerja.

Diskusi hangat ini dipandu secara interaktif oleh Findri Fadika, S.Tr.Kep., MPH, yang bertindak sebagai moderator.


Mengapa Stretching Itu Penting?

Dalam paparannya, dr. Veronika menekankan bahwa tubuh manusia tidak dirancang untuk diam dalam posisi yang sama selama berjam-jam.

“Ketegangan pada area leher, bahu, dan punggung bawah adalah keluhan yang paling sering muncul. Melakukan peregangan rutin dapat meningkatkan sirkulasi darah dan menurunkan tingkat stres di tempat kerja,” ungkapnya.

Sementara itu, Prayitno, S.ST., Ftr mengajak peserta untuk mempraktikkan gerakan sederhana seperti neck stretch, shoulder rolls, dan back extension. Gerakan-gerakan ini hanya memerlukan waktu 3 hingga 5 menit, namun jika dilakukan secara konsisten, dapat berdampak signifikan pada produktivitas kerja.

Sinergi Antar Instansi

Penyelenggaraan webinar ini merupakan bentuk kolaborasi nyata antara:

  • RS Paru Respira DIY sebagai penyedia layanan kesehatan dan edukasi medis.
  • Bapelkes DIY dalam pengembangan kompetensi kesehatan.
  • Widyaiswara DIY dalam mendukung peningkatan kapasitas dan kesejahteraan ASN.

Melalui kegiatan ini, diharapkan para ASN di lingkungan DIY tidak hanya unggul dalam kinerja administratif, tetapi juga memiliki kesadaran tinggi akan kesehatan fisik demi pelayanan masyarakat yang lebih optimal.