Berita

Pelatihan In-House Training (IHT) Bantuan Hidup Dasar (BHD) ke-4: Kunci Tanggap Darurat Henti Jantung Lewat Simulasi Praktis Pentingnya Kesiapsiagaan Menghadapi Kegawatdaruratan Medis

RS Paru Respira, RuangAmarta (12/08/2026) – Kesehatan dan keselamatan jiwa merupakan prioritas utama di berbagai lingkungan, terutama di fasilitas pelayanan kesehatan maupun area publik. Henti jantung mendadak (sudden cardiac arrest) dapat terjadi kapan saja, di mana saja, dan menimpa siapa saja tanpa mengenal waktu.

Sebagai langkah taktis dalam meningkatkan mutu keselamatan pasien serta membekali tenaga kerja agar sigap menghadapi situasi krisis, program In-House Training (IHT) Bantuan Hidup Dasar (BHD) diadakan secara berkala bagi tenaga medis maupun non-medis.

In-House Training Bantuan Hidup Dasar (IHT BHD) adalah program pelatihan internal untuk melatih keterampilan dasar penyelamatan nyawa. Dalam pelatihan ini, fokus utama pembelajaran berkisar pada penanganan kondisi darurat seperti:

  • Henti Jantung (Cardiac Arrest): Kondisi ketika jantung mendadak berhenti berdetak, menyebabkan pasokan darah dan oksigen ke otak serta organ vital terhenti total.
  • Sistem Code Blue: Kode darurat internal rumah sakit atau instansi yang diaktifkan seketika untuk memanggil tim medis khusus kegawatdaruratan kardiorespirasi.
  • Resusitasi Jantung Paru (RJP / CPR): Rangkaian teknik kompresi dada dan bantuan napas guna mengalirkan darah beroksigen secara buatan ke organ vital.

Pelatihan ini wajib diikuti oleh seluruh unsur civitas hospitalia atau staf instansi—tidak hanya dokter dan perawat, melainkan juga tenaga non-medis seperti staf administrasi, petugas keamanan (security), hingga petugas kebersihan (cleaning service). Pelatihan ini dipandu oleh instruktur tersertifikasi atau dokter spesialis anestesi/kegawatdaruratan yang ahli di bidangnya.

IHT BHD umumnya diselenggarakan di dalam area instansi terkait, seperti di aula utama rumah sakit, puskesmas, atau balai diklat perusahaan guna memastikan seluruh skenario evakuasi dan simulasi terintegrasi langsung dengan kondisi tata ruang tempat kerja sehari-hari.

Pelatihan ini dilaksanakan secara berkala sesuai dengan kalender mutu institusi, terutama sebagai persiapan menghadapi audit akreditasi tahunan atau sebagai program penyegaran (refreshment course) kompetensi karyawan secara rutin setiap tahunnya.

Pelatihan ini sangan krusial karena :

  • Golden Period (Waktu Emas): Kerusakan otak permanen atau kematian dapat terjadi dalam waktu 5 hingga 6 menit jika pasien henti jantung tidak segera mendapatkan pertolongan.
  • Standar Akreditasi: Sertifikasi BHD merupakan syarat mutlak pemenuhan mutu fasilitas pelayanan kesehatan.
  • Membangun Budaya Keselamatan (Safety Culture): Memastikan setiap individu memiliki keberanian dan refleks tanggap darurat alih-alih panik saat menghadapi korban tidak sadarkan diri.

Pelatihan ini menggabungkan teori dan simulasi praktis langsung menggunakan manekin medis. Praktik lapangan mengikuti alur penanganan baku Chain of Survival:

  1. Safety & Response Check (3A & Cek Kesadaran):
    • Memastikan 3A (Aman diri, Aman lingkungan, Aman pasien).
    • Mengecek respons korban dengan menepuk bahu dan memanggil suara keras, serta memeriksa ada tidaknya napas normal.
  2. Aktivasi Bantuan / Code Blue:
    • Jika di rumah sakit, segera aktifkan Code Blue melalui telepon darurat internal, atau hubungi nomor darurat 119 jika di fasilitas umum
  3. Pelaksanaan CPR / RJP Berkualitas Tinggi (High-Quality CPR):
    • Kompresi Dada: Dilakukan di tengah dada dengan kedalaman 5 hingga 6 cm (untuk orang dewasa).
    • Kecepatan Kompresi: Ritme stabil antara 100 hingga 120 kali per menit.
    • Recoil Sempurna: Berikan kesempatan dada mengembang kembali secara penuh di setiap tekanan.
    • Rasio Bantuan: Menerapkan siklus kompresi dan ventilasi napas buatan sesuai protokol (contohnya 30 kali kompresi berbanding 2 kali tiupan napas/ventilasi).
  4. Evaluasi dan Penggunaan AED: Mengintegrasikan alat Automated External Defibrillator (AED) jika alat tersebut telah tersedia di lokasi kejadian.

Catatan Penting: Keberhasilan resusitasi sangat bergantung pada kecepatan tindakan awal penolong. Melalui simulasi langsung di dalam IHT BHD, otot dan mental peserta dilatih terlatih merespons secara otomatis demi menyelamatkan nyawa sesama.

Sharing is caring!

Write a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Asap, Polusi Udara, dan Kesehatan Paru: Waspadai Bahaya PM2.5 bagi Pernapasan

Oleh:Susilawati.S.K.M Kualitas udara menjadi salah satu perhatian penting dalam menjaga kesehatan paru. Paparan polusi udara, …

Tingkatkan Keselamatan Lingkungan Kerja, RS Paru Respira Gelar Praktik K3RS 2026

Bantul-(21/8)Rumah Sakit Paru Respira secara konsisten berkomitmen menciptakan lingkungan kerja yang aman, nyaman, dan siap …

RS Paru Respira Gelar IHT K3RS 2026: Tingkatkan Kompetensi Demi Wujudkan Budaya Kerja Aman dan Pelayanan Bermutu

Tingkatkan Mutu Pelayanan dan Keselamatan Kerja, RS Paru Respira Gelar IHT K3RS 2026 Bantul – Keselamatan dan kesehatan …

MALAS GERAK APAKAH TIDAK SEHAT?

Mari, Mulai Aktif dari Hal-Hal Kecil! Oleh:Nur Handayani, S.KM Pernahkah Anda berniat beristirahat sejenak, tetapi tanpa …

Tips Menjaga Paru-Paru Tetap Sehat di Musim Kemarau

Penulis : Ayesha Amanda Larasati (Mahasiswa PKL – D!V Promkes UNY)Editor : Shukhalita Swasti A.,S.KM Musim kemarau …

Peringati HUT ke-81 RI, RS Paru Respira Gelar Upacara Bendera Khidmat untuk Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur

BANTUL – Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, Rumah Sakit Paru Respira …