Berita

Bersahabat dengan TB “RESPIRA Live On Jogja TV”

 

 Setiap tahun pada tanggal 24 Maret diperingati sebagai World TB Day/ Hari TB Sedunia. Hal ini dilakukan ntuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang konsekuensi kesehatan, sosial dan ekonomi yang diakibatkan oleh TB dan untuk meningkatkan upaya dalam mengakhiri epidemi global TB.

Untuk tahun 2018, Tema Hari TB Dunia adalah “Wanted: Leaders for a TB-free world” (WHO)

Sedangkan untuk tema nasional kita adalah Peduli TBC, Indonesia Sehat (Kemenkes RI)

Apa itu TB?

Tuberkulosis (TB) adalah suatu penyakit infeksi menular yang disebabkan bakteri Mycobacterium tuberculosis yang dapat menyerang berbagai organ, terutama paru-paru.  TB bisa sembuh jika diobati dengan pengobatan tuntas, namun  penyakit ini bila tidak diobati atau pengobatannya tidak tuntas dapat menimbulkan komplikasi berbahaya hingga kematian. TB diperkirakan sudah ada di dunia sejak 5000 tahun sebelum masehi, namun kemajuan dalam penemuan dan pengendalian penyakit TB baru terjadi dalam dua abad terakhir.

Tren Dekade Terakhir di Dunia dan Indonesia

Tuberkulosis (TB) adalah salah satu dari 10 penyebab kematian terbanyak di dunia. Pada tahun 2016, 10,4 juta orang jatuh sakit  TB, dan 1,7 juta meninggal karena penyakit ini (termasuk 0,4 juta di antaranya adalah orang dengan HIV). Lebih dari 95% kematian akibat TB terjadi di negara berpenghasilan rendah dan menengah.

 

Tujuh negara yang menyumbang  64% dari total orang dengan penyakit TB adalah India pada urutan pertama,  diikuti oleh Indonesia, China, Filipina, Pakistan, Nigeria, dan Afrika Selatan.

 

Pada tahun 2016, diperkirakan 1 juta anak-anak sakit TB dan 250.000 anak-anak meninggal karena TB (termasuk anak-anak dengan TB HIV). TB adalah pembunuh utama orang dengan HIV-positif. Pada tahun 2016, 40% kematian akibat HIV disebabkan oleh TB.

 

TB resisten obat (TB-MDR) tetap merupakan krisis kesehatan masyarakat dan ancaman keamanan kesehatan. WHO memperkirakan ada 600.000 kasus baru dengan ketahanan terhadap rifampisin (resisten terhadap rimfampisin) – obat lini pertama yang paling efektif, dimana 490.000 merupakan kasus  TB-MDR. Secara global, kejadian TB turun sekitar 2% per tahun. Pencapaian ini perlu ditingkatkan agar terjadi penurunan tahunan 4-5% sesuai target strategi TB pada tahun 2020 ( milestones the end strategy 2020) .

 

Diperkirakan 53 juta nyawa diselamatkan melalui diagnosis dan pengobatan TB antara tahun 2000 dan 2016. Mengakhiri epidemi TB pada tahun 2030 merupakan salah satu sasaran dari Tujuan Pembangunan Berkelanjutan.

(Sumber :WHO Indonesia, WHO Global Tuberculosis Report 2016)

(Sumber: WHO The End TB Strategy)

Situasi TB Indonesia

Terkait TB, sesuai data WHO Global Tuberculosis Report 2016, Indonesia menempati posisi kedua dengan beban TB tertinggi di dunia. Tren insiden kasus TB di Indonesia tidak pernah menurun, masih banyak kasus yang belum terjangkau dan terdeteksi, kalaupun terdeteksi dan telah diobati tetapi belum dilaporkan.Di Indonesia total kasus TB (semua bentuk) yang ditemukan dan terlaporkan pada tahun 2016 adalah 360.565 kasus dengan jumlah kasus pada laki-laki lebih banyak dibanding pada perempuan. Tingkat keberhasilan pengobatan pada kasus baru dan kekambuhan adalah 85 persen untuk pasien yang terdaftar pada tahun 2015.

Pasien TB MDR yang memulai pengobatan adalah 1879 dan pasien TB-XDR yang memulai pengobatan adalah 52.

(Sumber: WHO Indonesia, WHO Global Tuberculosis Report 2016)

Gajala TB

Gejala Utama

  • Batuk Berdarah selama dua minggu atau lebih

Gejala Tambahan

  • Dahak bercampur darah, batuk darah
  • Sesak nafas dan nyeri dada
  • Nafsu makan menurun, berat badan menurun
  • Berkeringat malam hari tanpa kegiatan fisik, demam meriang berkepanjangan

 

Patogenesis dan Penularan

  1. Kuman penyebab TB

Tuberkulosis adalah suatu penyakit menular yang disebabkan oleh kuman dari kelompok Mycobacterium yaitu Myobacterium tuberculosis. Kuman ini biasanya menyerang paru, tetapi dapat juga menyerang bagian lain dari tubuh seperti ginjal, tulang dan otak.

Bakteri ini berbentuk batang dan tahan terhadap asam sehingga disebut Basil Tahan Asam (BTA). Bakteri ini cepat mati dengan sinar matahari langsung, tetapi dapat bertahan hidup beberapa jam di tempat yang gelap dan lembab. Didalam tubuh, kuman ini dapat tidur selama beberapa tahun.

Terdapat beberapa spesies Mycobacterium , oleh karena itu pemeriksaan bakteriologis menjadi sarana diagnosis ideal untuk TB.

   2.Cara Penularan TB

  • TB menyebar lewat udara (airbone disease), ditularkan melalui batuk, bersin dan berbicara dengan penderita TB aktif.
  • Proses penularan terjadi ketika seseorang yang memiliki penyakit tuberkulosis aktif batuk atau bersin mengeluarkan droplet nuclei, hingga menyebarkan kuman ke udara. Kuman tersebut terhirup oleh orang yang berada didekatnya dan mengakibatkan orang tersebut terinfeksi kuman TB.
  • Kuman-kuman TB akan menetap di dalam tubuh tanpa membuat sakit. Hal itu dinamakan infeksi TB. Sistem kekebalan tubuh kita menjebak kuman-kuman tersebut sehingga kita tetap sehat. Dan ketika kekebalan tubuh kita menurun (gizi kurang, HIV/AIDS, DM, pengobatan jangka panjang) atau tidak dapat melawan, kuman-kuman tersebut mengalami reaktivasi menyerang paru atau organ tubuh yang lain. Hal ini dinamakan penyakit TB.

 

Siapa yang beresiko tinggi terkena TB?

Semua orang beresiko terkena TB baik anak-anak, orang tua, laki-laki maupun perempuan tetapi kelompok beresiko tinggi tertular TB, yaitu:

  • Orang-orang yang kontak fisik secara dekat dengan penderita TB BTA positif (+)
  • Pengguna psikotropika
  • Orang-orang dengan sosial ekonomi rendah dan memiliki akses rendah terhadap fasilitas kesehatan
  • Pengidap HIV
  • Orang-orang yang berada di negara yang endemis TB
  • Orang-orang yang sedang sakit dan daya tahan tubuhnya turun.
  • Orang-orang yang tinggal di lingkungan padat penduduk.
  • Kurang gizi, tunawisma
  • Pekerja: misalnya pertambangan, petugas laboratorium.

 

Diagnosis TB

  1. Pemeriksaan dahak

Pasien yang dicurigai menderita penyakit TB akan dianjurkan untuk memeriksakan dahaknya, yaitu:

  1. Dahak pertama: yaitu dahak pada saat orang tersebut datang periksa ke dokter pertama kali
  2. Dahak kedua: yaitu dahak keesokan harinya pada saat bangun tidur
  3. Dahak ketiga: yaitu dahak pada saat orang tersebut datang lagi ke dokter.

Apabila dalam dahak ditemukan kuman Mycobacterium tuberculosis, maka orang tersebut positif menderita TB dan harus melakukan pengobatan rutin.

            Cara mengeluarkan dahak dengan latihan batuk efektif:

  1. Tarik napas perlahan lewat hidung dengan pernafasan perut
  2. Tahan napas beberapa saat
  3. Dibatukkan lewat mulut sebanyak 2 x.

 

  1. Uji Tuberkulin (Mantoux test)
    • Bagaimana mencegah terjadinya TB MDR
    • Kuncinya dengan mendiagnosis secara dini setiap terduga TB resisten obat dan dilanjutkan dengan pengobatan OAT lini kedua sesuai standar. Pengobatan harus dipantau kepatuhan dan ketuntasannya agar dilaporkan kedalam system surveilans.
    • Pengobatan TB dengan tatalaksana yang tidak standar baik dalam hal panduan, lama dan cara pemberian pengobatan dapat menjadi faktor pencetus untuk meningkatnya jumlah kasus TB MDR.
    • Untuk mencegah penularan kuman TB MDR, pencegahan dan pengendalian infeksi yang tepat harus dilakukan disetiap fasilitas pelayanan kesehatan yang memberikan pelayanan kesehatan kepada pasien TB MDR.Pada anak, uji tuberkulin merupakan pemeriksaan paling bermanfaat untuk menunjukkan sedang atau pernah terinfeksi kuman TB. Uji tuberkulin dilakukan dengan cara mantoux (penyuntikan intracutan).
      1. Rontgen

      Rontgen dada dapat digunakan sebagai penunjang dalam mendiagnosa penyakit TB.   

       

      Pengobatan TB

      Walaupun TB mudah menular dan dapat menyebabkan kematian namun penyakit TB dapat disembuhkan dengan cara:

      1. Minum Obat Anti Tuberkulosis teratur sesuai petunjuk
      2. Jangan berhenti minum obat sebelum dokter menyatakan sembuh

      Bila pasien TB berobat sampai sembuh berarti telah memutus rantai penularan.

      Bagaimana bila penderita TB tidak teratur minum obat?

      1. Penyakit tidak akan sembuh atau bahkan menjadi lebih berat penyakitnya
      2. Penderita tetap dapat menularkan penyakitnya pada orang lain
      3. Penyakit menjadi makin sulit diobati dan makin lama karena kemungkinan kuman TB menjadi kebal.
      4. Penderita dapat juga menularkan kuman yang sudah kebal obat pada orang lain.
      5. Kemungkinan terjadi MDR lebih tinggi.

      Pengobatan TB diberikan dalam 2 tahap:

      1. Tahap Intensif

            Pada tahap ini, pasien TB akan minum obat setiap hari. Bila pengobatan pada tahap ini berhasil, pasien yang pada awalnya menularkan TB kepada orang lain maka sudah tidak menular lagi. Walaupun sudah tidak menular dan badan sudah terasa segar dan sehat tetapi pengobatan tidak boleh berhenti dan dilanjutkan dengan tahap lanjutan.

      1. Tahap lanjutan

            Pada tahap lanjutan pasien TB dewasa akan minum tiap hari atau obat 3x seminggu. Tahap ini untuk membunuh kuman yang tidur (dormant/persisten) sehingga mencegah terjadinya kekambuhan.

       

      Cara minum obat yang benar

      1. Obat ditelan dengan minum air putih.
      2. Jangan minum obat dengan menggunakan teh, susu, pisang atau buah-buahan lainnya.
      3. Minum obat TB pagi hari dalam keadaan perut masih kosong. Baru setelah 2 jam boleh makan makanan.
      4. Makan diperbolehkan setelah 2 jam minum obat.

       

      TB MDR

      • Definisi TB MDR (MDR-TB= Multi Drug Resistant Tuberculosis)

      TB MDR adalah TB resisten obat terhadap minimal 2 (dua) obat anti TB yang paling poten yaitu INH dan Rifampicin secara bersama-sama atau disertai resisten terhadap obat anti TB lini pertama lainnya seperti ethambutol, streptomisin dan pirazinamid.

      • Penularan

      Penularan kuman TB MDR adalah sama seperti penularan kuman TB yang tidak resisten obat pada umumnya. Orang yang tertular (terinfeksi) kuman TB resistent obat dapat berkembang menjadi “sakit TB” dan akan mengalami sakit TB MDR dikarenakan yang ada dalam tubuh pasien tersebut adalah kuman TB MDR. Pasien TB MDR dapat menularkan kuman TB yang resisten obat kepada masyarakat disekitarnya.

      • Bagaimana kuman TB dapat menjadi resisten?

      Resisten terhadap obat anti TB dapat terjadi karena pemberian obat yang tidak tepat yaitu pasien tidak menyelesaikan pengobatan yang diberikan, petugas kesehatan memberikan pengobatan yang tidak tepat baik paduan, dosis, lama pengobatan dan kualitas obat, demikian pula adanya kendala suplai obat yang tidak selalu tersedia.

      • Siapa yang beresiko?

      TB Resisten Obat dapat mengenai siapa saja, akan tetapi biasanya terjadi pada orang yang:

      • Tidak menelan obat TB secara teratur atau seperti yang disarankan petugas kesehatan
      • Sakit TB berulang atau mempunyai riwayat mendapatkan pengobatan TB sebelumnya
      • Datang dari wilayah yang mempunyai beban TB Resisten Obat yang tinggi
      • Kontak erat dengan seseorang yang sakit TB Resisten Obat, TB MDR atau TB XDR (extensively drug resistence)
      • Pengobatan TB MDR

      Pengobatan TB MDR lebih sulit jika dibandingkan dengan pengobatan kuman TB yang masih sensitif, Angka keberhasilan pengobatan tergantung kepada seberapa cepat kasus TB resisten obat ini teridentifikasi dan ketersediaan pengobatan yang efektif. TB MDR dapat disembuhkan, meskipun membutuhkan waktu sekitar 18-24 bulan. Harga obat TB lini kedua jauh lebih mahal (  100 kali lipat dibandingkan pengobatan TB biasa) dan penangannya lebih sulit. Selain paduan pengobatannyayang rumit, jumlah obatnya lebih banyak dan efek samping yang disebabkan juga lebih berat.

  2. (Sumber : Pedoman Nasional Pengendalian Tuberkulosis, Kementrian Kesehatan Republik Indonesia Direktorat Jendral Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan 2014)

    (Sumber : http://www.tbindonesia.or.id/)

    (Sumber:Info Datin 2016, Pusat Data dan Informasi Kementrian Kesehatan RI)

    Bila anda mengalami gejala-gejala seperti gejala TB, datanglah ke fasilitas kesehatan terdekat. Begitu pula bila anda menemui orang terdekat atau orang disekitar anda mengalami gejala-gejala seperti gejala TB, ajaklah mereka memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan terdekat.

    Jangan takut berobat karena TB bisa disembuhkan jika pengobatan dilakukan sesuai petunjuk dan tuntas. Obat TB gratis diberikan oleh pemerintah.

    Mari menjadi pemimpin untuk Indonesia yang bebas TB dimulai dari diri sendiri dan keluarga kita. -kristi

     

     

     

 

Sharing is caring!

Write a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Capaian Indikator Mutu Prioritas Program Peningkatan Mutu dan Keselamatan Pasien Tahun 2018 RS Paru RESPIRA TW I-TW III

Capaian Indikator Mutu Prioritas Program Peningkatan Mutu dan Keselamatan Pasien Tahun 2018 RS Paru RESPIRA TW I-TW III   …

Pengolahan Indeks Kepuasan Masyarakat Unit Pelayanan RS Paru RESPIRA 2018

Berikut kami sampaikan hasil Pengolahan Indeks Kepuasan Masyarakat Rumah Sakit Paru RESPIRA Tahun 2018 Indeks Kepuasan Masyarakat …

Pemenang Lomba Mewarnai Tingkat Taman Kanak-kanak dalam Rangka Hari Anak Nasional di RS Paru RESPIRA

Pemenang Lomba Mewarnai Tingkat Taman Kanak-kanak dalam Rangka Hari Anak Nasional di RS Paru RESPIRA Salam sehat sahabat …

Pentingnya Cegah Stunting Demi Masa Depan Anak Bangsa

Pentingnya Cegah Stunting Demi Masa Depan Anak Bangsa Oleh : Nur Handayani, SKM PKRS – RS Paru Respira Yogyakarta   …

“siYAnG RATRI” Pendaftran Tanpa Antri

“siYAnG RATRI” Pendaftaran Tanpa Antri sebuah inovasi buat sahabat paru yang mau daftar ke RS Paru RESPIRA tanpa …

SEMINAR KEPERAWATAN “UPDATE TATALAKASANA TB – HIV”

Bergabung bersama kami dalam SEMINAR KEPERAWATAN “UPDATE TATALAKASANA TB – HIV” Brosur Seminar Keperawatan …