Pemberdayaan Keluarga Pasien

Pemberdayaan Keluarga Pasien

Salah satu komponen DOTS adalah pengobatan paduan OAT jangka pendek dengan pengawasan langsung untuk menjamin keteraturan pengobatan diperlukan seorang Pengawas Menelan Obat (PMO).

  1.     Persyaratan PMO yaitu :
  • Seseorang yang dikenal, dipercaya dan disetujui, baik oleh petugas kesehatan maupun pasien, selain itu harus disegani dan dihormati oleh pasien.
  • Seseorang yang tinggal dekat dengan pasien.
  •         Bersedia membantu pasien dengan sukarela.
  •         Bersedia dilatih dan atau mendapat penyuluhan bersama-sama dengan pasien.
  1. Siapa yang bisa jadi PMO :

Sebaiknya PMO adalah petugas kesehatan, misalnya bidan di desa, perawat, pekarya, sanitarian, juru immunisasi dan lain-lain. Bila tidak ada petugas kesehatan yang memungkinkan, PMO dapat berasal dari kader kesehatan, guru, anggota PPTI, PKK atau tokoh masyarakat lainnya atau anggota keluarga.

  1. Tugas seorang PMO :
  • Mengawasi pasien TB agar menelan obat secara teratur sampai selesai pengobatan.
  • Memberikan dorongan kepada pasien agar mau berobat teratur.
  • Mengingatkan pasien untuk periksa ulang dahak pada yang telah ditentukan.
  • Memberikan penyuluhan pada anggota keluarga pasien TB yang mempunyai gejala-gejala mencurigakan TB untuk segera memeriksakan diri ke Unit Pelayanan Kesehatan (UPK).
  • Tugas seorang PMO bukanlah untuk menggantikan kewajiban pasien mengambil obat dari UPK.
  1. Informasi penting yang perlu dipahami PMO untuk disampaikan kepada pasien dan keluarganya :
  • TB disebabkan kuman, bukan penyakit keturunan dan kutukan.
  • TB dapat disembuhkan dengan berobat teratur.
  • Cara penularan TB, gejala-gejala yang mencurigakan dan cara pencegahannya.
  • Cara pemberian pengobatan pasien (tahap intensif dan lanjutan).
  • Pentingnya pengawasan supaya pasien berobat secara teratur.
  • Kemungkinan terjadinya efek samping obat dan perlunya segera meminta pertolongan ke UPK.